KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarakat (Diantaranya Agama)

Dalam KUHP ada bagian

BAB V.

KEJAHATAN TERHADAP KETERTIBAN UMUM.

khusus dalam pasal 156 s/d 157.. ada aturan tentang mengakomodasi kepentingan semua golongan dalam negara Republik Indonesia ini… bisa disimak dibawah ini

Pasal 156.

(s.d.u. dg. S. 1918-292, 293; UU No. 18/Prp/1960.) Barangsiapa menyatakan rasa permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia di muka umum, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (KUHP 154 dst.)
Yang dimaksud dengan “golongan” dalam pasal ini dan pasal berikutnya ialah tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Pasal 156a.

(s.d.t. dg. UU No. 1 /Pnps / 1965.) Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Anotasi:
Pasal ini telah diubah ejaannya dari ejaan lama ke ejaan yang disempumakan.

Pasal 157.

(1) (s.d.u. dg. S. 1918-292, 293; UU No. 18/Prp/1960.) Barangsiapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan atau lukisan, yang isinya mengandung pemyataan rasa permusuhan, kebencian atau penghinaan di antara atau terhadap golongan-golongan rakyat Indonesia, dengan maksud supaya isinya diketahui atau lebih diketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Bila yang bersalah melakukan kejahatan tersebut pada waktu menjalankan pekerjaanny dan pada saat itu belum lewat lima tahun sejak pemidanaannya menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga, maka yang bersangkutan dapat dipecat dari haknya menjalankan pekerjaan tersebut. (KUHP 154 dst., 321.)

Hmmm ini adalah pasal-pasal yang dapat dikenakan kepada seseorang yang berniat untuk menjatuhkan suatu golongan.. seperti yang (di”ancamkan”) pada para pengedar kartun tak senonoh dari Nabi Muhammad saw.. dari situs berbahasa Indonesai baru-baru ini…  ehm.. ehm.. dapat juga looo dikenakan pada orang-orang Islam yang terang-terangan akan mendiskredit segolongan masyarakat yang lain. jadi hati-hati dalam mengambil langkah ya….

Jujur…. sebetulnya… bagi orang Islam… ini bukan hal baru… dan semestinya juga sudah menjadi bagian dari keseharian kita… . Menghargai dan memandang sederajat pada sesama manusia… simaklah dalam :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS. Al-Hujurat (49) : 11

Sebenarnya Allah dengan segala keMAHA TAHUanNYA.. tidak pernah berbuat sebuah kesalahan sekecil apapun.. sehingga jika ternyata dalam dunia ini ada banyak golongan.., agama, suku bangsa.., ras.. dsb-dsbnya tak lain dan tak bukan.. adalah agar ada silahturahmi diantaranya. Sebagaimana tertulis dalam

Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
QS. al-Hujurat (49) : 13

Jika dan jika ada orang-orang yang ternyata berniatan tidak baik terhadap Islam,.. baik berupa pemutar balikan fakta Al-Qur’an atau yang seperti saat ini… beredarnya kembali kartun Nabi Muhammad saw… sebaiknya yang kita kerjakan adalah………….


Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. al-Baqarah (2) : 190

Demikianlah.. biarpun pada “orang-orang yang memerangi jalan Allah” tetap dan tetap harus memperhatikan “derajat tidak melampaui batas” yah… biarpun mereke mengganggu kita …..sampai saat yang paling bikin “gggeeeemmmmeees” (udah pengeeen ‘nguyel-nguyel’, ‘nycabeein).. tetap harus akhlaqtul kharimah… tariiikkk naaapppaaasss pppaaanjjjjaaaannng dan tidak boleh melampaui batas. Adapaun ternyata kemudian para orang ini.. menyadari kesalahannya… atau tidak… Islam tetap punya solusi…

Jadi… jelas ya… bagaimana caranya kita “melawan” orang-orang yang “maunya”.. menfitnah… menjatuhkan… menghinakan ISLAM…. Alhamdulillah… berarti.. gak ada lagi.. tindakan yang bergerak dalam kelompok “koboi” dalam menenggakkan Islam… Yuuup… Bismillah.. we try.. new sesion.. for Islam… lebih dewasa, lebih bermartabat… lebih mulia dalam berdakwah

6 Komentar

  1. ha…ha….🙂 [ …] “gggeeeemmmmeees” (udah pengeeen ‘nguyel-nguyel’, ‘nycabeein)..

    pencerahan ku dapat hari ini dari seorang ibu yang slalu gemes melihat fenomena yang terjadi diantara kita.

    He he he.. maklum ibu-ibu… kalau ada apa-apa langsung deh.. geeemmeeesss.
    Maklumin aje yeeeee

  2. ikhtibar said

    Assalamaualaikum

    menurut Al-Qur’an, jika kita bertemu orang2 ahli kitab dan mereka bertanya sesuatu tentang Islam (bukan dengan maksud pingin tahu , tapi berdebat) maka jangan kita ladeni mereka. cukup ajak mereka bermubahalah (bersumpah saling melaknat).
    katakan : “jikalau kamu benar semoga Allah melaknat saya, keluarga saya dan keturunan saya. Tapi jikalau saya benar semoga Allah melaknat kamu, keluargamu dan keturunanmu” dan ajak mereka membawa serta anak dan istrinya

    inilah yg dilakukan nabi saat berhadapan dengan adi bin hatim dari Yaman

    Wa’alaikum salam… semoga apa yang anda sampaikan benar apa adanya.. dan semoga ini dapat menjadi tambahan ilmu bagi kita semua

  3. Kalau ada sebuah kaum kemudian menyebut “kafir” kamu lain, itu sudah merupakan “pelecehan” belum?

    Mengingat pertanyaan ini adalah pertanyaan yang cukup “berat” sudilah kiranya anda membuka postingan saya yang berjudul “kafir”.
    Terima kasih dan maaf jika ini merepotkan anda.

  4. arifrahmanlubis said

    kembali “lagi” ke sunnah Rasul.

    ini bukti cinta paling nyata dari kita🙂

    Insya Allah…

  5. Darmawan said

    tambahan dikit, kalau yang komik masuknya yang UU ITE terutama pasal penyebarluasan konten yang mengandung sara, bukan hanya pembuat tapi juga yang ikut menyebarkan konten2 tersebut bisa kena. hukumannya maks 12 tahun penjara. semoga aja ketangkep yang bikin blog2 pelecehan itu

    Wah… Jazakallahu khairan katsiran… sahabat.. Sungguh ini sebuah pelengkap yang sangat berguna….
    Yah.. semoga setiap kita akan mendapatkan kemudahan untuk berbuat kebaikan dan peringatan sebelum tindakan yang menyalahi hukum bangsa dan negara serta agama sempat kita lakukan… sehingga kita tidak pernah termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang merugi. Amin

  6. LareOsing said

    @Emanuel Setio Dewo :
    Kalau ada sebuah kaum kemudian menyebut “kafir” kamu lain, itu sudah merupakan “pelecehan” belum?

    Jawaban saya:
    Kalau anda menyebut orang yang mencuri barang anda sebagai “maling” pelecehan bukan ?
    Kalau anda menyebut kaum yang nggak mengakui adanya Tuhan lalu memberontak ke RI sebagai “PKI” apakah juga pelecehan terhadap kaum komunis ?
    Kalau anda menyebut anak yang sampai kapanpun nggak mengakui anda sebagai bapak dengan sebutan “durhaka”, pelecehan bukan ?

    Lalu jika Allah menyebut orang-orang yang mendustakan firmanNya dan tidak mengakui keberadaanNya ( seperti kaum Quraish waktu dulu, dan juga kaum lain yang membangkang dan mendustakannya ) dengan sebutan “Kafir” apakah masih anda anggap sebagai pelecehan ?

    Allah menyebut kaum sebelum Muslim, yang masih lurus dan teguh tauhid-nya ( hanya mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhannya ) dengan sebutan yang sangat halus dan indah sebagai “Ahlul Kitab”. Mereka adalah kaum yang berpegang teguh pada ajaran Taurat dan Injil yang dibawa oleh Rasul-nya. Yang masih belum diingkari, belum digubah sesuai kepentingan manusianya.

    Dikisahkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah : 112-115. Yang mana Allah juga menyebut “Kafir” bagi kaum Nabi Isa ( Yesus ) yang membangkang :

    112. (Ingatlah), ketika sahabat-sahabat (Hawariyin) Nabi Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.”
    113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”
    114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.”
    115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang KAFIR di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”

    Allahu Akbar !
    Yesus berdoa kepada Tuhannya ( Allah ) untuk menuruti kaumnya yang belum yakin akan Tuhannya. Dikisahkan begitu akurat dan manis dalam Al-Qur’an. Dan hari Al-Maidah atau “hidangan” itu diabadikan sebagai “The Last Supper” atau perjamuan kudus oleh umat Nabi Isa ( Yesus ).

    So, setitikpun tdk ada keraguan dalam Al-Qur’an.

    //LareOsing</blockquote

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.