Hubungan Dengan Non Muslim

Wahai sahabat hidup ini memang aneh…

Dalam berhubungan dengan sesama manusia… ada banyak cerita yang tertulis… karena itu.. banyak novel.. jadi laris… ketika menggalinya sebagai sumber inspirasi..  Termasuk hubungan kita sebagai muslim dengan non muslim… hmm selalu ada cerita dibalik itu… dari yang romantisss karena mengisahkan cinta dua anak manusia yang berbeda agama hingga kekerasan karena ada pertumpahan darah disana… Yah… inilah manusia.

Menurut goresan sejarah…tentang penciptaan manusia . Yaitu ketika malaikat bertanya pada Allah… “YA Allah untuk apa kau ciptakan manusia dimuka bumi ini?.. bukankah mereka hanya akan melakukan kerusakan dan kekacauan?”

Allah menjawab.. dengan menerangkan bahwa DIA adalah yang Maha Tahu.. apa yang baik dan yang buruk.. dimuka bumi ini.

Manusia dengan kemapuan akal.. yang menurutNYA lebih dibandingkan makhluk-makhluk yang lain diberiNYA  “kebebasan… bersyarat” akhirnya.. ada didunia yang fana ini. Saya katakan “bebas bersyarat” karena manusia mempunyai kebebasan yang mutlak terhadap dirinya… bahkan bebas juga dalam mengatur orang/ makhluk lain yang ada di dunia ini, tetapi.. bersyarat.. agar dalam mengaplikasikan kebebasannya… manusia diberi syarat / pengaturan melalui “Kitabullah”… (Manual book for human… he he  he… gitu kali ya… kira-kira… judulnya menurut manusia kalau kita nyari di toko buku… ) Yaitu Al-Quran.

Yah… tapi namanya juga manusia… makhluk yang paling banyak tanya dan ngeyel… dengan aapa yang tertulis di Al-Qur’an (masiiiiih aja di pertanyakan… ) Dan karena Allah adalah Sang Pencipta. dan Maha Tahu.. maka Allah mengupayakan meredam sifat ngeyel dan banyak tanya ini dengan mengutus Nabi Muhammad saw… (seseorang yang begitu baik akhlaqnya)  sebagai pembawa, penjelas, pendakwah…. juga contoh nyata.. untuk menyampaian ayat- demi ayat yang ada di Al-Qur’an. Agar manusia jadi gak salah langkah.

Subhanallh… beliau memang mumpuni dengan tugas yang satu ini. Tak satupun yang bercela… Kemudian… berdasarkan pertimbangan… bahwa apa yang beliau kerjakan demikian banyaaak… (yah manusiakan cepat sekali luuupaaa ya…) dan manusia turun temurun semakin banyak… (sulit untuk menyampaikan pada semua orang, sifat dan sikap Nabi Muhammad, dari generasi ke generasi.. dari satu tempat ke tempat lain… belum lagi adanya kemungkinan “ditambah-tambahi” pada saat menyampaikan berita) akhirnya dibuatlah sebuah keputusan untuk mengumpulkan.. dan menulis segala apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw tersebut dalam Hadist.

Nah.. dari Al-Qur’an… yang ayat-ayatnya telah saya tulis dalam “KAFIR???” cukup jelas dan gamblang… bagaimana tuntunan dalam berhubungan dengan non muslim. Dibawah ini adalah tindakan Nabi Muhammad saw..  yang dapat dijadikan contoh….

1. Nabi tetap mengadakan hubungan baik dengan non muslim.. dalam bidang perdagangan.. politik antar negara.. bahkan… kepada tawanan perangpun… tidak ada satupun contoh dari nabi yang membuktikan sikap tidak terpuji.

2. Dalam menyampaikan dakwahnya… Nabi Muhammad… tidak sekali-kali menggunakan faham pemaksaan… sebagian besar kaum yang akhirnya beriman kepada Allah swt adalah kaum yang secara nyata melihat sikap-sikap Nabi.. dengan Akhlaqtul kharimahnya…  Dalam berdikusi beliau sangat santun… (Santun dalam arti menghargai pembicaraan tetapi tidak sekali-kali menjadikan beliau lengah dan mengikuti pendapat lawan bicara jika ternyata pendapatnya berlawanan dengan Al-Qur’an)

3. Sekali-kali Nabi Muhammad tidak pernah bersikap tidak adil terhadap kaum non muslim.. walaupun jelas-jelas.. orang tersebut dari kalangan yang begitu benci terhadap Islam. Bahkan beliau mengatakan akan menghukum putri beliau sama dengan hukuman yang beliau jatuhkan pada orang non-muslim… jika dan hanya jika sang putri melakukan kesalahan yang sama.

4. Jika ternyata pada akhirnya Nabi Muhammad mengangkat senjata.. ini juga bukan karena nafsu berperang… tapi sungguh semata-mata hanya karena memikirkan “APAKAH ALLAH RIDHO.. ATAS APA YANG AKU KERJAKAN”.. Sehingga betapa besarnya perang yang berkobar… tidak ada kebencian disana… terbukti Nabi hingga akhir hayatnya adalah musuh yang sangat disegani dan dihormati oleh semua musuh-musuhnya…

Yup… Jadi.. memang begitulah sebaiknya kita memperlakukan non muslim yang ada disekeliling kita… mereka tetap memiliki hak sebagai seorang tetangga.. mereka tetap memiliki hak sebagai seorang yang seprofesi… mereka tetap memiliki hak untuk dihargai pendapatnya.

Tetapi… TETAP PERLU DIGARIS BAWAHI… ketika kondisi dan situasi dalam membina hubungan tersebut… mulai menampakkan adanya hubungan yang tidak sehat… seperti.. adanya upaya untuk mengadaptasi pola pikir mereka (masya Allah… padahal.. cara busana sebagian dari kaum muslimah telah mengadaptasi kebiasaan dan pola pikir mereka ya…. Ampuni kami semua ya Allah.. yang sangat bodoh.. untu memilah-milah mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan hukumMU) Sikap tegas.. dan jelas.. harus sudah mulai ditunjukkan… terus demikian… hingga kembali dicapai kesepakatan untuk kembali saling menghargai. Jika ternyata ini tidak dapat dilakukan… ada beberapa hal yang dianjurkan untuk dikerjakan :

1. Memberikan peringat keras… atas batas-batas yang tidak boleh dilanggar (Hal yang sama juga harus kita terapkan pada diri kita sebagai seorang muslim… selama para non muslim ini masih berada “dalam lingkaran agamanya” kita tidak punya hak untuk menarik-narik mereka keluar lingkaran agama atau bahkan menyerang apa-apa yang ada dalam diri mereka dan lingkarannya. Yup… tentu saja akan jadi beda jika… mereka sendiri yang keluar dari lingkaran agama tersebut mendekati kita… kaum Islam… karena ketertarikan pada apa yang kita lakukan diluar lingkaran agama mereka…  Dan ini adalah sebaik-baik metode penyampaian dalam Islam)

2. Segera.. “membuat jarak” dengan non muslim tersebut.

3. Memutuskan hubungan… (Allah memang tidak menyukai orang-orang yang memutuskan silahturahmi… tetapi jika ternyata ini sudah membahayakan pemahaman aqidah kita tentang Islam.. atau dalam arti kata lain lebih besar mudharatnya.. dari kebaikkannya… sebaiknya memang dilakukan)

4. Melawan.. dengan tindakan yang sesuai..  (Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas)

5. Berpasrah pada Allah… Karena ada kondisi yang memang tidak lagi dapat kita kontrol.. dengan kemampuan kita yang terbatas sebagai manusia… dengan tetap berupaya menjauhi dan melawan sebatas yang sebaiknya dan semampunya kita lakukan

6. Dan jangan lupa… kita tidak hidup dalam sebuah kondisi yang dasar-dasar hukumnya mengacu pada dasar-dasar agama Islam… sehingga tetap harus ada kompromi terhadap hukum negara… (Kompromi dalam arti mengikuti ketetapan prosedur hukum yang ada di negara Indonesia.. tetapi tidak berati berkompromi dalam menjalankan syariah agama ISLAM).

Jika menyimak.. apa yang saya tuliskan diatas.. jelas sebagai seorang muslim.. kita tidak dapat menjadi seorang non muslim sebagai seorang pemimpin… karena pemimpin pasti membawa misinya dalam kepemimpinannya. kita tidak dapat menjadikan seorang non muslim sebagai sahabat ataupun seorang kepercayaan, karena dalam berdikusi dan meminta pendapatnya pasti akan ada pendapatnya yang akan ia sampaikan.. jelas sebagai muslim.. kita tidak dapat menjadikan seorang non muslim sebagai suami karena ia akan bertindak sebagai pemimpin dalam hidup keluarga kita dan juga sebagai orang yang akan menjadi kepercayaan serta dimintai pendapatnya dikala kita menemui kesulitan.

Hmmm mungkin sudah cukup jelas.. ya….

Mudah-mudahan sedikit dari apa yang saya tahu… ini dapat berguna bagi kita semua…  semoga Allah Ridho pada apa yang saya tuliskan.. dan semoga kita tetap dibimbingNYA untuk dapat bersikap Akhlaqtul Kharimah… Amin Ya Rabbil Alamin

Iklan

1 Komentar

  1. hidayanti said

    massyaallah…bagus sekali renungannya ummi

    Jazakillah khairan katsiran… nanda…
    Alhamdulillah sebagian kecil dari ilmu Allah… yang DIA ijinkan untuk ummi tuliskan disini…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.