KUHP Kesusilaan Vs Undang-undang Pornografi

Saya bukan orang yang paham tentang “Dunia Hukum”.. Ketika pembicaraan ini banyak berkisar tentang Undang-undang… saya jadi ikut-ikutan tertarik… Apalagi.. ketika banyak orang mengetengahkan KUHP Tentang Kesusilaan.

Dari membandingkan 2 Undang-undang tersebut… saya yang sangat naif ini.. langsung saja melihat sebuah perbedaan yang menyolok. Yaitu.. Undnag-undang Pornografi.. adalah sebuah Undang-undang yang memang tepat untuk dijaman ini. Sedangkan KUHP… jelas… produk lama yang sangat tidak dapat diandalkan untuk kondisi akhir-akhir ini… (misalnya.. dengan adanya internet…yang pada saat membuat KUHP belum ada) selain itu… hukuman-hukumannyapun yang berupa denda, pada umumnya sangat-sangat kecil… tertinggi Rp 400.000,- (maaf kalau saya salah) barkan beberapa hanya dengan jumlah Rp 1.500,- sudah dapat “menyelesaikan beban” yang seharusnya ditanggung pelaku akibat tingkah lakunya.

Dalam undang-undang inipun.. beberapa pasalnya sangat rinci (walaupun tetap saja… ada yang dapat menemukan dan mengatakan pasal ini memancing pendapat multitafsir karena kurang rincinya).. sehingga.. peluang-peluang untuk melakukan pelanggaran yang berkaitan dengan pornografi sapat diantisipasi dengan baik.

Sebagai tambahan… negara Indonesia tercinta ini (berdasarkan sumber-sumber saat terjadinya dialog-dialog panjang di layar kaca) merupakan negara dengan sumber daya terbesar kedua sebagai pemasok industri pornografi terbesar didunia… Belum lagi pendapat dari JBDK yang dengan demikian lugunya.. membahas satu demi satu latar belakang ke-PRO-annya pada Undang-undang Pornografi.

Jika begitu.. menurut saya.. memang sudah tepatlah.. dibuat sebuah undang-undang baru untuk membetengi kejahatan asusila dinegara kita ini. Sekarang saatnya.. melakukan gerakan yang dapat membuktikan bahwa Undang-undang ini… besar manfaatnya untuk warga negara Indonesia, bukan sebaliknya… seperti yang banyak dikhawatirkan oleh banyak pihak.

Iklan

4 Komentar

  1. cenya95 said

    Banyak undang-undang yang harus dibuat tapi banyak pula celah untuk melanggarnya.
    Sebenarnya semua kembali pada moral dan keimanan yang harus kita miliki. Agama sangatlah berperan untuk membatasi seseorang melakukan tindakan tercela.
    Pertanyaannya adalah seberapa tebal moral dan keimanan yang kita miliki.
    salam

    Begitukah menurut anda, wahai sahabat?
    (huff) gak ada jualan “timbangan” akhlaq dan moral sih ya…
    Lalu…Apakah menurut anda, sahabat yg berani berkata apa adanya, orang-orang tak bermoral dan tak berakhlaq mampu memegang amanah sbg abdi negara, melayani kesejahteraan rakyat? UU ini kan ‘berlaku’ untuk semua warga tanpa kecuali.
    Agama??? Yah.. kita harus jujur… banyak umat agama yang belum mampu beragama secara “baik” menuruti tuntunannya… Jadi.. itulah sebabnya yang namay UU Pornografi ini mendapat dukungan dan diakui oleh negara.

  2. Lucu ya… laki-laki… apapun sifatnya (dari yang *maaf* brengsek abis sampai yang sangat beriman) milihnya wanita agamis untuk masa depan.. alias sebagai calon istri… tapi.. sering mereka tidak melihat apalagi mau melakoni… untuk mempunyai istri yang sholehah… mereka harus “belajar” dan “berjuang” jadi sholeh.

    Yah… gitu deh… cita-cita.. setiiiiiinnnnngggggiiii langit… sedangkan tangga bambu untuk meraih aja gak punya… sedih kan?

    + “Mulai dg posting moralis seperti postingan Anda ini, terus rajin nulis. Kapan2 saya pasang link-nya. Terima kasih, senang kenal Anda”

  3. waduh..kalo setiap langkah kita dibuatin undang2x, bakalan buanyak donk. yg seneng banget tentu aja yg ngebuat tuh undang2x, dpt duit masuk hehehheh

    aku mah setuju ama cenga95

    Insya Allah tidak seperti itu. Ketika seseorang telah mencapai tahap akhlaq terpuji, insya Allah segala sikapnya tidak perlu kontrol dari undang2 atau instansi apapun. Insya Allah.

    Ehmm tentang hal ini.. saya punya “cerita”.. disekolah Aini… Anak-anak TKnya… sangat diajarkan untuk “bebas berekspresi”.. dan diarahkan untuk “bersikap akhlaqtul Karimah”.. Percaya bisa berhasil??? (Yah.. jujur.. ini sangat gak bisa saya yakini keberhasilannya.. “pada awalnya”..)
    Dan… Subhanallah… inilah… kebesaran Allah… ketika anak-anak telah dapat meresapi dan melaksanakan sikap ini… Subhanallah… masuk SDpun (sekolah ini berjenjang dari KB hingga SMA).. anak-anak ini sudah sangat “tau diri”… Ini bukti.. bahwa begitu.. sikap yang awalnya seperti dipaksakan.. (seperti UU Pornografi) ternyata dapat berkembang dan menjadikan anak berkepribadian luar biasa. Mestinya untuk yang dewasa kayak kita-kita ini.. pencapaiannya pasti jauh lebih nyata kan????

    Dan Sayapun setuju beeerrrraaaat dengan anda.. ini memang tidak lepas dari bimbingan maksimal dari aparat terkait…. (kalau boleh saya tambahkan… peran serta masyarakat.. ) Yah… selalu ada jalan bagi kita kalau kita sungguh-sungguh, apalagi tujuan diundangkannya UU Pornografi ini kan mulia… Insya Allah

  4. Yanti said

    Iya. Betul, dan saya mohon org yg melek hukum seperti anda, membantu dgn berpartisipasi dalam mensosialisasikan hukum. Bukankah membantu org agar lebih mulia, dgn bertambah ilmu, dan tidak ‘diketawakan’ adalah ibadah luar biasa. Yup. Kita tunggu ya.. Jazakillah

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.