Premanisme dalam dakwah Islam???

Huff sedih hati ini… ketika sebuah gerakan Islam di”beri” nama gerakan premanisme. (menilik artinya Prof. Koentjoro, Ph.D memberikan definisi tentang premanisme yaitu segala tindakan melawan aturan, vandalisme, tindakan brutal, dan merupakan perilaku yang tidak cerdas yang kebanyakan dengan menggunakan kekuatan (uang, pengaruh, massa, dll.) untuk mendapatkan tujuan tertentu dengan mengabaikan konsensus bersama..) Apalagi akhir-akhir ini… yang namanya preman lagi dirazia dimana-mana… diseluruh pelosok negara tercinta, Indonesia. Yang yang terpampang adalah orang-orang yang berbaju seadanya.., bedan bertato, membawa senjata tajam.. rupanya pun sangat kusut. hmmmm…Makin.. rendah harkat Islam sebagai Agama yang Agung.

Huff memang bukan hal yang mudah bagi seorang muslim untuk melakukan dakwah.., mengajak kearah kebaikan,.. membawa kemashlahatan. Dalam bertindak mereka-mereka ini, ada yang baru “dicolek” sudah… mau mengikuti langkah… ada yang harus pake acara… debat panjang lebar… baru terketuk hatinya. Dan yang seringkali bikin hati ini rada gregetan… adalah manusia-manusia dari golongan (maaf) kata orang jawa “ndablek”. Bolak-balik di “dekati” cuuueeeek aja…, malahan.. sering memberikan “perlawanan”.. dengan fisik, dengan ucapan.. dengan tindakan yang tidak senonoh.

Jika ditenggok sejarah panjang perjuangan Nabi Muhammad saw… (tempat seharusnya kita berkaca). Beliau adalah contoh sesabar-sabarnya manusia…. sebaik-baik manusia… Manusia yang akhlaqnya jadi tauladan bagi kita. Ada saat dimana orang-orang disekeliling beliau sudah “duduk diatas bara api”.. udah gak sabar.. pengen segera membalas perbuatan musuh-musuh nabi dengan tindakan yang setimpal. Bahkan Malaikatpun sempat “ngompori”…dengan meminta Nabi untuk memusnahkan sebuah kaum yang sudah begitu kelewatan pada Nabi.

Tapi… Subhanallah… demikianlah… Nabi yang mulia ini… tidak sekalipun mau berbuat hal-hal yang menyakitkan bagi sesama umat.. Subhanallah. Malah doa agar setiap orang mendapatkan hidayah dan kebaikanlah yang selalu terlantun dari mulut beliau.

Tapi… dengan sikapnya yang sangat terpuji tersebut, bukan berarti Nabi Muhammad menjadi orang yang penakut….. Dalam setiap medan perang, dimana beliau turut andil didalamnya, Beliau adalah seorang tentara yang unggul, panglima perang yang mumpuni. Orang yang mampu mengobarkan semangat prajurit-prajuritnya… untuk tidak gentar bertempur menghadapi berapapun banyak musuh-musuhnya. Selalu berada dibarisan terdepan menghadapi serangan musuh-musuhnya… Subhanallah.

Jadi.. sebenarnya… premanisme dalam Islam tidak ada. (Insya Allah… yakin saya bicara tentang hal ini)

Hmm jika sekarang ada ormas Islam yang menggunakan tindakan kekerasan yang cenderung disebut sebagai tindakan premanisme? Huff…

Saya hanya minta semua pihak melihat ini sebagai sebuah hal yang menjadi persoalan bersama dan diselesaikan bersama.

Mungkin memang benar para pengikut ormas tersebut telah berbuat berlebihan… Kenapa? Bisa jadi karena tidak sabar menunggu tindakan dari penguasa negeri ini untuk melakukan pembenahan. Sudah benarkah statement ini? Maaf jika saya boleh nanya… sebenarnya… kata “tidak sabar” itu… setelah masa menunggu yang berapa lama??? Apakah memang sudah banyak dilakukan.. hal-hal yang berkaitan dengan upaya menyelesaikan dengan jalan damai??? sehingga terucap kata “sudah tidak sabar???”

Disisi lain….Penguasa negeri ini yang dijadikan kambing hitamnya, karena kelambanannya. Siapakah penguasa negeri ini?.. Bukankah sejak negara ini merdeka.. komitmen dasar negara ini adalah pancasila…?? Bukankah yang menjadi landasan hukum negara ini adalah UUD 45??? Bagaimana mungkin.. kaum Islam (termasuk saya) bersikeras agar… hukum negara ini beralih kepada hukum Islam???

Hmmm sekali lagi… saya teringat pada keadaan dirumah saya.., 3 orang anak saya… mempunyai usia yang berbeda.. masing-masing punya kesukaan, punya ketertarikan dan punya cara hidup masing-masing. Tidak mungkin saya mengharuskan anak saya yang remaja untuk hidup dengan gaya balita.. sebagaimana sikecil.. demikian pula sebaliknya.Yang penting dalam keseharian mereka.. batasan-batasan yang saya dan Imamku tetapkan… mereka patuhi dan laksanakan dengan baik. Itu yang utama.

Jadi begitulah jika saya melihat dari sisi para pemimpin saat ini.., mustahil bagi mereka untuk berpihak pada satu golongan atau satu suku bangsa dari Negara Kesatuan Indonesia ini.. setiap bangsa dan golongan akan diberi kebebasan untuk berekspresi, untuk melaksanakan “gaya” hidup masing-masing selama di apa yang dilakukannya tidak keluar dari komitmen awal yaitu Pancasila dan UUD’45.

Apalagi jika kemudian diantara golongan atau suku bangsa ini mulai melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan dan ketentraman golongan atau bangsa yang lain. Pasti akan segera diambil tindakan… (samaa kan… kita bisa memperingatkan, memarahi bahkan menghukum anak-anak kita yang “memulai” lebih dulu menganggu saudaranya yang lain…)

Tentu saja dalam menghukum.. seringkali kadar keadilan… tidak dapat dipenuhi dengan tepat… banyak hal yang membuat kita memilih langkah hukuman.. misalnya… berdasarkan usia, berdasarkan pemahaman.. berdasarkan tingkat kenakalan dsb-dsbnya. Begitulah kira-kira yang juga dilakukan oleh penguasa. Ada saat di mana mereka menjadi “mementingkan” satu golongan karena pertimbangan “bla-bla”.. atau memojokkan satu golongan yang lain karena alasan yang “bla,.bla”

Hmmm mudah-mudahan ini cukup dipahami…

Kembali ke soal premanisme…

Saya termasuk orang yang tidak suka dengan “kerumunan masa”… Kenapa?? Karena banyak cerita sejarah membuktikan… jika sebuah kelompok masa bergerak.. seringkali ini menjadi sebuah tindakan yang sulit dihentikan dan dikendalikan. Terbukti dengan banyaknya… “penggulingan kekuasaan” dengan diawalin oleh kerumunan sejumlah masa. Yang jelas.. ketika masa bergerak… akan sulit mendeteksi siapa yang jadi bagian dari kelompok itu… dan siapa yang berada didalam kelompok sebagai penyusup dengan membawa misinya sendiri. Yang bisa jadi membelokkan.. tujuan kerumunan masa ini… menjadi sebuah tindakan yang akhirnya akan keluar dari tujuan utama yaitu.. melakukan kegiatan dakwah… mengajak umat kearah kebaikan dan menyebarkan cahaya Illahi.

Sebagai penutup… jika boleh saya ulang kembali… sebaiknya..
1. Kita melakukan kajian ulang.. apakah sudah tepat jika kita memaksakan kehendak kita untuk menegakkan hukum-hukum Islam di negara Republik Indonesia ini?? Apalagi jika dengan melakukan kekerasan, yang akhirnya malah meninggalkan cap “preman” kepada para pelakunya.. yang akhirnya dikaitkan dengan kebesaran agama Islam. Hmmm????
2. Dalam menyampaikan dakwah…, mengajak kearah kebaikan, mencari cahaya Illahi.. ada banyak cara yang sebaiknya dikembangkan dengan sempurna… apakah dengan lemah-lembut, apakah dengan debat panjang,.. apakah dengan “ketegasan”, apakah dengan melakukan negosiasi.. , apakah dengan membuat kompromi… tergantung pada golongan dan suku bangsa yang harus kita hadapi. Yang penting tidak mengkaburkan tujuan dakwah dan juga tidak menjadikan Islam kehilangan CahayaNYA.

3. Sesungguhnya hanya Nabi Muhammad sawlah… suri tauladan sebaik-baiknya bagi kita.. SehinggaYang paling penting dan terpenting adalah.. Nabi Muhammad selain dikenal sebagai seorang yang sangat penyabar, berakhlaq mulia,.. panglima perang yang handal… beliau adalah seorang negarawan yang luar biasa… Yang tahu… kapan harus berkompromi dan kapan harus bersikukuh… dan sekaligus dapat mencapai tujuan dakwah dengan sempurna… Amin Ya Rabbil Alamin..

1 Komentar

  1. rhainy said

    Jadi…kalo kita mau nasehatin orang…seharusnya kita banyak belajar dulu ya mbak….belajar tentang macam2 kepribadian orang sehingga bisa dinasehati dengan cara yang pas (jadi lebih kena) , belajar bagaimana caranya bicara dan mengungkapkan sesuatu dengan baik sesuai dengan sikon , belajar mulai sesuatu yang baik dari diri kita sendiri sehingga gak cuma nasehatin orang tapi diri sendiri juga masih kacau balau…gitu kan mbak?

    Biar dapat mencapai tujuan dakwah dengan sempurna…

    Kurang lebih gitu… tapi mesti ditambah… (ini yang lebih susAH.. KALO MENURUT SAYA..) belajar bisa nguasain diri waktu menyampaikannya…. hufff saya belummm lulusss nih soal yang ini… masih emosian…. hick hick hick,…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.