Hari Guru…

25 November 2008… (besok ya….?) = Hari guru.

Sosok-sosok guru yang ada di ingatanku :

1. Ibu Sus + Ibu Mamik… guru Taman Kanak-kanak
Waktu itu… aku kesekolah… hanya ingin main… (karena aku sudah bisa baca, udah bisa nulis dari rumah, jadi belajar disekolah bukan hal yang “menantang” buatku) aku jauh lebih lasak dari anak-anak yang lain…baju gak pernah rapih dan bersih… baauuu lagi… Maaf ya bu… saya nyusahin… terus… Senyum Ibu, lembutannya elusan tangan dikepalaku… gak pernah ku lupakan. Jazakumullahu khairan katsiran… wahai ibu-ibu mulia berdua.

2. Bp Supratikno… Guru SD yang lebih dari sekedar guru… Bersama beliau saya “loncat kelas”.. sehingga SDku hanya 5 tahun… Jasamu selalu ada dalam rongga dadaku.

3. Bp. Hasan… Guru Agama SD.. Saya gak pernah lupa… betapa mempesonanya.. sifat-sifat Allah yang beliau sampaikan… Lagu yang beliau ajarkan… untuk menghafal Asmaul-Husna… masih saya ingat sampai sekarang… dan kuajarkan pada anak-anakku… Alhamdulillah… merekapun merasa senang dan terbantu menghafalkan Asmaul Husna dengan lagu itu. Where are you now…?

3. Bp. Bambang.. Guru Karate… Hmm beliau “membuka” dunia lain untukku… Sayang.. keinginan beliau untuk mengemblengku.. sampai “JADI”… batal karena kedua orang tuaku menutuskan untuk menghentikan latihan-latihan ini karena menilai… aku makin jadi tomboy. He he he… batal deh jadi atlet karate… Lost contact…

4. Ibu.. Susi… Guru SMP yup… She’s great… She’s fantastic… Beliau ini guru PKK.. yang berhasil “mancing” kemampuanku dalam masak memasak… Nilai di Raport untuk PKK dapat 9. (mana ada coba… raport 9 di PKK… fuih….) Dan… ada bagian dalam cerita hidup keluarga.. dimana usaha warung makanan dan catering ikut berperan dalam membuat roda keluarga tetap bergulir… Jazakillah khairan katsiran.

5. Ibu Mar… Guru Kimia SMA… Oh… She’s like mom for me…. (psss.. beliau kebetulan “ternyata” juga sahabat almarhum bapakku disaat kuliah). Gak jarang beliau mengajakku berbicara dari hati ke hati.. mengundangku kerumahnya… memberi semangat… (I miss YOu.. my dearest teacher…) Semoga Allah akan memberinya kelapangan tempat disampingNYA… karena beliau telah dipanggil yang Maha Kuasa..
(Dihari Pemakamannya… Subhanallah… murid-muridnya… yang sudah puluhan tahun tak bertemu daaattaanng… Sungguh apa yang ia lakukan padaku dengan tulus.. ia lakukan pada seluruh muridnya tanpa kecuali ) Yah… She’s not just an ordinary teacher… She’s the special one…. (Ada cerita lain yang membekas.. adalah ketika… murid kimia terpandai dikelasku saat itu… dinikahkan..orang tuanya.. waktu lulus SMA.. karena alasan tradisi… padahal dia diterima PMDK di fakultas kimia sebuah universitas negeri terpandang. Ibu Mar… dengan gigih… memperjuangkan kesempatan bersekolah untuk temanku tadi… yah…memang tidak berhasil… temanku tetap menikah.. Tapi… apa yang bu Mar lakukan… kepeduliannya terhadap murid-murid… belum ada satupun yang menandingi dihatiku)

6. Bp. Har.. Guru Bahasa Indonesia… Guru satu ini bapak kedua untuk murid-muridnya… Beliau perhatian banget… Murid-muridnya… gak ada yang merasa sungkan main ke rumah beliau…

7. Dosen-dosenku… Hmmm kalau kuingat… ada masanya… keselll kalau mesti ngantri asistensi tugas.. berjam-jam didepan pintu ruang dosen…padahal dosennya… gak tahu kemana dan kapan datangnya… Tapi.. sekarang semua itu… justru jadi pokokku untuk kuat berdiri… gak jadi mudah putus asa… gak mudah kalah… ketika menghadapi masalah besar… gak mudah mundur.. ketika harus berjuang…
Jazakumullahu khairan katsiran

8. Pak Im… Ustadz yang ngajar ngaji dirumah waktuku kecil…. Kebayang gak sih… 4 anak yang lumayan “bandel”.. selalu cari alasan absen kalau sudah waktunya ngaji… Subhanallah… kesabaran beliau… Sungguh tanpa beliau… mungkin sampai saat ini saya masih “buta huruf hijaiyah”.. Ini memang figur guru yang istimewa buatku. Jazakallahu khairan katsiran

9. My Imam, Pak Ma’ruf, Pak Syamsir, Pak IIng, Pak Ali, Pak Amir, Almarhum Bu Tati… dsb.. adalah begitu banyak guru yang telah menorehkan “keteguhan hatiku dalam berIslam”… Sampai sekarang… beliau-beliau adalah pelita dalam hatiku… selalu teruss. dan terusss memberikan ku semangat dan “penerangan” untuk terus melangkah mencari cahaya Allah… Jazakumullahu khairan katsiran

Tanpa guru gak ada yang bisa jadi “seseorang”… Guru punya artian yang sangat luas… Ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya… guru dan dosen adalah “pengajar resmi” yang didatangi anak-anak untuk menimba ilmu… sedangkan kehidupan juga menjadi guru bagi setiap manusia.

Penghargaan dan ucapan terima kasih… tentu saja tidak cukup untuk semua yang telah berjuang mati-matian… mendedikasikan seluruh hidupnya agar dapat berperan besar mendidik…

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai guru-guru… memberikan kesempatan mereka untuk mengembangkan seluruh potensi hidupnya.. menjadi fasilitator bagi masa depan gemilang anak-anak bangsa.

Saya mungkin tidak tepat jika… mengatakan … bahwa banyak guru sekarang yang tidak lagi seperti sosok-sosok guru dalam ingatanku.. tapi ini jujur… nyata. Saya merasa sekarang-sekarang ini banyak hal yang lebih menarik bagi seorang guru untuk dikejar… dibandingkan dengan menjadi guru bagi anak-anak didiknya.

SELAMAT HARI GURU…
Semoga segera tercapai kesejahteraan untuk para guru
Semoga anak-anakku juga mendapat kesempatan memiliki guru-guru lebih hebat dariku
Semoga… bangsa ini segera melahirkan generasi Qur’ani yang sangat hebat berkat didikan guru-guru

2 Komentar

  1. realylife said

    nama saya mana ya ?

    he he he he… nama anda ada dibagian “DST= Dan seterusnya” he he he…

  2. yodama said

    Hari ini berarti HARI GURU ya, bu!?
    TERIMA KASIH Bapak dan Ibu Guru.🙂

    Guru,
    namamu akan selalu hidup dlm sanubariku

    salut saya thdp guru2 atas pengabdiannya dan telah menghasilkan putra/putri bangsa terbaiknya.
    Meskipun penghasilan dr guru (maaf!) kecil (dulu!, gk tau kl sekarang!?) ya.

    Mungkin krn alasan itu jg, bnyk mahasiswa yg jarang milih jd guru dibanding dg profesi yg lain?? Karena faktor ‘kesejahteraan’ itu td.

    Tanya kenapa?🙄

    Yah.. satu sisi ada rasa terima kasih yang tak terhingga buat semua guru yang sudah mati-matian mendedikasikan dirinya pada “keguruan”.. sisi yang lain… sedih.. karena mutu guru makin merosot… yup.. seharusnya yang jadi guru justru orang-orang dengan IP 4,5 keatas.. atau bahkan para wisudawan bergelar cumlaude.. sumacumlaude dan lain-lainnya…

    Semoga… segera tercapai bangsa yang punya martabat karena kepandaian dan akhlaqnya ya….

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.