I’m.. care on.. You Lutfiana

I’m Care on You Lutfinana…

Saya membayangkan.. Engkau adalah putriku… Karena itu.. saya sangat prihatin dengan nasibmu…

Engkau telah terangkat dari kehidupanmu sebelumnya, Kehidupan seorang gadis belia.. yang penuh optimisme karena kecerdasanmu. Pasti ada alasan yang menyebabkan.. Engkau mau melakoni hidupmu sekarang… menikah dengan seseorang yang cukup berumur… diusiamu ke 12.

Hmmmm…. saya memang tidak dapat banyak menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, kenapa kau mesti kembali kerumah?.. Kenapa masyarakat memojokkanku?.. tapi saya cukup paham.. betapa makin “menakutkannya” dunia ini bagimu. Kau harus bersekolah lagi… bertemu dengan kawan-kawanmu.. dengan gurumu.. dengan buku-bukumu… dengan pertanyaan masyarakat… dengan cibiran orang… dengan statusmu yang tak pasti. Sedangkan… (mungkin) kau sudah mulai merasa nyaman dengan lingkungamu sekarang… dalam rumah sang kyai.

Cobalah.. para ahli… pertimbangkan.. cerita ini dari sisi,.. gadis belia ini. beban psikologis yang harus ditanggungnya jika “dipisahkan” dengan sang kyai… (OOOPPPPSSS… saya tetap belum dapat menyetujui anak-anak yang menikah terlalu dini). Masalahnya.. adalah.. roda kehidupan ini telah bergulir… ketika roda ditarik mundur lagi kebelakang.. pasti ada bekas goresan dalam diatas jejak jalanan roda. Pls.. jangan lihat sisi sang kyai atau sisi yang lain… (kak Seto keukeh… ingin “mengembalikan” Lutfiana, dengan alasan untuk melindungi hak anak… ) Hanya Lutfiana lah pokok perhatian kita… karena I’m care on You Lutfiana.

Statusnya… yang “hanya menikah sirih” .. tidak punya kekuatan hukum apapun.. terhadap pernikahan yang dilakoninya.. tidak saja hak-haknya sebagai istri.. apalagi.. menuntut kesamaan dengan istri yang lain (pembagian waris misalnya). Bebannya… untuk “kembali kemasyarakat”…. “kembali ke pangkuan keluarga” “kembali kedunia pendidikan”…. Lalu… ketika orang bicara tentang hak anak… mungkin kaupun akan makin bingun… karena memang tubuhmu tubuh kanak-kanak… tapi duniamu… sudah dunia dewasa.. Lalu anak-anak siapa yang dibicarakan disini????

Waktu saya diskusi dengan sang Imam… kami jadi kehabisan kata…. Sungguh ini adalah sebuah langkah yang sangat-sangat keliru… menikah diusia sangat muda… dengan status perkawinan yang tidak jelas dalam Undang-undang negara.. Solusinya?????? Sangat sulit.. dan harus hati-hati… karena I’am care on You Lutfianai. Jangan sampai jiwamu… yang telah “retak” karena kasus ini akan jadi “hancur lebur..” akibat salah penanganan.

Disisi lain… memang benar.. statusmu sebagai seorang istri bukan hal yang lumrah.. Akan mengakibatkan jalan hidupmu penuh dengan warna… Sanggupkah jika Engkau, Lutfiama, terus berada dalam situasi seperti sekarang ini???Karena I’m care on You Lutfiana… Saya tahu kamu berhak atas apa yang dapat membuatmu jadi lebih… lebih dan lebih baik… Semoga segera akan kau temukan… Sholatlah.. dikeheningan malam.. pada sang Pengatur Lakon…  Sang Pemilik semua ini… agar engkau segera terlepas dari kesulitan ini…

Karena I’m care on You Lutfiana…..

1 Komentar

  1. garistengah said

    ya tentu org tuanya setuju dgn pernikahan tsb,krn syeth puji kaya,coba ortu mana yang ga mw ditawarin uang mahar ratusan juta +fsilitas yang menggiurkan,lha coba kalau syeth puji itu cuma petani atau buruh pabrik yang miskin mana mau ortunya,jadi intinya kalau u punya kekuasaan dan harta melimpah maka u bs melakukan apa aja untuk melampiaskan hawa nafsumu!

    Betulkah?…. Maaf sahabat… jika kita tidak tahu yang sesungguhnya… maaf… sebaiknya tidak menyampaikan atau menyebar luaskan sebuah berita… maaf sekali lagi maaf…
    BTW… thx… for joint and make any comment… Jazakumullah

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.