Oleh-Oleh dari Talk Show ‘Anak Istimewa berkat Ibunda yang Kuat dan Istimewa”

Oleh-oleh dari Talk Show.. “Anak Istimewa karena Ibunda yang Kuat dan Istimewa”

Crowne Hotel Plaza, 29 November 2008.

Subhanallah… Alhamdulillah… DIA telah ijinkan saya untuk hadir (beberapa kali saya sempat maju-mundur dengan kebisaan saya… karena ada beberapa agenda lain dihari yang sama) dalam talk show ini saya, yang didampingi oleh putraku sayang.. berkesempatan untuk bertemu dengan ibu-ibu dan bapak-bapak hebat :
1. Ibunda Osha
2. Ibunda Idham
3. Ibu Ages
4. Om Farhan
5. Reza Gunawan.

Yang saya dapatkan dari talk show ini adalah :

1. Mempunyai Anak berkebutuhan khusus bukanlah sebuah “Vonis”…

2. Anak-anak berkebutuhan khusus pada dasarnya sama dengan anak-anak yang lain punya kelebihan dan juga punya kekurangan.

3. Jika seorang anak diperlakukan karena kekurangannya… maka dia tidak akan mampu mengatasi masalahnya dengan lebih baik bahkan akan cenderung makin “mengkerdilkan” diri.. tapi jika anak tersebut diperlakukan karena kelebihannya… dia akan lebih mampu untuk mengharagai diri dan berkembang maksimal dengan kelebihannya itu

4. Tidak penting sebab atau asal muasal datangnya “kekurangan” pada anak berkebutuhan khusus… apakah dari keluarga sang ayah ataukah sang ibu… Karena jika ini dijadikan pijakan untuk berfikir… justru akan timbul konflik baru antara sang ayah dan sang ibu.

5. Penerimaan terhadap keadaan anak secara utuh oleh keluarga terutama kedua orang tua (bukannya penolakan) adalah sebuah langkah dasar dan utama untuk anak mengatasi kekurangannya.

6. Setiap anak mempunyai kelebihan yang dapat (dengan jeli) diangkat oleh orang tua menjadi sisi hidup yang akan menjadikannya mampu mandiri.

7. Seringkali “rasa sakit” karena “berbeda” tidak dimiliki oleh anak-anak berkebutuhan khusus.. tetapi ditanggung oleh anggota keluarga yang lain.. Demikian sehingga rasa sakit ini… menimbulkan dampak yang berat dalam suasaan kekeluargaan. Dan menyebabkan “penyakit” baru..

8. Dalam melihat masalah (untuk mengatasi rasa sakit itu) kita tidak boleh melihatnya dengan pandangan mikroskopis (terlalu dekat dan detil) tetapi harus dengan pandangan telekopis… (jauh dan menyeluruh) Dengan demikian persoalan karena memiliki anggota keluarga yang berkebutuhan khusus dapat menjadi lebih ringan…

9. Orang tua dari anak-anak yang berkebutuhan khusus… jika memerlukan… sebaiknya juga menjalani terapi… agar dapat lebih membantu kesembuhan anak.

10. Setiap orang dalam keluarga yang mempunyai anak berkebutuhan khusus.. tetap punya hak untuk mendapat dan diperlakukan secara layak… sebagaimana mestinya.. Sehingga semestinya… sesekali ada waktu luang untuk membangun hubungan baik… secara pribadi… antara kedua orang tua… ibu dengan sang kakak, ibu dengan sang adik.. ayah dengan sang kakak , ayah dengan sang adik ataupun diantara kakak dan adik sendiri. Jadi tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, penolong, pengasuh, pembimbing, dsb dari sang anak yang berkebutuhan khusus.

11. Hanya ibu-ibu yang berbahagia yang dapat menjadi fasilitator bagi anak-anak yang berbahagia.

12. Perlunya supporting group bagi keluarga-keluarga dengan anggota keluarga yang berkebutuhan khusus…

Cerita-cerita yang berkesan adalah… curahan hati dari :

1. Ibunda Osha… (Sekarang Osha sudah bersekolah di UGM jurusan Arkeologi)
Ibunda ini menceritakan bagaimana kondisi-kondisi tidak mudah yang dihadapi oleh putranya… dari bullying, meminta mukena karena.. terlalu dekat dengan anggota keluarga yang perempuan.. sehingga kehilangan figure laki-laki, sulitnya penerimaan keluarga hingga belum ada informasi yang memadai (waktu itu awal tahun 90-an) sehingga untuk mendeteksi keautisannya.., Osha baru mendapatkan kepastian disaat ia sudah berumur 8 tahun / kelas 2 SD. Satu hal yang sangat saya garis bawahi adalah… Ia mengajarkan untuk secara cermat mengamati minat dari anak-anak. Osha.. sejak umur 5 tahunan (menurut sang ibu) sangat gemar terhadap segala macam bentuk musik.. bahkan jingle iklan di TV.. dapat ia tirukan dengan tepat.. ucapan maupun nadanya.. (berkembang sesuai dengan perkembangan yang dicapainya) Berdasarkan pengamatan ini, akhirnya sang ibu mengenalkan alat musik pada putra tercinta.. Inipun tidak mudah… dengan ketekunan dan perjuangan… (sampai sang ibu juga ikutan les.. musik loo untuk bias membantu sang anak belajar dirumah) akhirnya… sekarang ini…sang anak yang pada awalnya… didiagnosa.. akan sulit berhasil dibidang akademis… ternyata.. dapat bersekolah di universitas negeri favorit… plus dapat bermain biola dengan sangat baik.

2. Ibunda Idham… Subhanallah… ibu yang satu ini (berkali-kali ia sebutkan) merasa mendapat karunia berlebih… karena sejak awal… ia telah dikelilingi oleh supporting group yang cukup kuat… ibunda… ibu mertua.., ipar-ipar juga suami dan teman-temannya… sangat banyak membantunya mengasuh Idham. Idham sekarang berusia 10 tahun… di diangnosa sebagai penyandang down syndrome. Sekali lagi.. alur kehidupan berbicara lain.. sang anak mempunyai bakat melukis… (sama seperti Oscar awalnya juga tidak mudah) Ketekunannya untuk mengerjakan lukisan hingga selesai.. tidak serta merta dapat dilakukannya .. ya ia memang perlu bimbingan dan kesabaran. Bahkan… satu hal lagi… (yang disampaikan dengan binar-binar mata bahagia sang bunda) Idham… piawai dalam berenang dengan berbagai macam gaya renang. Yang saya yakin tidak semua anak normal dapat melakukannya.

3. Ibu Lulu… Ibu yang masih kelihatan muda dan cantik ini… dikarunia Allah sepasang putra kembar Izzat dan Izzan… Saat itu ia memperkirakan putra-putranya berpredikat “GIFTED” Takdir Allah berbicara… ketika sang putra Izzan dioperasi… ternyata ada tindakan dalam ruang operasi… (yang menurut penjelasan sang ibu) mengakibatkan ananda Izzan menderita Cerebal palsy… diusia yang ke 22 bulan. Sedang putra yang seorang Izzat… subhanallah..bertahan dengan keadaan Gifted. Sejak itu.. disamping rajin mencari informasi yang diperkirakan akan membantu kesembuhan putranya… Si Ibu.. dengan rajin… bolak-balik dari kota tempat tinggalnya (Purwakarta) ke Bandung.. setiap hari… untuk terapi Izzan.. dalam rangka pengobatan CP dan terapi bagi Izzat untuk mengarahkan Giftednya. Subhanallah.. saya sangat terharu dengan perjuangan si Ibu.. Memang apa yang beliau lakukan.. masih.. perlu doa dan kekuatan yang sangat besar (Semoga Allah senantiasa selalu mendampingimu… membimbingmu… memberimu kekuatan super extra.. karena… saya percaya dibalik semua ini… Allah menginginkan Engkau menjadi wanita mulia yang akan menjadi penghuni SurgaNYA) Yang perlu saya garis bawahi dari Ibu Lulu ini adalah… para ahli.. yang saat itu ada diatas podium… melihat ada sebuah sisi dari sang ibu… yang (mudah-mudahan saya salah ya…) perlu diperhatikan.. yaitu.. melihat keadaan anak sebagai sebuah situasi yang terlalu dekat dan detail (dengan pandangan mikroskopis) sehingga cenderung mulai mengabaikan.. hak dan kewajibannya terhadap diri sendiri… Dengan saran sang pakar Reza Gunawan… sang Ibu.. diminta untuk undur beberapa langkah… dan melihat kondisi sang anak dengan pandangan teleskopis…dengan demikian akan lebih mudah dan lebih bermanfaat… pada kesembuhan sang anak.

4. Seorang wanita muda.. bernama Moora.. yang dengan tulus..menyampaikan.. kekhawatirannya… pada keponakan.. karena perhatian dari ayah dan ibu dianggapnya kurang maksimal.. dalam membantu kesembuhan sang anak… Hmm.. Memang agak sulit… karena.. kapasitasnya yang “hanya” sebagai adik… tetapi… dengan segala hormat.. apa yang disampaikan oleh sang tante ini… cukup membuka mata .. bahwa selain keluarga utama… orang-orang yang masih ada hubungan kekeluargaan atau bahkan hanya sebatas teman… banyak yang memiliki perhatian dan simpati cukup tinggi.. .

5. Seorang Terapis wicara… berbicara tentang.. ketidak nyamanannya karena banyak orang tua yang dapat membawa anaknya terapi… dengan sikap.. lebih tahu dan lebih pintar dari sang terapis… (ha ha ha… kayaknya aku juga nih…. Maaf ya… para terapis dan mantan terapis aini… ini penyakit menular yang dimiliki dan menyebar diantara para orang tua siiiihhhh…. Maaf… maaf) Mudah-mudahan… ini segera dapat dirubah ya… dan saran untuk para terapis.. dari bu Ages.. adalah jangan hiraukan.. pendapat orang tua.. selama apa yang kalian yakini benar adanya.. dan tunjukkan dengan hsil terapis… yang makin baik dan baik.. Oya… sebaiknya juga mengkomunikasikan masalah ini secara terbuka dengan para orang tua untuk menyelesaikan masalah.

6. Satu hal… yang sebenarnya… rada bikin saya geemees… ketika sekelebat.. saya mendengar… seorang ayah dari anak berkebutuhan khusus sedang diwawancarai oleh sebuah harian ternama.. Yah.. mudah-mudahan memang karena ketika tahuan si wartawan ya… abisan… dengan tenangnya… dia menanyakan.. kenapa sang anak kok tidak bersekolah… waktu dijelaskan oleh sang ayah.., bahwa sang anak hingga saat ini masih di special center.. untuk pengobatan dan persiapannya menuju kesekolah umum… Eh,… dianya nanya lagi… kelas berapa pak… kira-kira nanti kalau sekolah… HIIIIHHHH… Ini anak berkebutuhan khusus… bukan anak normal… jangan memojokkan orang tua dengan pembicaraan yang bikin orang tua akhirnya.. berada dalam situasi sulit untuk menjawa… apalagi untuk memutuskan masa depan anaknya…

Yeah.. kok jadinya saya sewot ya…. ???

Ok.. cerita yang terakhir ini saya angkat… hanya merupakan upaya saya.. untuk mengetuk hati para orang awam.. untuk lebih mengetahui dan melihat sisi anak-anak berkebutuhan khusus… agar mereka lebih punya empati dan tenggang rasa…

So… kalau boleh saya simpulkan (lagi ya… nambahin yang diatas) Bahwa memang betul… anak-anak yang Istimewa… bukanlah sebuah kutukan atau hukuman atas sebuah dosa turunan dari orang tua.. tetapi… justru.. untuk memunculkan “keistimewaan” dari masing-masing orang tua.. Oleh karena itu menjadi orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus haruslah… “KUAT”… Memang inipun bukanlah hal yang mudah.. karena dalam perjalanan hidup sebagai manusia biasa.. pasti kita akan mengalami keadaan yang lelah.., putus asa.., merasa salah langkah… ragu-ragu.. dsb-dsbnya… karena itulah… sebetulnya kami sangat membutuhkan “supporting club”… untuk menyokong… dengan dukungan yang nyata.. (Saya berdoa… semoga… supporting club ini akan segera terwujud.. sebagaimana yang sempat saya bicarakan dengan yang sangat baik hati… bapak dari seorang anak yang menyandang autistic pula… “OM FARHAN”… Dengan semangat.. beliau berkata… insya Allah… Insya Allah… sedang dirintis… baru saja tadi pagi saya bicarakan…. Dengan oarng-orang yang mau bergerak dalam komunitas itu… Ya Om Farhan… Alhamdulillah… Jazakallahu khairan katsiran)

BE PROUD BEING A SPECIAL MOM FROM A SPECIAL KID…

ALLAH BLESS YOU ALWAYS….

5 Komentar

  1. devi wulandari said

    Assalamu’Alaiki ibu,saya mendapatkan blog ibu dari suami ibu,,ternyata ibu ikut seminar itu ya?saya juga menggeluti dunia anak berkebutuhan khusus..semoga saling bertukar informasi..

    Wa’alaiki salam.. Wah… gitu ya… (aduh… mesti terima kasih nih sama sang Imam… yang baik hati berpromosi….) Ya.. Alhamdulillah… diberiNYA kesempatan untu hadir… Hmmm kita punya ketertarikan yang sama dooonnng… Insya Allah… insya Allah… senang sudah mampir kesini….

  2. mbak Yanti, BE PROUD BEING A SPECIAL MOM FROM A SPECIAL KID…tetap bersabar dan semangat..
    ALLAH BLESS YOU ALWAYS….
    amien…

    oya mbak, mohon dukungannya buat bu Nibras OR Salim dalam pemilihan 8 inspiring women (PKS punya gawe), info ada di web PKS atau
    http://yudhistira31.wordpress.com/2008/11/26/8-inspiring-women/

  3. LareOsing said

    Sabda Rosulullah :
    “Barang siapa yang tidak mengasihani, dia tidak akan dikasihani”

    Sebagai orang tua, khususnya Ibu, memberikan perhatian penuh dan ikhlas kepada anak, InsyaAllah dikemudian hari kelak dia akan diperlakukan penuh kasih sayang oleh anak-anak mereka.

    Fenomena yang ada saat ini adalah kebanyakan Ibu-ibu yang supersibuk rela menitipkan anak-anak mereka pada tempat penitipan anak, sementara dia mengejar duniawi bersaing dengan sang suami. Maka tak heran jika semakin banyak pula kaum tua renta yang dititipkan di panti jompo oleh anak-anak mereka.

    Islam mengajarkan kasih sayang tiada batas pada hubungan kekeluargaan antara Bapak, Ibu dan anak. Saat anak masih bayi Islam menekankan agar disusuinya bayi dengan kasih saya selama 2 tahun, kemudian membimbngnya dan mengajarinya dengan kasih saya sampai dia mengawinkannya. Dan anak-anak wajib memperhatikan dan menyayangi para orang tua mereka yang sudah mulai tua renta. Anak-anak mereka saling berebut bergilir mengajak orang tua untuk menginap..sambil ditemani cucu-cucunya.

    Oh…betapa indah dan mulianya kekeluargaan seperti itu.

    Bukan menakut-nakuti para Ibu-ibu yang berkarir. Hanya saja kenyataan di depan mata sudah jelas. Apa yang kita lihat dalam dunia nyata adalah ayat-ayat Allah.

    Silahkan berkarir, tapi janganlah engkau kurangi sentuhan-sentuhan lembut jari-jemarimu saat menghantarkan dia bubuk, saat dipinta-nya engkau bercerita sebelum tidur, saat bangunnya dia dari tidur, saat dia bercerita dengan suka-cita sepulang dari sekolah. Jangan engkau biarkan dia dari sepi-nya sentuhanmu…

    Maka, janganlah engkau menangis dan bersedih manakala anak-anakmu menangis tersedu-sedu saat ditinggalkan mbak asuhnya.

    //LareOsing

    Hmmm ya betul… sahabat… bakti anak yang tulus kepada orang tua… tidak dapat serta merta hadir… perlu waktu sampai terbentuknya jembatan kokoh antara ibu dan anak. Em.. saya pernah menganggkat ini dalam “maafkan ibu jika saya durhaka” jika berkenan… silahkan baca… Jazakallahu khairan katsiran

  4. dewi said

    bener mbak…
    anak2 istimewa karena ibu yang istimewa….
    en…
    im proud of u🙂

    Allah Maha Benar.. dengan segala FirmanNYA.. karena itu.. untuk mendongkrak.. semangat perjuangan para ibu… Perbuatan yang paling baik adalah berbakti kepada ibu hingga 3 tingkat diatas bapak…
    (Ayooo…. sapa yang gak tertarik…. ini promosi… sepanjang masa looo… tanpa syarat (sepert iklan produk tertentu yang mematok.. jam 00 s/d jam 17 he he he….) Ayo… jadilah ibu yang mulia…)
    Jazakillah… untuk kepercayaamu padaku sahabat… semoga Allah membuka kesempatan bagiku untuk membuktikannya sekaligus meningkatkan kepercayaanmu… bahwa saya bisa jadi kebanggaanmu… Jazakillah

  5. ages soerjana said

    malam bu Yanti,

    puji Tuhan saya senang sekali bisa ikut serta sekali lagi menjadi saksi dari ibu2 Istimewa. kita dimuliakan justru dengan hadiah anak-anak istimewa kita, maka tak ada kata lain selain bersyukur (dan syukur terindah adalah doa ya?)

    hanya koreksi sedikit, ibu Heniwati adalah mamanya Osha bukan Oscar.

    tentang ide supporting club, ayo saya tunggu. mungkin baik jika segera saja dimulai dengan menyebarkan pada mereka yang terdekat untuk bergabung, tidak perlu menunggu sampai ada jumlah tertentu, lalu di data sehingga bisa terus-menerus kontak. jika ingin ada pertemuan lakukan atau rencanakan senyata mungkin sehingga yang ke depan tidak sekedar semangat saja, bagaimana ?

    salam saya untuk keluarga, move on !

    ages soerjana

    Malam juga bu Ages….
    Saya sangat bahagia.. ibu mau mampir dan menuliskan komentar disini…
    Ibu… saya (insya Allah) memang sedang membuat pondasi-pondasi untuk itu bersama beberapa teman yang sejalan… terima kasih untuk dukungan ibu….

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.