No Jilbab di Kantor??

Lucu ya…

Sedih ya…

Aneh ya…

Sudah 20 tahun-an berlalu… masih saja ada kontroversi seputar Jilbab… Seingatku… yang namanya pelarangan Jilbab itu terjadi di era 80-an… Ada apa dengan negeri ini??? kita seolah-olah.. berputar-putar maju dan mundur… bukannya… melangkah.. kedepan.. dengan kepala terangkat. Ya.. kembali dunia muslimah Indonesia.. terguncang oleh adanya berita 2 buah RS (RS Mitra Keluarga dan RS Karya Medika II) di Wilayah Bekasi yang melarang pekerjanya mengenakan JIlbab…

jika tidak keberatan.. mari kita bicara kembali tentang Jilbab.

(sebetulnya saya sudah tulis di “Seragam Jilbab” kemudian di “Jilbab” dan juga di “Keutamaan Hijab” )

Dari pembahasan saya di ketiga postingan tersebut.. saya akan katakan  (yakin dan keras) saya ulangi kembali bahwa sebagaimana “IKRAR” yang telah kita sebutkan di “Pintu Gerbang” Ke Islaman.. Kita sebagai seorang muslimah meyakini adanya… “ISLAM sebagai sebuah LIFE STYLE’..  “Allah sebagai BIG BOSS dalam dunia KeIslaman adalah SATU-SATUNYA yang HARUS kita dengarkan… kita ikuti, kita patuhi.. kita yakini setiap apapun ucapanNYA…” sebagaimana tercantum dalam

Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).
QS. Al Anfal (8) :20

Kemudian kamu berpaling setelah (ada perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.
QS. al-Baqarah (2) : 64

Dengan demikian Jelaslah… jika  Allah menjadikan Jilbab sebagai “SALAH SATU PERINTAHNYA” , maka yang tidak boleh ada tawar menawar, (yang tertulis dalam Al-Qur’an di ayat-ayat sbb) HARUS, KUDU, WAJIB..

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
QS. an-Nur (24) : 31

Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. al-Ahzab (33) : 59

Unfortunaly… ayat-ayat ini… seringkali diartikan.. tidak tepat (maaf.. jika ada yang tidak berkenan membacanya… saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu… dan kepada Allahlah.. saya memohon selalu diberi pemahaman yang lebih dan lebih lagi.. jika saya melakukan hal yang salah)

1. Jilbab adalah pakaian sebuah golongan atau bangsa…

2. Jilbab yang beredar saat ini sudah sesuai dengan apa yang digariskan

3. Jilbab menghalangi seorang muslimah untuk berkarya

4. Bahkan yang sering lebih “menyakitkan” lagi adalah.. Jilbab adalah sebuah bentuk “pemaksaan” dan “belenggu” terhadap kaum perempuan pada umumnya dan pada kaum muslimah pada khususnya…

Hmmmmmm……

Tapi diluar itu semua… (karena apa yang saya tuliskan diatas…, adalah “pernyataan-pernyataan” yang dikeluarkan oleh orang-orang yang (ampuni aku ya Allah yang telah berani memberikan penilaian terhadap orang lain) jika kita berkaca kepada 3 ayat diatas adalah mereka-mereka yang (mungkin) belum pernah mendengar atau sudah pernah mendengar tetapi belum paham tentang maksud dari ayat-ayat diatas atau mereka-mereka yang termasuk dalam golongan orang-orang yang bagaimanapun kita memberikan pemahaman… tidak dapat mereka terima.. bahkan kadangkala mereka-mereka ini mengeluarkan pernyataan yang berlawanan (memputar balikkan fakta).. Semoga… kita tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas. Ya.. kita berada dalam golongan… yang sudah menggunakan jilbab… Jilbabnyapun Jilbab yang Syar;i… sebagaimana disebutkan diatas.. yang telah menutup hingga ke dada.., tidak transparant dan tidak pua ketat.. sehingga setiap gerak-gerik ini… menjadi seperti layaknya… lenggok-an.. penari..pemancing.. nafsu.

Wahai Sahabat… jika kita berbicara tentang “nikmat dunia” yang (mungkin) akan hilang jika kita menggunakan Jilbab… (I Don’t Know… mungkin buat sebagian orang… ini terlalu… religius.. dan tidak melihat kenyataan… Tapi… maaf sekali lagi maaf…  )  Ini adalah senbuah perumpamaan yang saya kutip dari sebuah ta’lim. Tentang Jika kita disuruh memilih…

1. Maukah.. kita memiliki.. uang yang bernilai 1 milyard..???  yang benar-benar milik kita dan boleeeehhhh dipakai apaaaa saja… ataukah

2. Maukah kita memiliki sebuah tabungan.. lifetime… forever and ever.. dunia dan akhirat.. sebanyak 20 juta.. yang selalu dan selalu.. berharga sama… dengan garansi dari Bank???  Yah… jika saat ini kita berbelanja 10 juta.., seper juta detik itu juga… uang 10 juta kembali tertransfer ke rekening… jika kita belanja 20 juta… seperjuta detik itu juga 20 juta kembali ada dalam rekening… tidak pernah  ada waktu yang teramat sangat singkat yang sempat ditunjukkan oleh buku tabungan ada pengurangan jumlah dana…

Hayoooo mau pilih mana????

Begitulah sebenarnya… jika saya boleh menafsirkan… (dari kesimpulanku dalam majelis Ta’lim tersebt) tentang amalan sholeh… tentang pahala yang kita kerjakan ketika mematuhi perintahNYA menjauhi larangNYA, tentang setiap amalan kita (diantaranya menggunakan Jilbab) adalah bagikan sejumlah dana yang ada dalam rekening kita.. dan ketika dana yang ada kita gunakan dalam beramal… Allah segera mengisi kembali rekening dana kita dengan jumlah yang sama… (PLUS.. jika dana-dana yang ada  kita gunakan untuk beramal.. berarti sebuah rekening lagi dan lagi terbuka untuk kita… Subhanallah….) Pantaslah… jika para Tabi’i (sahabat Nabi) begitu giat beramal ya…….

Hanya jika saya boleh kaitkan dengan kasus pelarangan Jilbab di 2 RS di Kota Bekasi…

Saya melihat dari 3 sisi yaitu : (Maaf ini adalah sebuah pemikiran dari saya yang terlintas)

A. Dari sisi kita sebagai pribadi muslimah.

ISLAM.. adalah sebuah agama yang sangat menjunjung tinggi adanya komitmen… (lihat saja Nabi Muhammad saw.. sebagai sebaik-baik manusia.. sebagai contoh akhlaq terpuji.. tidak pernah sedikitpun menyalahi janji… sehingga di kalanganan musuh beliau sendiri… beliau tetap disegani sebagai orang yang tidak pernah berdusta… selalu jujur… memegang komitmen… berbicara “lantang” dan “apa adanya”…jika dan jika ada yang ternyata tidak ssesuai komitmen setelah berjalannya waktu… beliau selalu mengutamakan adanya perundingan sebelum mengambil keputusan)

Oleh karena itu… saya hanya berharap… kita sebagai kaum muslimahpun.. mencontoh ini dengan sempurna (Ya Allah beri kami kekuatan, kesabaran, keikhlasan, keinginan tinggi agar dapat meniru beliau).. Jika dan hanya jika… pada saat awal.. ada sebuah perjanjian (apalagi… jika ini tertulis) yang jelas-jelas.. mencantumkan adanya keberatan dengan penggunaan Jilbab.. ketika bekerja… KITA TIDAK MELANJUTKAN PROSES MELAMAR PEKERJAAN. Kenapa?… tidak ada gunanya… (maaf ini langkah yang akan kuambil dan saya sarankan untuk diambil) jika kita bersikeras.. karena secara nyata  sudah diperlihatkan bahwa KANTOR/ PERUSAHAAN TERSEBUT BUKANLAH TEMPAT YANG DAPAT MEMBERIKAN KEBAIKAN KEPADA KITA.. APALAGI REJEKI YANG HALALAN TYOYIBAH (mengingat untuk bekerja kita harus memulainya dengan menafikan keyakinan kita pada Allah… Masya Allah)

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
QS. Saba’ (34) : 39

Yah… Rejeki… bukan kita yang mengatur darimana datangnya… Rejeki bukan kita yang menentukan berapa besarnya…

Sesungguhnya tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
QS. al-Isra’ (17) : 30

Dengan demikian.. (Sungguh hanya Al_Quran lah.. petunjuk yang paling benar kepada manusia) tidak sebaiknya.. jika kita menurunkan tingkat keyakinan kita… kepatuhan kita pada selain Allah.. dengan mempertaruhkan penggunaan jilbab oleh para muslimah dalam mencari rejeki. (Ya Allah… berikah kekuatanMU agar kami tetap dijalanMU ya Allah… tanpa campur tanganMU… tanpa bantuanMU sungguh kami tak pernah punya kesempatan ini.. karena kami hanya makhluk tak punya daya…)

Insya Allah… jika “KUAT” jika kita “KOMPAK” jika kita “SUNGGUH-SUNGGUH”… pelarangan-pelarangan ini akan “LUNTUR”  ya… Insya Allah… bagaimana tidak… kita sebagai muslimah adalah isi dari sebagian besar warga negara Indonesia (bukankah Islam adalah mayoritas di Indonesia bahkan hingga total 80% dari total penduduk)..  Ini adalah sebuah “KEKUATAN” yang luar biasa… yang dapat merubah.. apapun yang jadi keputusan..

Tapi sebelum itu… kembali lagi… sebagai muslimah kita harus menjunjung tinggi sebuah komitmen… sebuah perjanjian… JANGAN MELAKUKAN… GEBRAKAN.. YANG NYATA-NYATA MERUPAKAN TINDAKAN YANG MELANGGAR KOMITMEN… Muslimah adalah setinggi-tingginya perempuan bermartabat… Muslimah adalah ibu segala ibu… yang akan memberikan tauladan… memberikan pengayoman… sehingga tidak sepantasnya jika kita… bersikap.. TIDAK JUJUR… (dengan mau bersikap “seolah-olah” kita bagian dari komunitas ini… komunitas yang tidak mengehendaki adanya pemakaian jilbab dalam bekerja)

Let’s go to another company… Bismillah… Insya Allah… akan ada banyak barakah.. akan ada banyak rejeki akan ada banyak kebaikan di tempat lain…  Laa  Tahzan innallaaha ma’ana (Jangan bersedih Allah bersama kita)

Tetapi jika ternyata… kesadaran dan pemahaman akan wajibnya pemakaian jilbab tumbuh kemudian… (Subhanallah… Alhamdulillah… sungguh hanya DIA yang membawa cahaya.. yang mengeluarkan kita dari kegelapan) sebaiknya… kita melakukan negosiasi… tanpa sekalipun bergeser dari pemahaman tentang wajibnya berjilbab… Insya Allah selalu ada jalan… Kalau toh pun tidak…. sekali lagi yakinlah Laa  Tahzan innallaaha ma’ana ( jangan bersedih Allah bersama kita)

Bukankah… Jika kita menengok kebelakang… ke perjalanan sejarah Islam… Begitu banyak muslimah… yang dicatat dalam tinta emas sejarah… ikut mengukir perjuangan.

2. Dari sisi Organisasi Muslimah

Sebuah himbauan… sebuah harapan… sebuah keinginan… sebuah permintaan…

Wahai para saudari-saudaraku… ditangan kalian saat ini masa depan para muslimah.. Sudah waktunya.. kita tak lagi bicara doang… (NATO = No Action Talk Only)… Do something… beri kesempatan para saudari kita para muslimah… untuk ikut berkiprah membangun negara.. untuk ikut bagian dalam barisan Fii-SABILLILLAAH.. tanpa harus melanggar kodrat ke-muslimahannya.

Ciptakan lapang kerja yang mendukung..

Ciptakan kesadaran yang tinggi akan pentingnya sebuah Jilbab sebagai jati diri seorang muslimah

Ciptakan lingkungan yang kondusif disekeliling muslimah-muslimah

Ciptakan rasa satu yang utuh… sehingga kita semua kompak.., saling melindungi.., saling mendukung.. saling memberi kesempatan… saling membantu.. saling bergandengan tangan.

Ini adalah sebagian dari apa yang bisa dilakukan oleh organisasi-organisasi muslimin di Indonesia.

Cukupkan segala perbedaan…

Cukupkan segala sikap benar sendiri

Cukupkan ingin menjadi yang paling dan paling

Cukupkan keegoisan

We should.. walk together… hand in hand… to the LIGHT… on HIS WAY..

(Ya Allah… Kabulkan Doa ini Ya Allah… Sungguh hanya kepadaMU lah.. aku dapat berharap)

3. Dari SISI PEMIMPIN

Jawaharlal Nehru, “Kamu dapat menilai suatu bangsa melalui status perempuan bangsa tersebut.”

Sebuah Jargo… menyatakan bahwa “agama adalah adalah sahabat bagi perempuan, namun perempuan seringkali menjadi musuh bagi agama”.

Jika.. seorang perempuan… ingin menjadikan agama sebagai landasan hidupnya… jika seorang perempuan ingin melangkah dalam keyakinan yang lurus terhadap sebuah agama.. jika dengan agama tersebut.. perempuan akan menjadi perempuan-perempuan yang mempunyai kemampuan dan status yang lebih baik jika dengan demikian sebuah bangsapun akan terimbas.. dengan makin “BERNILAI”..

Hmmm….

(I Don’t Know.. mungkin ini kedengarannya… terlalu… “pintar hukum” ya… maafkan saya…)

Sayapun membaca… dari “tetangga”

JAMINAN KEMERDEKAAN BERAGAMA DALAM UUD & UU

1. UUD 1945 Pasal 28E, ayat (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, ayat (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.

2. UUD pasal 29 ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

3. UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 22 ayat (1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Pasal 22 ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

4. UU No. 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik pasal 18.

(1) Setiap orang berhak atas kebebasan berfikir, berkeyakinan dan beragama. Hak ini mencakup kebebasan untuk menganut atau menerima suatu agama atau kepercayaan atas pilihannya sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama-sama dengan orang lain, dan baik di tempat umum atau tertutup, untuk menjalankan agama atau kepercayaannya dalam kegiatan ibadah, ketaatan, pengamalan dan pengajaran.

(2) Tidak seorang pun boleh dipaksa sehingga mengganggu kebebasan nya untuk menganut atau menerima suatu agama atau kepercayaannya sesuai dengan pilihannya.

5. UU No. 1/PNPS/1965, jo. UU No. 5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/ atau Penodaan Agama, pada penjelasan Pasal 1 berbunyi, „Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk Indonesia ialah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Khonghucu (Confucius). Hal ini dapat dibuktikan dalam sejarah perkembangan Agama-agama di Indonesia. Karena 6 macam Agama ini adalah agama-agama yang dipeluk hampir seluruh penduduk Indonesia, maka kecuali mereka mendapat jaminan seperti yang diberikan oleh pasal 29 ayat 2 UUD juga mereka mendapat bantuan-bantuan dan perlindungan seperti yang diberikan oleh pasal ini.

DENGAN DEMIKIAN PEMERINTAH DI DALAM MENGATUR KEBEBASAN UNTUK MENJALANKAN AGAMA ATAU KEPERCAYAAN MEMILIKI KEWENANGAN SBB

Berdasarkan apa yang tersurat dalam Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 70 dan tersurat dalam Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik pasal 18 ayat (3) yang telah diratifikasi DPR RI, maka Pemerintah dapat mengatur/ membatasi kebebasan untuk menjalankan agama atau kepercayaan melalui Undang-Undang.

Beberapa contoh diberikan di bawah ini elemen-elemen apa yang dapat dimuat di dalam pengaturan tersebut.

1. Restriction For The Protection of Public Safety (Pembatasan untuk Melindungi Keselamatan Masyarakat)

2. Restriction For The Protection of Public Order (Pembatasan untuk Melindungi Ketertiban Masyarakat)

3. Restriction For The Protection of Public Health (Pembatasan untuk Melindungi Kesehatan Masyarakat)

4. Restriction For The Protection of Morals (Pembatasan untuk Melindungi Moral Masyarakat)

5. Restriction For The Protection of The (Fundamental) Rights and Freedom of Others (Pembatasan untuk Melindungi Kebebasan Mendasar dan Kebebasan orang lain).

5.1. Proselytism (Penyebaran Agama)

5.2. Pemerintah berkewajiban membatasi manifestasi dari agama atau kepercayaan yang membahayakan hak-hak fundamental dari orang lain,

Dengan pembahasan diatas.. jelaslah.. posisi pemerintah dalam menjalankan kewenangannya mengatur kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Memang… sayapun menyadari… adakalanya… ada kondisi dimana.. situasi pelaksanaan ibadah suatu golongan agama bertentangan dengan golongan yang lain… Disinilah.. sangat dituntut kearifan seorang pemimpin… kepekaan seorang pengambil keputusan… sehingga apapun keputusan yang diambil… tetap merupakan jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak… dan dengan aparat negara yang dimilikinya… mestinya… akan ada sebuah kontrol dengan melakukan reward and punishment pada setiap pihak yang terkait dengan kesepakatan tersebut diatas.

Jika ini dihubungkan dengan pemakaian Jilbab mestinya.. pemerintah bersedia mendengar.., membaca.., melihat.., mempertimbangkan.., menjadikan dasar hukum peraturan-peraturan tersebut diatas untuk dapat mengambil sebuah sikap atas kasus-kasus serupa di Indonesia… Apalagi jika… kita lihat… bahwa… perjuangan para muslimah untuk ini sudah cukup panjang… (see in “Sekelumit Sejarah Jilbab Di Sekolah negeri di Indonesia”)

Wahai… para pemimpin… saya sampaikan keinginanku.., permohonanku….. sekali lagi… agar akan ada kemajuan dalam bangsa ini meraih nilai-nilai yang benar… menjadi bangsa yang bermartabat.. maka ijinkanlah… kami kaum muslimah… sebagai bagian dari begitu banyak wargamu… sebagai bagian terbesar dari semua golongan yang ada dalam negara ini… dan sebagai bagian dari masyarakat muslimin yang ada di Indonesia.. Ijinkan kami untuk menjadi muslimah yang sesungguhnya… yang sebenar-benarnya…. dengan memberi kesempatan berkarya tanpa melepas identitas….

Yah… kita akan tetap menunggu sikap dan tindakan nyata.

(PS : Mudah-mudahan rencana pertemuan (dalam waktu dekat ini) dengan ibu Yoyoh Yusroh.. seorang Aleg dari DPR RI, Komisi 8 (Bag Agama, Perempuan, Anak dan Sosial) dapat terlaksana… dan dapat diambil sebuah kesimpulan yang akan berpihak pada kepentingan semua pihak dengan baik… Insya Allah)

3 Komentar

  1. Dhita said

    untuk pemakaian jilbab itu tergantung niat masing-masing apakah sudah siap atau belum untuk mengenakan jilbab. akan tetapi, pada dasarnya jilbab itu dianjurkan untuk wanita muslimin sebagai penutup aurat mereka.

    Wanita berjilbab skrg juga sudah cukup banyak, dengan gaya, model jilbab yang modern, serta design untuk pemakaian jilbab tersebut.

    Setiap manusia kodratnya akan melewati sekolah kehidupan. Kapan lulusnya? Setiap org akan berbeda proses, jarak tempuh, kecepatan, ketekunan dan sekaligus hasil akhir yg berbeda. Keep moving. keep praying….Bismillah

  2. achoey said

    Alhamdulillah kalo di tempat kerjaku justru yang ga pake jilbab malah pada pake jilbab akhirnya🙂

  3. menutup aurat adalah kewajiban seorang muslim

    Ya… insya Allah benar

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.