LISTEN TO ME….

Sahabat-sahabatku… Listen to Me…

Dengarkan.. bagaimana suara jeritan batinku membahana…

Jeritan amarah… jeritan kecewa.. jeritannya melengking…. tiiiinnnnggggiiiii

(Sebelumnya… maaf jika menyinggung.. dan sungguh keterlaluan jika anda tidak tersinggung)

LISTEN TO ME…

Bagaimana bisa kita saling tuding.. sementara kita yang menjadi dalang semuanya…

Orang berteriak.. tentang media masa yang (katanya) tidak berpihak pada kaum Islam dengan selalu menyampaikan berita secara berat sebelah…. Kenapa??? Karena tidak ada Orang Islam yang menjujung tinggi dan melaksanakan keIslamannya secara nyata dalam dunia media.. untuk memuat berita-berita yang “sesungguhnya” sehingga berita-berita yang (katanya) berat sebelah dapat dianulir…

Orang berteriak… tentang keinginan untuk memiliki negara yang mempunyai landasan hukum Islam.. karena yakin bahwa jika dan hanya jika landasan ini dapat digunakan.. kesejahteraan dapat dicapai. (karena Islam adalah agama Rahmatan Lilalamin).. Tapi mana negarawan Islam yang bersedia bicara tegas dan lugas menenteng.. semangat keIslamannya???? Mana??? Partai-partai Islam.. pun sekarang mulai.. mengadakan “kompromi-kompromi”… yang bisa bikin.. parta non muslim.. cengar-cengir

Orang berteriak.. bahwa korupsi dinegara ini sudah teramat sangat meraja lela… Tapi mana… mana aparat negara yang bersedia jujur… mengakui dirinya Islam… mau berjuang memberantas korupsi… mana??? Yang ada justru sederetan (dan makin hari makin panjang deretan ini) manusia-manusia yang mengaku Islam… dan menyandang gelar… tersangka korupsi…

Bahkan untuk hal-hal yang sangat pribadi…

Orang banyak bercita-cita.. dan berjuang agar Islam Jaya… Tapi… kita (termasuk saya) sering lupa dan mengabaikan apakah anak kita (tempat dimana “perjuangan” harus maksimal) telah benar sholatnya… apakah anak kita telah mengidolakan Nabi Muhammad.. apakah.. konsep-konsep Aqidah.. telah kita tanamkan secara benar… Lalu.. apa yang mau diperjuangkan????

Orang banyak bicara tentang kemiskinan…. Tapi.. lihatlah.. jujur.. sebagian kemiskinan itu karena karya kita sendiri… Kita yang terlalu “cinta dunia”.. kita yang terlalu rakus.. kita yang tidak punya cukup empati terhadap tetangga yang membutuhkan… (Coba hitung… berapa zakat harta yang akan terkumpul dan dapat dikelola dengan baik, jika dan hanya jika kita mau mengamalkan… gak usah kita cari dana pinjaman ke lain negara… gak usah ada lagi sahabat yang meninggal karena kelaparan…) Kita yang terlalu malas untuk bekerja keras, Kita yang sengaja..ciptakan ini kemiskinan.

Disaat dunia sudah berpacu dengan teknologi tercanggih… kita banyak yang masih belum tahu.. apa itu internet… atau malah sebagian pake internet untukkegiatan haram… Dan… ini memang sengaja kita yang mau… coba.. disekeliling kita… berapa banyak orang yang sikapnya… acuh tak acuh… gak mau pusing..gak  mau repot… untuk berinteraksi dengan internet. Salahkah… jika akhirnya dunia yang satu inipun “dikuasai oleh orang-orang diluar Islam”???

Dan masih banyak…. terlalu banyak malahan… yang harus aku jeritan

LISTEN TO ME

Sungguh… buatku.. semua kejadian akhir-akhir ini.. adalah hal bikin saya malu…. Bahwa.. ternyata semua ini memang saya ciptakan… kita ciptakan… ketakutan yang dibesar-besarkan (misalnya tidak ada yang mau terjun ke dunia entertainment.. dengan alasan terlalu dekat dengan kemaksiatan.. tapi apa jadinya.. dunia entertainment ini dikuasai oleh orang-orang nonmuslim… memjungkir balikkan fakta… menyiarkan kehidupan yang membuat kita terbuai.. mendidik masyarakat agar membuat Islam jadi Hina… kenapa tidak kita ambil alih??? Orang-orang Islam dengan budaya Islam dengan dakwah Islam????) Dengan kemalasan yang dibesar-besarkan… menganggap.. hidup tek perlu bekerja keras…. Mana bisa??? Sedang Nabi Muhammad.. sebelum akhirnya… “dinobatkan” sebagai Nabi… perjuangannya tidak main-main… Menggembala kambing.. menjadi pedagang…, orang suruhan… pun setelah menjadi nabi… masih saja harus berjuang… dengan kesabarannya… dengan hartanya.. dengan tangannya.. dengan pedangnya…

“Jangan pernah jadi orang.. yang sudah merasa puas dengan apa yang dicapai.. dan bermimpi hanya dengan itu kita dapat masuk surga lebih dari mimpi para sahabat nabi bahkan mimpi nabi sendiri”… Ini adalah kata-kata seorang ustadz… (Jazakallahu khairan katsiran… wahai ustadz..) yang selalu terngiang-ngiang ditelinga saya… Ketika kami (para murid-muridnya) sedang malas belajar… (ketahuan.. karena dipertemuan berikutnya… gak bisa jawab pertanyaan sang ustadz).. Apa yang kita lakukan belum sebanding… kita belum pernah berjihad dimedan perang… (yang insya Allah dapat menjadikan kita syuhada).. kita tidak meninggal saat melahirkan anak-anak (yang insya Allah akan menjadikan kita khusnul Khotimah) Kita belum sholat hingga kaki ataupun mata ini menjadi bengkak… karena kekhusyukan kita… mengharapkan Rahmat Allah, kita belum punya anak-anak sholeh/sholehah… yang telah kita didik… dan dapat kita harapkan menjadi pembuka pintu surga.

Belum lagi segudang… “penghalang”… Hmm Yah…Iman ini masih tipis… belum berani bicara lantang dan mempertahankan keyakinan kita dihadapan orang banyak… jujur.. sebagian dari kita (termasuk saya) masih suka “cari selamat” dan “cari kenyamanan”. (termasuk saya).. Hapalan Qur’an… Ya Allah… I’am shame.. I’am crying…..

SO… LISTEN TO ME…

Jangan lagi buang waktu kita untuk bersilang pendapat… untuk saling menyalahkan… untuk mencari kejelekan orang…. ITS Me… Yes… ITS Me.. pusat dari segala… kesalahan…

Seandainya saja… saya lebih pintar… (dengan mau lebih banyak belajar) seandainya saja saya lebih berani (dengan mau menanggung resiko.. ketika saya diposisikan dalam kondisi yang sulit untuk “memperjelas” dan “mempertegas”  Islam) seandainya saja… saya bisa lebih bisa “berbicara”… akan ada banyak permasalahan politis yang sulit dipecahkan dapat diselesaikan dengan cara Islami.. seandainya saja… saya tidak terlalu malas dan mau sedikit lebih cerdik… pasti.. saya tidak akan dihimpit oleh banyak permasalahan… Jika saja… Jika saja… INSYA ALLAH… INSYA ALLAH… Ya ALLAH

Sayangnya hingga saat ini saya, anda, kita semua masih.. suka memelihara… segala sifat tersebut… Lalu.. kenapa musti marah ketika ada yang bicara jujur… orang-orang Islam bodoh… (hmm saya ada didalamnya) ketika ada yang bilang Islam = teroris.. karena sampai saat ini.. kita belum bisa berdiplomasi mumpuni.. dan memilih.. berjuang dengan “gaya koboi” ketika ada yang bilang Islam identik dengan kemiskinan dan kebodohan… kenapa pula kita mesti marah… karena.. memang kita yang kurang belajar…

So… LISTEN TO ME…

Jika dan jika memang kita ingin semua ini berubah… Islam jadi Jaya… Islam.. dapat kita banggakan… Islam kembali jadi “LIFE STYLE” umat Islam…Yup..kita harus berubah… mulai dari diri ini dulu… jadi pribadi Islami yang unggul… Buktikan… bahwa semua ucapan itu dengan tindakan… tidak dengan debat kosong. Yah… kita dapat “memaksa” diri ini… sampai kelevel yang paling sulit… untuk berubah.. tapi kita tidak dapat sedikitpun memaksa orang untuk berubah sesuai apa yang kita mau….

ISLAM.. adalah Agama Rahmatan Lilalamin…. Buktikan… buktikan…. Jangan maaarrraaaahhhh aja.. (kayak saya sekarang…. yang lagi marahhhh… HUFFFF)

2 Komentar

  1. achoey said

    3 M
    Mulai dari diri sendiri
    Mulai dari hal-hal yang kecil
    Mulai saat ini

    Insya Allah… Insya Allah… sahabat… mari saling mengingatkan…

  2. Iksan said

    Yupz…

    Saya tambah..
    3 M
    Menguras,Mengubur dan Menimbun (Pokoknya semua perbuatan,pikiran,hal2 yang bertentangan dengan nilai2 Islami,hal2 yang dilarang oleh Allah Swt,Al-Quran dan Assunah)

    Lhoh,jangan marah2 to mbak,ntar yg mw nulis di blog ini pada takyyyut n lari smw…

    Jazakallahu khairan katsiran… Ya Akhifillah… engkau benar…
    Dan… he he he… gak papa dooonnng kalau marahnya… karena ingin mengajak ke kebaikan….. seperti marahnya seorang ibu terhadap anaknya… seperti marahnya seorang kakak kepada adik…. seperti marahnya teman kepada teman (yang seiring sejalan) Marah yang penuh kasih… bukan marah kepada manusianya… tapi marah karena ia telah melakukan sebuah kekeliruan… dan telah diingatkan pula dengan jalan kelembutan… sebelum akhirnya marah….
    Boleh kan?????

    BTW… Thx for remind me… saya yang selalu suka emosiiiiiii. (hiiiii seram ya….)

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.