Undang-Undang Pornografi Telah di-Sah-kan.

(see : postingan berkait KUHP Tentang Kesusilaan)

Alhamdulillah… Wa syukurillah… Ya Rabb.

Apakah ini berarti “Tugas” kita sudah selesai????

Hmm sepertinya belum…

Sama dengan ketika kita melihat hasil pengumuman penerimaan mahasiswa baru, sama dengan ketika kita diterima bekerja disebuah perusahaan, sama dengan ketika hari kita mengucapkan/ menerima akad nikah. Ini baru awal… Awal dari sebuah perjuangan yang penuh tantangan.

Para penentang Undang-undang ini sudah mengambil langkah-langkah.. untuk mengajukan gugatan. Sebut saja seorang sutradara wanita muda yang karyanya cukup dapat dibanggakan sudah mempersiapkan tindakan Judicial Riview ke Mahkamah Konstitusi, Propinsi Bali.. melalui KRB (komponen Rakyat Bali) pun berniat melakukan hal yang sama

Kalau boleh saya kutipkan : Judicial Riview ke Mahkamah Konstitusi adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh rakyat ketika rakyat merasakan ada sebuah undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat. Dengan melalui Mahkamah konstitusi ini rakyat akan meminta dilakukannya peninjauan kembali. Sehingga jika ternyata nanti Undang-undang ini dianggap bertentangan dengan UUD ’45, Undang-undang ini dapat dibatalkan. Atau jika ternyata tidak melanggar UUD’45, tetapi dianggap melanggar hak asasi manusia, maka undang-undang ini harus diperbarui, sedemikian hingga unsur ini dapat dihilangkan.

Hmmm bukan hal mudah bukan…

Ini penuh dengan tantangan…, kita harus dapat melakukan dengan tindakan nyata.. dengan ucapan kita, dengan contoh-contoh.. apa yang sebenarnya jadi tujuan kita di pengajuan pengesahan ini. Jangan akhirnya.. kita jadi arogan (seperti kata sahabat kita AJHI).. demikian cepat bertindak dan bicara, semua itu ada tahapannya.. pendekatan, penjelasan, pengertian, baru hukuman. Misalnya… ketika kita bertemu dengan seorang wanita yang memakai baju “terbuka”.. walah.. langsung main seret… bawa ke kantor polisi dan bilang.. “Pak Polisi… perumpuan ini telah melanggar Undang-undang… harus segera di hukum”… Heh?????

Ada kejadian yang cukup membekas dihati saya (Saya gak tahu… didaerah lain…) ditempat saya tinggal.. sekitar setahunan yang lalu… ada 2 orang polisi wanita, mengenakan seragam dinas,..yang dengan demikian.. ramahnya… berkeliling dari satu rumah ke rumah lain… memperkenalkan diri mereka.., sebagai abdi negara yang bekerja di lingkungan tersebut. Rasanya.. enak dan nyaman banget buat saya… saya tahu nama mereka.. dan kemana akan mencari mereka jika sewaktu-waktu saya menemui kesulitan.

Mungkin metode ini bisa dilaksanakan juga ya… untuk sosialisasi Undang-undang Pornografi… Jadi ibu-ibu polisi mengadakan perkenalan sambil bawa sosialisasi Undang-undang… gitu!! (untuk LSM-LSM yang kemarin begitu gigih berjuang… ini saatnya membuktikan… apa yang anda lakukan bukan perjuangan main-main… atau…sekedar berpanas dan jadi penggembira…tapi sebuah kerja nyata…) Jika setiap wilayah telah dapat melaksanakan dengan baik sosialisasi ini… insya Allah… kesepakatan akan lebih baik lagi. Dan sebaiknya lagi… ada kesamaan pemahaman bagi petugas sosialisasi ini… agar tidak ada kesalahan penafsiran. Hmmm bagaimana?

Intermezo:… Baru-baru ini saya melihat sebuah buku.. yang ditujukan untuk umat pemeluk Kristiani.. Subhanallah… ternyata sekarang merekapun… mulai mensosialisasikan.. menggunakan penutup kepala (kerudung).. kepada kaum mudanya seperti halnya biarawati-biarawati digereja. Ini juga tidak dapat mengesampingkan aspek sejarah… bahwa bangsa-bangsa yang maju peradabannya… biasanya justru sangat menjaga dan menutup aurat dijaman keemasannya, dibuktikan dengan adanya sejarah dalam bidang fashion…. Hmmm Saya makin yakin bahwa Islam Rahmatan Lilalamin…

1 Komentar

  1. Allahuakbar…1 jt kali…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.