Archive for informasi penting

Oleh-Oleh dari Talk Show ‘Anak Istimewa berkat Ibunda yang Kuat dan Istimewa”

Oleh-oleh dari Talk Show.. “Anak Istimewa karena Ibunda yang Kuat dan Istimewa”

Crowne Hotel Plaza, 29 November 2008.

Subhanallah… Alhamdulillah… DIA telah ijinkan saya untuk hadir (beberapa kali saya sempat maju-mundur dengan kebisaan saya… karena ada beberapa agenda lain dihari yang sama) dalam talk show ini saya, yang didampingi oleh putraku sayang.. berkesempatan untuk bertemu dengan ibu-ibu dan bapak-bapak hebat :
1. Ibunda Osha
2. Ibunda Idham
3. Ibu Ages
4. Om Farhan
5. Reza Gunawan.

Yang saya dapatkan dari talk show ini adalah :

1. Mempunyai Anak berkebutuhan khusus bukanlah sebuah “Vonis”…

2. Anak-anak berkebutuhan khusus pada dasarnya sama dengan anak-anak yang lain punya kelebihan dan juga punya kekurangan.

3. Jika seorang anak diperlakukan karena kekurangannya… maka dia tidak akan mampu mengatasi masalahnya dengan lebih baik bahkan akan cenderung makin “mengkerdilkan” diri.. tapi jika anak tersebut diperlakukan karena kelebihannya… dia akan lebih mampu untuk mengharagai diri dan berkembang maksimal dengan kelebihannya itu

4. Tidak penting sebab atau asal muasal datangnya “kekurangan” pada anak berkebutuhan khusus… apakah dari keluarga sang ayah ataukah sang ibu… Karena jika ini dijadikan pijakan untuk berfikir… justru akan timbul konflik baru antara sang ayah dan sang ibu.

5. Penerimaan terhadap keadaan anak secara utuh oleh keluarga terutama kedua orang tua (bukannya penolakan) adalah sebuah langkah dasar dan utama untuk anak mengatasi kekurangannya.

6. Setiap anak mempunyai kelebihan yang dapat (dengan jeli) diangkat oleh orang tua menjadi sisi hidup yang akan menjadikannya mampu mandiri.

7. Seringkali “rasa sakit” karena “berbeda” tidak dimiliki oleh anak-anak berkebutuhan khusus.. tetapi ditanggung oleh anggota keluarga yang lain.. Demikian sehingga rasa sakit ini… menimbulkan dampak yang berat dalam suasaan kekeluargaan. Dan menyebabkan “penyakit” baru..

8. Dalam melihat masalah (untuk mengatasi rasa sakit itu) kita tidak boleh melihatnya dengan pandangan mikroskopis (terlalu dekat dan detil) tetapi harus dengan pandangan telekopis… (jauh dan menyeluruh) Dengan demikian persoalan karena memiliki anggota keluarga yang berkebutuhan khusus dapat menjadi lebih ringan…

9. Orang tua dari anak-anak yang berkebutuhan khusus… jika memerlukan… sebaiknya juga menjalani terapi… agar dapat lebih membantu kesembuhan anak.

10. Setiap orang dalam keluarga yang mempunyai anak berkebutuhan khusus.. tetap punya hak untuk mendapat dan diperlakukan secara layak… sebagaimana mestinya.. Sehingga semestinya… sesekali ada waktu luang untuk membangun hubungan baik… secara pribadi… antara kedua orang tua… ibu dengan sang kakak, ibu dengan sang adik.. ayah dengan sang kakak , ayah dengan sang adik ataupun diantara kakak dan adik sendiri. Jadi tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, penolong, pengasuh, pembimbing, dsb dari sang anak yang berkebutuhan khusus.

11. Hanya ibu-ibu yang berbahagia yang dapat menjadi fasilitator bagi anak-anak yang berbahagia.

12. Perlunya supporting group bagi keluarga-keluarga dengan anggota keluarga yang berkebutuhan khusus…

Cerita-cerita yang berkesan adalah… curahan hati dari :

1. Ibunda Osha… (Sekarang Osha sudah bersekolah di UGM jurusan Arkeologi)
Ibunda ini menceritakan bagaimana kondisi-kondisi tidak mudah yang dihadapi oleh putranya… dari bullying, meminta mukena karena.. terlalu dekat dengan anggota keluarga yang perempuan.. sehingga kehilangan figure laki-laki, sulitnya penerimaan keluarga hingga belum ada informasi yang memadai (waktu itu awal tahun 90-an) sehingga untuk mendeteksi keautisannya.., Osha baru mendapatkan kepastian disaat ia sudah berumur 8 tahun / kelas 2 SD. Satu hal yang sangat saya garis bawahi adalah… Ia mengajarkan untuk secara cermat mengamati minat dari anak-anak. Osha.. sejak umur 5 tahunan (menurut sang ibu) sangat gemar terhadap segala macam bentuk musik.. bahkan jingle iklan di TV.. dapat ia tirukan dengan tepat.. ucapan maupun nadanya.. (berkembang sesuai dengan perkembangan yang dicapainya) Berdasarkan pengamatan ini, akhirnya sang ibu mengenalkan alat musik pada putra tercinta.. Inipun tidak mudah… dengan ketekunan dan perjuangan… (sampai sang ibu juga ikutan les.. musik loo untuk bias membantu sang anak belajar dirumah) akhirnya… sekarang ini…sang anak yang pada awalnya… didiagnosa.. akan sulit berhasil dibidang akademis… ternyata.. dapat bersekolah di universitas negeri favorit… plus dapat bermain biola dengan sangat baik.

2. Ibunda Idham… Subhanallah… ibu yang satu ini (berkali-kali ia sebutkan) merasa mendapat karunia berlebih… karena sejak awal… ia telah dikelilingi oleh supporting group yang cukup kuat… ibunda… ibu mertua.., ipar-ipar juga suami dan teman-temannya… sangat banyak membantunya mengasuh Idham. Idham sekarang berusia 10 tahun… di diangnosa sebagai penyandang down syndrome. Sekali lagi.. alur kehidupan berbicara lain.. sang anak mempunyai bakat melukis… (sama seperti Oscar awalnya juga tidak mudah) Ketekunannya untuk mengerjakan lukisan hingga selesai.. tidak serta merta dapat dilakukannya .. ya ia memang perlu bimbingan dan kesabaran. Bahkan… satu hal lagi… (yang disampaikan dengan binar-binar mata bahagia sang bunda) Idham… piawai dalam berenang dengan berbagai macam gaya renang. Yang saya yakin tidak semua anak normal dapat melakukannya.

3. Ibu Lulu… Ibu yang masih kelihatan muda dan cantik ini… dikarunia Allah sepasang putra kembar Izzat dan Izzan… Saat itu ia memperkirakan putra-putranya berpredikat “GIFTED” Takdir Allah berbicara… ketika sang putra Izzan dioperasi… ternyata ada tindakan dalam ruang operasi… (yang menurut penjelasan sang ibu) mengakibatkan ananda Izzan menderita Cerebal palsy… diusia yang ke 22 bulan. Sedang putra yang seorang Izzat… subhanallah..bertahan dengan keadaan Gifted. Sejak itu.. disamping rajin mencari informasi yang diperkirakan akan membantu kesembuhan putranya… Si Ibu.. dengan rajin… bolak-balik dari kota tempat tinggalnya (Purwakarta) ke Bandung.. setiap hari… untuk terapi Izzan.. dalam rangka pengobatan CP dan terapi bagi Izzat untuk mengarahkan Giftednya. Subhanallah.. saya sangat terharu dengan perjuangan si Ibu.. Memang apa yang beliau lakukan.. masih.. perlu doa dan kekuatan yang sangat besar (Semoga Allah senantiasa selalu mendampingimu… membimbingmu… memberimu kekuatan super extra.. karena… saya percaya dibalik semua ini… Allah menginginkan Engkau menjadi wanita mulia yang akan menjadi penghuni SurgaNYA) Yang perlu saya garis bawahi dari Ibu Lulu ini adalah… para ahli.. yang saat itu ada diatas podium… melihat ada sebuah sisi dari sang ibu… yang (mudah-mudahan saya salah ya…) perlu diperhatikan.. yaitu.. melihat keadaan anak sebagai sebuah situasi yang terlalu dekat dan detail (dengan pandangan mikroskopis) sehingga cenderung mulai mengabaikan.. hak dan kewajibannya terhadap diri sendiri… Dengan saran sang pakar Reza Gunawan… sang Ibu.. diminta untuk undur beberapa langkah… dan melihat kondisi sang anak dengan pandangan teleskopis…dengan demikian akan lebih mudah dan lebih bermanfaat… pada kesembuhan sang anak.

4. Seorang wanita muda.. bernama Moora.. yang dengan tulus..menyampaikan.. kekhawatirannya… pada keponakan.. karena perhatian dari ayah dan ibu dianggapnya kurang maksimal.. dalam membantu kesembuhan sang anak… Hmm.. Memang agak sulit… karena.. kapasitasnya yang “hanya” sebagai adik… tetapi… dengan segala hormat.. apa yang disampaikan oleh sang tante ini… cukup membuka mata .. bahwa selain keluarga utama… orang-orang yang masih ada hubungan kekeluargaan atau bahkan hanya sebatas teman… banyak yang memiliki perhatian dan simpati cukup tinggi.. .

5. Seorang Terapis wicara… berbicara tentang.. ketidak nyamanannya karena banyak orang tua yang dapat membawa anaknya terapi… dengan sikap.. lebih tahu dan lebih pintar dari sang terapis… (ha ha ha… kayaknya aku juga nih…. Maaf ya… para terapis dan mantan terapis aini… ini penyakit menular yang dimiliki dan menyebar diantara para orang tua siiiihhhh…. Maaf… maaf) Mudah-mudahan… ini segera dapat dirubah ya… dan saran untuk para terapis.. dari bu Ages.. adalah jangan hiraukan.. pendapat orang tua.. selama apa yang kalian yakini benar adanya.. dan tunjukkan dengan hsil terapis… yang makin baik dan baik.. Oya… sebaiknya juga mengkomunikasikan masalah ini secara terbuka dengan para orang tua untuk menyelesaikan masalah.

6. Satu hal… yang sebenarnya… rada bikin saya geemees… ketika sekelebat.. saya mendengar… seorang ayah dari anak berkebutuhan khusus sedang diwawancarai oleh sebuah harian ternama.. Yah.. mudah-mudahan memang karena ketika tahuan si wartawan ya… abisan… dengan tenangnya… dia menanyakan.. kenapa sang anak kok tidak bersekolah… waktu dijelaskan oleh sang ayah.., bahwa sang anak hingga saat ini masih di special center.. untuk pengobatan dan persiapannya menuju kesekolah umum… Eh,… dianya nanya lagi… kelas berapa pak… kira-kira nanti kalau sekolah… HIIIIHHHH… Ini anak berkebutuhan khusus… bukan anak normal… jangan memojokkan orang tua dengan pembicaraan yang bikin orang tua akhirnya.. berada dalam situasi sulit untuk menjawa… apalagi untuk memutuskan masa depan anaknya…

Yeah.. kok jadinya saya sewot ya…. ???

Ok.. cerita yang terakhir ini saya angkat… hanya merupakan upaya saya.. untuk mengetuk hati para orang awam.. untuk lebih mengetahui dan melihat sisi anak-anak berkebutuhan khusus… agar mereka lebih punya empati dan tenggang rasa…

So… kalau boleh saya simpulkan (lagi ya… nambahin yang diatas) Bahwa memang betul… anak-anak yang Istimewa… bukanlah sebuah kutukan atau hukuman atas sebuah dosa turunan dari orang tua.. tetapi… justru.. untuk memunculkan “keistimewaan” dari masing-masing orang tua.. Oleh karena itu menjadi orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus haruslah… “KUAT”… Memang inipun bukanlah hal yang mudah.. karena dalam perjalanan hidup sebagai manusia biasa.. pasti kita akan mengalami keadaan yang lelah.., putus asa.., merasa salah langkah… ragu-ragu.. dsb-dsbnya… karena itulah… sebetulnya kami sangat membutuhkan “supporting club”… untuk menyokong… dengan dukungan yang nyata.. (Saya berdoa… semoga… supporting club ini akan segera terwujud.. sebagaimana yang sempat saya bicarakan dengan yang sangat baik hati… bapak dari seorang anak yang menyandang autistic pula… “OM FARHAN”… Dengan semangat.. beliau berkata… insya Allah… Insya Allah… sedang dirintis… baru saja tadi pagi saya bicarakan…. Dengan oarng-orang yang mau bergerak dalam komunitas itu… Ya Om Farhan… Alhamdulillah… Jazakallahu khairan katsiran)

BE PROUD BEING A SPECIAL MOM FROM A SPECIAL KID…

ALLAH BLESS YOU ALWAYS….

Iklan

Comments (5)

Pameran Lukisan

scannedimage-2

scannedimage

Wahai sahabat… mohon doa (dan bila punya kesempatan… datang ya…) dengan akan diadakannya pameran lukisan yang bertemakan :Kasih Bunda mengantar Pelukis Muda. Bertempat di Hotel Crown Plaza.. Jakarta.. Insya Allah hari ini akan mulai dibuka. Pameran ini diprakasai oleh sejumlah ibu yang peduli akan anak-anak.  Dibelakang mereka ada support dari  “RUMAH LUKISKU” dan “RUMAH BELAJAR”

Adapun Agenda acaranya

Pameran lukisan dengan tema Kasih Bunda mengantar Pelukis Muda
Rabu, 26 November 2008
Pembukaan pameran lukisan oleh Ibu Meutia Hatta – Menteri Peranan Wanita.

Undangan antara lain : dr. Melly Budiman – Ketua Yayasan Autisme Indonesia, para orang tua dan kerabat, kalangan guru, kalangan medis dan terapist, pecinta lukis dan pengusaha.

Inti acara : Pameran dan Lelang Lukisan (Coffe Time)

MC : Farhan dan David

Kamis, 27 November 2008
Pameran lukisan

Jumat, 28 November 2008
Pameran lukisan

Sabtu, 29 November 2008
Pameran dan lelang lukisan

MC : David

Talk show dengan tema “Anak Istimewa berkat Ibunda yang kuat dan Istimewa” , waktu 13.30 s/d 16.00. Bertempat di Crowne Plaza Hotel ruang tiara 1 & 2, Jl. Gatot Subroto kav 2-3 Jakarta. Pembicara Ibu Ages Soerjana dan Reza Gunawan. Moderator : Farhan.

Minggu, 30 November 2008
Pameran lukisan

Senin, 1 Desember 2008
Pameran lukisan

Selasa, 2 Desember 2008
Pameran lukisan

Para peserta pameran ini 29 anak, dengan 4 anak diantaranya adalah anak berkebutuhan khusus.  Sedang jumlah lukisannya kurang lebih ada 100 buah

Insya Allah juga sebagai penutup.. (pada tanggal 2 desember 2008) akan diadakan syukuran dan penjualan lukisan. Sedangkan sekuruh keuntungan yang didapat akan diserahkan  kepada Yayasan Autisme Indonesia.

Semoga dan semoga… masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.. yang terus menerus diperjuangkan tanpa putus asa.. ini akan menjadi masa depan gemilang…

Ayo.. sahabat… kita bekerja sama… memberikan support untuk mereka…

Jazakumullahu khairan katsiran

Komentar dimatikan

5 Bekal Istri Aktivis Dakwah

Belum lama saya membaca tulisan.. dari seorang wanita mulia Ibu…Dra. Anis Byarwati, MSi. dalam kotak e-mail saya… Tulisan ini dikirim seorang sahabatku yang juga sangat mulia Emma Dan karena kemurahan hati beliau berdualah… maka saya diperbolehkan ikut mempublikasikan tulisan ini…Jika sahabat tidak keberatan baca ya….

Seorang aktivis dakwah membutuhkan istri yang ‘tidak biasa’. Kenapa? Karena mereka tidak hanyauntitled-2-copy1 memerlukan istri yang pandai merawat tubuh, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, trampil dalam hal-hal seputar urusan kerumah-tanggaan dan piawai di tempat tidur. Maaf, tanpa bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan ketrampilan itu adalah bekalan ‘standar’ yang memang harus dimiliki oleh seorang istri, tanpa memandang apakah suaminya seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kalimat lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang istri jika dia memiliki berbagai bekalan yang standar itu. Lalu bagaimana jika sudah jadi istri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajar dong. Istilah populernya learning by doing.

Kembali kepada pokok bahasan kita. Menjadi istri aktivis berarti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan ‘di atas standar’. Seperti apa? Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh istri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:

1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah).

Hal penting yang harus dipahami oleh istri seorang aktivis dakwah, bahwa suaminya tak sama dengan ‘model’ suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta ‘kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah untuk dakwah dan jihad!

2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah.

Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Miliki keyakinan bahwa ada Kehendak, Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khawatir melepas suami pergi berdakwah ke manapun. Miliki keyakinan bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan materi. Dan tetap sadar diri, tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.

3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentalitas).

Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kokoh, sabar, tidak cengeng, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri. Teman saya mengistilahkan semua sikap mental ini dengan ungkapan yang singkat: tahan banting!

4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualitas).

Ternyata, seorang aktivis tidak hanya butuh pendengar setia. Ia butuh istri yang ‘nyambung’ untuk diajak ngobrol, tukar pikiran, musyawarah, atau diskusi tentang kesibukan dan minatnya. Karena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majelis-majelis ilmu supaya tidak ‘tulalit’!

5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fisik).

Minimal sehat, bugar, dan tidak sakit-sakitan. Jika fisik kita sehat, kita bisa melakukan banyak hal, termasuk mengurusi suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan, membiasakan pola hidup sehat, rajin olah raga dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawat wajah dan tubuh. Ingatlah, salah satu ciri istri shalihat adalah ‘menyenangkan ketika dipandang’.

Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun saleh dan takwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang bisa dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah?

Saya jadi merenung.. dalam… teringat pada diri ini… rasanya masih jauh ya… “standrat kelayakanku sebagai seorang istri… untuk ukuran seorang pendakwah.. (bukankah.. setiap muslim wajib untuk berdakwah.. “Sampaikan walaupun hanya 1 ayat saja”) Hick hick…  Semangat semangat… ayo belajar lagi… perbaiki diri… yok…. sama-sama yok….

Comments (1)

Meteor Jatuh

Meteor Besar Jatuh, Warga Kanada Heboh

Sebuah fenomena yang spektakuler dan telah menghebohkan warga di provinsi Alberta Kanada dengan penampakan jatuhnya meteor besar di langit oleh warga setempat

sebuah headline news…hari ini  yang bikin saya tersentak..

Saya jadi teringat sebuah situs yang menulis tentang kiamat…

Satu lagi… tanda-tanda kiamat telah terlihat…

Hari Kiamat menurut Al-Qur’an

Dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an, kita dapat memahami bahwa pada tahap pertama kehidupan alam akhirat bukan dihidupkannya kembali manusia, tetapi terjadi per-ubahan yang menyeluruh di dalam sistem dan hukum alam semesta, lalu terjadilah alam akhirat yang memiliki ciri-ciri khas yang tidak mungkin dapat kita ketahui secara detail. Dan nyatanya, kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal itu. Ketika hari itu terjadi, seluruh umat manusia akan dibangkitkan secara bersamaan, dari manusia pertama yang diciptakan Allah SWT sampai manusia terakhir, agar mereka semua dapat melihat akibat dan hasil dari perbuatan mereka di dunia ini, yang kemudian mereka akan menempati surga atau neraka selama-lamanya.

Ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan masalah ini banyak sekali, sementara pembahasan tentangnya memerlukan waktu dan tempat yang cukup, untuk itu pada kesempatan ini kami akan menjelaskannya secara singkat saja.

Kondisi Bumi, Laut dan Gunung

Ketika Hari Kiamat tiba, terjadi goncangan bumi yang luar biasa dahsyat. Bumi ini memuntahkan seluruh isi perutnya ke luar, berhamburan dan hancur berantakan. Lautan meluap dan terbelah. Gunung-gunung bergerak dan berguncang keras, kemudian pecah beserpihan bagaikan butir-butir pasir yang berserakan, beterbangan bagaikan kapas-kapas yang bertebaran di udara. Gunung-gunung yang menjulang tinggi itu pun tak ubahnya dengan fatamorgana, tak lagi meninggalkan bekas keperkasaannya.[1]

Kedaaan Langit dan Bintang-bintang

Al-Qur’an memberikan gambaran tentang keadaan benda-benda langit ketika Hari Kiamat tiba. Bahwa bulan, matahari, bintang-bintang yang begitu besar, bahkan sebagian bintang-bintang itu lebih besar dari bumi yang kita tempati ini, yang lebih terang jutaan kali lipat dan sinarnya dari matahari yang kita lihat, semua itu akan hancur dan sinarnya menjadi pudar lalu padam. Segala gerak, tatanan dan aturannya menjadi hancur. Matahari bertabrakan dengan bulan. Adapun langit yang kita lihat akan bergoncang, terbelah dan hancur. Gugusan langit akan luluh bagaikan barang-barang tambang yang diluluhkan dan mencair. Alam ini dipenuhi dengan asap tebal dan awan gelap.[2]

Jerit Kematian

Dalam kondisi seperti itu, ditiuplah sangkakala, jerit kematian pun menyeruak ke seluruh jagad. Ketika itu, seluruh manusia dan makhluk hidup mengalami kematian. Tidak sesuatu pun yang tersisa di dunia ini. Pada detik-detik peristiwa itu terjadi, seluruh manusia merasa ketakutan dan panik. Mereka goncang dan kebingungan, kecuali orang-orang mukmin yang memahami hakikat wujud ini, segala hikmah dan rahasianya, hati mereka tenggelam dalam makrifat dan mahabbah (cinta) kepada Allah SWT.

Jerit Kebangkitan dan Permulaan Kiamat

Setelah peristiwa itu terjadi, alam akhirat pun memasuki babak baru; alam yang memiliki potensi untuk kekekalan dan keabadian.Nur Ilahi memancarkan sinarnya, jeritan kebangkitan menggema, nusyur segera berlangsung, seluruh umat manusia serta binatang-binatang pun dihidupkan kembali hanya dengan sekejap saja. Seluruh manusia diliputi kebingungan dan goncangan jiwa yang dahsyat bagaikan kupu-kupu yang beterbangan tanpa arah.

Kini, mereka berada di satu tempat yang agung, berdiri di hadapan Tuhan Yang Mahabesar untuk dilakukan hisab dan perhitungan amal atas masing-masing. Seluruh manusia dikumpulkan. Bahkan, sebagian mereka mengira bahwa mereka berada di alam barzakh hanya sekejap atau sehari saja.

Kerajaan Allah dan Terputusnya Sebab dan Nasab

Di alam baru itu tersingkaplah segala hakikat. Kerajaan dan kekuasaan seluruhnya hanya milik Allah. Seluruh umat manusia menjadi ketakutan dan tidak seorang pun yang berani atau mampu berkata-kata dan mengangkat suara. Mereka tenggelam di dalam pikiran masing-masing; tentang nasib dan perjalanan akhir mereka. Bahkan, anak akan lari dan tak peduli lagi akan ayah dan ibunya. Sanak keluarga satu sama lainnya saling meninggalkan, hubungan nasab dan keturunan pun menjadi terputus tak lagi berarti. Hubungan kekerabatan dan persahabatan yang dibina berdasarkan keuntungan materi, duniawi dan hawa nafsu berubah menjadi permusuhan satu sama lainnya. Seluruh jiwa manusia dipenuhi oleh penyesalan dan kerugian terhadap apa yang telah mereka lakukan di dunia.[3]

Mahkamah Keadilan Ilahi

Kemudian, dibentuklah Mahkamah Keadilan Ilahi, segala amal perbuatan seluruh manusia pun dihadirkan. Lembaran amal dibagi-bagikan, setiap amal dibukakan di hadapan masing-masing pelakunya sebegitu jelas sehingga tidak lagi memerlukan pemeriksaan terhadap amal tersebut.

Di dalam mahkamah ini, dihadirkan para malaikat, para nabi dan hamba-hamba pilihan sebagai saksi-saksi atas berbagai amal tiap-tiap manusia. Bahkan tangan, kaki dan kulit tubuh pun akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan seseorang. Seluruh manusia akan dihisab secara teliti. Segenap perbuatan mereka akan ditimbang dengan timbangan (mizan) Ilahi. Seluruhnya akan diadili berdasarkan Keadilan Ilahi, dan masing-masing diri akan melihat hasil perbuatannya.

Secara khusus, orang-orang saleh akan dilipatgandakan ganjarannya. Mereka yang membawa amal kebajikan akan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat. Di sana, seseorang tidak akan menanggung dosa dan perbuatan orang lain. Sementara mereka yang tersesat dan menyesatkan orang lain akan menanggung kesesatan orang lainnya yang disesatkannya itu, selain menerima balasan atas perbuatan mereka sendiri, tanpa kurang sedikitpun.

Pengorbanan seseorang untuk orang lain pada saat itu tidak akan berarti. Bahkan, syafa’at dan pertolongan seseorang pun tidak akan diterima, kecuali syafa’at orang-orang yang diizinkan oleh Allah SWT mereka dapat memberikan syafa’at sesuai dengan timbangan-timbangan yang diridhai Allah SWT.[4]

Menuju ke Tempat Abadi

Setelah pengadilan itu selesai, tibalah babak berikutnya, diumumkanlah keputusan Ilahi. Orang-orang yang saleh dipisahkan dari orang-orang yang durhaka. Kaum mukmin menuju ke surga firdaus dengan wajah yang berseri-seri dan penuh gembira. Sinar Ilahi memancar dan mengantarkan mereka ke tempat keabadian surgawi. Sedangkan orang-orang kafir dan kaum munafik digiring ke neraka jahanam dalam keadaan terhina. Wajah mereka hitam dan kotor, berjalan di dalam kegelapan. Ketika itu, orang-orang munafik berkata kepada orang-orang yang beriman, “Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, ‘Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.’ Ketika itu dikatakan kepada mereka, ‘Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya untukmu.” Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang yang beriman) seraya berkata, ‘Bukankah kami dahulu bersama-sama kalian?’ Mereka menjawab, ‘Benar, akan tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu kehancuran kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh setan yang amat menipu.’ Maka pada hari ini tidak diterima tebusan darimu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu adalah neraka, itulah tempat berlindungmu dan seburuk-buruknya tempat kembali bagimu.” (QS. Al-Hadid:13-15)

Ketika orang-orang mukmin telah mendekati surga, dibukakan pintu untuk mereka. Para malaikat rahmat pun menyambut kedatangan mereka seraya mengucapkan selamat dengan penuh hormat, dan memberi kabar gembira kepada mereka akan kebahagiaan yang abadi.[5]

Akan tetapi, tatkala orang-orang kafir dan munafik itu sampai di neraka jahanam, terbukalah pintu di hadapan mereka, dan para malaikat azab mencaci-maki mereka dengan kasar dan penuh kedengkian. Mereka diancam dengan siksa pedih selama-selamanya.

Surga

Di dalam surga, terdapat taman yang membentang, seluas langit dan angkasa, dipenuhi oleh aneka ragam pepohonan dengan bermacam-macam buahnya yang sudah matang dan mudah dipetik. Di dalam taman itu juga terdapat tempat isitirahat dan bersenang-senang yang sangat luas dan indah, sungai-sungai dengan airnya yang sejuk, susu, madu dan minuman yang bersih dan segar. Apa pun yang mereka inginkan tersedia di dalamnya. Bahkan lebih dari apa yang mereka inginikan.

Pakaian penduduk surga terbuat dari sutra, sundus dan istabrak (jenis sutra) yang dihiasi dengan bermacam-macam hiasan yang indah. Mereka duduk bersandaran di atas dipan-dipan dan kasur-kasur yang empuk sambil berhadap-hadapan. Tidak terdengar suara apapun dari penduduk surga selain puji dan syukur kepada Allah SWT. Mereka tidak pernah berbicara dengan kata-kata yang sia-sia dan kotor, mereka pun tidak mendengar hal yang serupa. Mereka tidak diganggu oleh rasa dingin atau pun panas, tidak mengenal rasa sakit, lelah dan bosan, tidak juga rasa sedih dan takut. Hati mereka bersih, tidak sedikit pun tergores rasa dengki dan iri.

Para pelayan anak-anak kecil senantiasa melingkari mereka bagaikan mutiara-mutiara yang tersimpan rapih, begitu indah dan menakjubkan. Mereka menyajikan gelas-gelas yang berisikan minuman surgawi nan lezat dan membangkitkan semangat yang tak terbayangkan. Tidak ada bahaya dan rasa sakit apa pun. Mereka dapat menikmati berbagai macam buah dan daging burung.

Di dalam surga, kaum laki-laki mendapatkan pelayanan terbaik dari isteri-isteri yang cantik, suci dari segala aib dan sangat mencintai suami-suaminya. Lebih dari itu semua, mereka pun memperoleh kenikmatan ruhani dan keridhaan Ilahi. Mereka senantiasa mendapat kasih sayang dan kelembutan dari Tuhan Yang Mahakasih, sehingga mereka hanyut dalam kebahagiaan dan kedamaian yang tidak seorang pun dapat menggambarkannya. Sungguh kebahagiaan yang tidak ada bandingan. Segala kenikmatan yang tidak mungkin terbayangkan, dan rahmat, keridhaan serta kedekatan diri di sisi Allah, semua itu abadi dan tak terbatas.

Neraka

Neraka adalah tempat akhir orang-orang kafir dan kaum munafik yang tidak mempunyai nur sama sekali di dalam hatinya. Di tempat itulah seluruh para pendurhaka dikumpulkan. Neraka masih saja dapat menampung dan menyambut, sampai ia berkata: “Apakah masih ada tambahan lagi?”. Di dalamnya tidak ada selain api dan siksa.

Lidah api neraka itu menjilat-jilat sampai ke atas dan dari semua arah. Suaranya yang menakutkan dan penuh murka menambah rasa takut, ngeri dan menggetirkan jiwa. Wajah-wajah penghuninya masam, redup, gelap, hitam dan sangat jelek. Bahkan, para malaikat yang dipercaya untuk menjaganya pun berlaku keras dan kejam. Dari wajah-wajah mereka tidak tampak rasa belas kasih, sedikit pun.

Penghuni neraka itu dibelenggu dengan rantai-rantai dari besi. Mereka dikelilingi api neraka dari semua sisi, bahkan mereka sendiri sebagai kayu-kayu bakarnya. Mereka tidak mendengar apa-apa selain jeritan, rintihan, tangisan dan keluh kesah para penghuninya, serta teriakan para malaikat yang mengawal mereka.

Wajah-wajah para penghuni neraka itu disiram dengan air mendidih yang sangat panas sehingga isi perut mereka pecah. Setiap kali meminta minum, mereka diberikan minuman dari muhl yang sangat panas dan berbau busuk. Mereka menerima minuman itu bagaikan unta-unta yang kehausan. Ketika diminum, usus-usus mereka menjadi terputus-putus dan hancur.

Makanan mereka terbuat dari pohon zakum, yaitu sejenis pohon yang tumbuh di dalam neraka. Jika mereka memakannya, akan bertambah pedih siksa mereka, perut mereka terbakar. Adapun pakaian mereka terbuat dari bahan hitam yang sangat kasar, yang jika dipakai akan menambah siksa menjadi lebih pedih lagi.

Di dalam neraka, mereka ditemani oleh setan-setan, jin dan para durjana, sehingga mereka berangan-angan ingin menghindar jauh. Satu sama lain saling melaknat dan bertikai. Setiap kali menampakkan penyesalan dan memohon maaf kepada Allah, mereka malah menerima siksa yang semakin pedih agar mereka diam. Ketika itulah mereka memohon kepada penjaga neraka. Al-Qur’an mengisahkan, “Para penghuni neraka itu berkata kepada penjaga jahanam, ‘Mohonlah kepada Tuhanmu agar meringankan azab kami ini walaupun hanya satu hari saja!’ Mereka menjawab, ‘Bukankah sudah datang kepadamu para utusanmu itu dengan membawa penjelasan?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Mereka berkata lagi, ‘Kalau begitu mintalah. Sesungguhnya doa-doa orang-ornag kafir senantiasa dalam kesesatan.'” (QS. Ghafir: 49-50)

Begitu beratnya siksa yang diderita, mereka meminta dimatikan lagi. Akan tetapi, jawaban yang datang kepada mereka adalah: kalian akan menetap di neraka ini selama-lamanya. Allah SWT berfirman, “Mereka memanggil-manggil, ‘Wahai penjaga, mohonlah agar Tuhanmu itu mengadili kami lagi.’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya kalian akan menetap di sini.’”

Meskipun diliputi oleh kematian dari semua sisi, mereka tidak mengalami kematian lagi. Setiap kali kulit mereka terbakar, digantikan dengan kulit yang baru sehingga siksa itu terus berlangsung, mendera tiada henti.

Akhirnya, mereka memohon kepada penduduk surga agar memberikan air dan makanan walau sedikit saja. Jawaban yang datang hanyalah “Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan atas kalian kenikmatan surga. Penduduk surga bertanya kepada mereka, “Apakah yang membuat kamu masuk ke neraka saqar?” Mereka menjawab, “Kami tidak melakukan shalat, kami juga tidak memberi makan fakir miskin. Kami tenggelam bersama orang-orang yang durhaka dan kami mendustakan Hari Kiamat.” (QS. Al-Muddatstsir: 42-46)

Kemudian terjadilah adu-bicara sesama mereka sendiri di dalam neraka itu. Orang-orang yang sesat berkata kepada orang-orang yang menyesatkan mereka: “Sesungguhnya kalianlah yang telah menyesatkan kami”. Mereka menjawab, “Justru kalianlah yang menghendaki sendiri hal itu lantas mengikuti kami.” Orang-orang yang tertindas dan lemah berkata kepada orang-orang yang congkak, “Seandainya tidak karena kalian, maka kami ini adalah orang-orang yang beriman.” Orang-orang yang sombong itu berkata kepada orang-orang yang lemah, ‘Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah petunjuk itu datang kepada kalian? Tidak, sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa.'” (QS. Saba’: 32)

Lalu, mereka berkata kepada setan-setan, ”Sesungguhnya kalianlah yang telah menyesatkan kami.” Setan-setan itu pun menjawab mereka, ”Dan berkatalah setan ketika urusan hisab telah diselesaikan, ’Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian dengan janji yang benar dan aku pun telah berjanji kepada kalian akan tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan sekedar aku ini menyuruh kamu, lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak akan dapat menolongmu. Dan kamu pun tidak akan dapat meno-longku.” (QS.Ibrahim:22)

Sungguh, tidak ada jalan lain di hadapan mereka kecuali menyerah dan menerima siksaan lantaran kekufuran dan kesesatan mereka. Mereka menetap untuk selama-lamanya di dalam neraka jahim.[]

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan keadaan bumi dan langit ketika terjadi Hari Kiamat!

2. Terangkan permulaan Hari Kiamat dan ciri-cirinya!

3. Terangkan secara rinci Mahkamah Ilahi yang adil!

4. Jelaskan perjalanan orang-orang mukmin dan orang-orang kafir ketika menuju ke tempat abadi mereka!

5. Apakah nikmat surga itu? Jelaskan!

6. Terangkan keadaan neraka dan penghuninya!

7. Jelaskan secara rinci percakapan di antara penghuni neraka!


[1] Lihat surah Az-Zilzal: 1-2, Al-Hajj: 1, Al-Waqi’ah: 4, Al-Muzammil: 14, Al-Insyiqaq: 4, Al-Haqqah: 14, Al-Fajr: 21, At-Takwir: 6, Al-Infithar: 3, Al-Kahfi: 47, An-Nahl: 88, Ath-Thur: 10, Al-Takwir; 2, Al-Ma’arij: 9, dan Al-Qari’ah: 5.

[2] Lihat surah Al-Qiyamah: 8-9, Al-Takwir: 1-2, Al-Infithar: 2, Ath-Thur: 1, Al-Haqqah: 16, Ar-Rahman: 37, Al-Mursalat: 9, An-Naba’: 19, Al-Anbiya’: 104, Al-Furqan: 25, Ad-Dukhan: 10.

[3] Lihat surah Ibrahim: 21, Al-‘Adiyat: 10, Ath-Thariq: 9, Qof: 22, Al-Haqqoh: 18, Al-Hajj: 56, Al-Furqon: 26, Ghafir: 16, Al-Infithor: 19, Hud: 105, Thaha: 108, An-Naba’: 38, ‘Abasa: 34, Asy-syuara’: 88, Al-Ma’arij: 10-14, Luqman: 33, Al-Baqoroh: 166, Al-Mu’minun: 101, dan Az-zukhruf: 67.

[4] Lihat surah Al-An’am: 31, 70, 160, Maryam: 39, 87, Yunus: 54, 59, Ali-Imran: 30, 91, Lukman: 33, Al-Ma’idah: 36, Al-Hadid: 15, At-Takwir: 14, Al-Isra’: 49, 13-14, Al-Haqqah: 19, Al-Insyiqaq: 7-10, Ar-Rahman: 39, Az-Zumar: 7, 24, 69, 75, Al-Baqarah: 143, 255, 281-286, Ali ‘Imran: 140, 25, 161, An-Nisa’: 41, 69, Hud: 18, 111, Al-Hajj: 78, Yasin: 65, 54, 47, Fushshilat: 20-21, An-Nur: 24, Al-Mu’minun: 102-103, Al-Qari’ah: 6-8, Al-Jatsiyah: 17, 22, An-Nahl: 25, An-Naml: 78, An-Najm: 26, 40-41, 39, Ibrahim: 51, Thaha: 15, 109, Ghafir: 17, Ath-thur: 21, Al-Muddatsir: 38, Al-‘Ankabut: 13, Fathir: 18. Saba’: 23, dan Az-Zukhruf: 87.

[5] Lihat surah Al-A’raf: 33, Al-Anfal: 37, Ar-Rum: 14-16, 43-44, Asy-Syura’: 7, Hud: 105-108, Yasin: 59, Az-Zumar: 60, 71, 73, Ar-Ra’d: 23-24, Ali ‘Imran: 106, Al-An’am: 124, Yunus: 27, Maryam: 71-72, 86, Thaha: 101, 124-126, Ibrahim: 43, Al-Qamar: 8, Al-Mi’raj: 44, Al-Ghasyiyah: 2, Al-Isra’: 72, 97, ‘Abasa: 40-41, Al-Hadid: 13-15, At-Tahrim: 6, dan Al-Anbiya’: 103.

Sungguh Apa yang tertulis diatas adalah hal yang nyata… Jangan pernah mengganggap Allah bermain-main dengan setiap ucapanNYA… dan jangan pernah.. berfikiran apa yang dituliskan diatas.. hanya akan berlaku untuk sebagian umat sedangkan sebagian umat yang lain tidak. Karena peradilan.., kiamat, pengampunan… neraka, surga.. berlaku untuk semua orang… bahkan orang-orang suci dan nabi sekalipun…

Semoga Allah menjadi semua yang sempat hadir disini sebagai orang-orang yang selalu mendapat syafaat dan kebaikan dari Allah… Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Komentar dimatikan

Jangan bersedih…

Jangan pernah merasa sedih.. ketika banyak Ayat-ayatNYA diputar balikkan.

Karena bukan kemampuan kita untuk menahan semua kejadian di alam fana tetap luruuuussss.

Jangan pernah merasa sedih.. ketika orang mencoba mengitimidasimu dengan tujuan-tujuan menyesatkan baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Karena selama kita tahu.. kebenaran adalah benar… tidak akan pernah mungkin terwujud tujuan intimudasi itu

Jangan pernah merasa sedih.. ketika orang tidak dapat memahami apa yang sudah kita sampaikan

Karena dengan cukup mengerti… tugas kita tidaklah merubah orang agar mengerti… tetapi tugas kita hanyalah sebatas.. penyampaian. Artinya… jika ini sudah dilakukan… kita tak patut lagi bersedih.
Jangan perah bersedih.. ketika ada sebagian dari kaum kita yang berpaling pada kaum yang lain

Allah tidak akan pernah meminta pertanggungjawaban kita atas apa yang tidak mampu kita lakukan.. dan tidak pernah sebagian dari kaum muslim menanggung dosa atas perbuatan kaum muslim yang lain

Jangan bersedih… jika banyak orang menduga Islam sejatinya adalah Agama dengan kekerasan.

Karena banyak fakta yang membuktikan.. bahwa kaum muslim (kaum salafi) justru sangat santun dan bersikap adil terhadap sesama.. dibandingkan kaum yang lain.

Jangan bersedih.. jika Islam kini terpuruk

Karena bukan kesedihan yang dapat memperbaiki keadaan.. tetapi semangat dan sikap, tingkah laku, nyata yang akan membuktikan kebenaran itu suatu saat kelak
Jangan bersedih… jika Engkau didzholimi dan dianiaya.

Karena janji Allah tentang pembelaan dan pembenaran adalah pasti… sedangkan doa orang yang terdzholimi dan teraniaya bagaikan tanpa batas dengan Allah Penguasa Alam.

Jangan bersedih… jika Engkau diberlakukan seperti orang aneh.. karena melaksanakan perintah-perintahNYA secara kaffah

Karena… semua itu hanya tipu dunia… orang-orang yang tertipu dengan akhirat akan lebih sedih dan menyesal dibandingkan kita.

Dan… Berbahagialah… berbanggalah… bersyukuran jika saat ini kita dalam lindungan CAHAYA ILLAHI… sungguh ini adalah harta tak ternilai… kebaikan tanpa batas… kesenangan tak berujung.. Kenikmatan tiada tara…. Yang akan segera kita buktikan…

Just wait and see… Believe in Allah. Insya Allah… Allahu Akbar


Comments (2)

“Rumah Autis”

rumah-autis1

Hari ini.. “perjalananku” sampai didepan pintu “RUMAH AUTIS”

Didaerah Jati bening tepatnya di bekakang sebuah supermarket di “KRUI”.. satu bangunan.. berlantai 2, dimaksimalkan sebagai  tempat terapi bagi anak-anak penyadang autis,  dengan lebih mengutamakan anak-anak yang berlatar belakang ekonomi lemah..  sesuai dengan tujuan pendirinya.

Dibawah asuhan Ustd Deka Kurniawan…  Rumah Autis.. berusaha peduli dan melakukan tidakan nyata untuk membantu anak-anak dhuafa penyadang autistic.  Dengan mengadakan pengelolaan dana secara subsidi silang..  murid-murid yang mempunyai kemampuan cukup pun diterima untuk di didik disini.

Berbeda dengan tempat terapi-terapi yang lainnya.. tempat yang satu ini.. memikirkan hingga kesiapan anak-anak didiknya untuk dapat hidup mandiri di masyarakat. Dengan menitik beratkan kemandirian anak-anak, dan kerjasama dengan beberapa perusahaan.. Rumah Autis ini berencana untuk memberi kesempatan pada anak-anak autistic yang telah mampu mandiri untuk bekerja dibawah pengawasan.

Saya yakin ini akan menjadi merupakan sebuah langkah besar… untuk dunia autis di Indonesia..  Langkah nyata bagi anak-anak autistic yang selama ini selalu diperlakukan sebagai warga negara kelas 2. Dan sungguh Allah Maha Kuasa.. apa yang sudah dimulai oleh Ustd Deka beserta Sang istri Ibu Leili ini.. akhirnya banyak menggugah banyak pihak…  sebagaimana tertulis dalam surat penghargaan berikut ini :

PENGHARGAAN DAN TERIMA KASIH

Yang Dirahmati Allah,
Para Donatur Rumah Autis
di-
Tempat

Assalamu’alaikum Wr Wb

Ba’da Salam,
Semoga Bapak/Ibu/Sdr/i beserta keluarga selalu dalam naungan hidayah dan dekapan kasih sayang Allah di sepanjang kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan iringan rasa syukur kepada Allah, kami segenap keluarga besar Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK) menyampaikan penghargaan dan terimakasih atas perhatian dan dukungan Bapak/Ibu berupa kiriman sedekah/zakat/infaq. Sampai dengan tanggal 13 Oktober 2008, kami telah menerima donasi sebesar Rp. 135.485.000,00 (Seratus Tigapuluhlima Juta Empatratus Delapanpuluhlima Ribu Rupiah) baik berupa pemberian secara tunai maupun transfer ke rekening Kami.

Sungguh, kontribusi yang telah Bapak/Ibu curahkan di ladang kebajikan kita ini begitu berarti dalam upaya memberi uluran tangan bagi para dhuafa di dunia autisme. Apalagi fenomena autis dhuafa ini hingga sekarang belum mendapat perhatian serius dari masyarakat maupun negara.
Mudah-mudahan kemurahan hati Bapak/Ibu untuk dengan berinvestasi dalam program kemanusiaan yang belum banyak tergarap ini, akan menjadi amal shalih yang diridhai Allah dan membawa limpahan keberkahan. Mudah-mudahan pula, ukhuwah dan kebersamaan kita dalam amal mulia ini akan memberikan kemuliaan hidup di dunia serta akan langgeng sampai ke Surga. Amiin.

Jazakumullah Khairan Katsiiran
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Bekasi, 15 Syawal 1429 H/ 15 Oktober 2008

Deka Kurniawan
Pimpinan

Sebenarnya jika melihat latar belakang berdirinya rumah autistic ini.. (yang ditulis oleh sorang ibu dalam blognya The Loving MOM

Cikal bakal Rumah Autis berasal dari keperdulian Ustad Deka Kurniawan, dua terapis anak autis di lembaga terapi autis dan dua orangtua anak penyandang autis alias special needs. Kelima orang inilah yang mempunyai cita-cita memberikan pembekalan hidup mandiri bagi anak2 penyandang autis yang berasal dari kalangan tidak mampu alias dhuafa.  Mereka prihatin dengan mahalnya biaya terapi dan pendidikan bagi anak autis, dimana hal ini tidak akan mampu dijangkau oleh orangtua penyandang autis kalangan bawah yang untuk sekadar makan sehari2 saja pun sudah kesulitan.

Ustad Deka dkk mulai mewujudkan rencana tersebut dari sebuah kamar di rumah Pak Deka untuk tempat terapi autis anak tidak mampu. Diawali dengan modal sebuah container berisi mainan sederhana sebagai alat peraga. Ketika peminatnya semakin banyak, Ustad Deka harus pindah dari rumahnya sendiri untuk memberikan tempat kepada anak2 terapi. Syukurlah, saat ini rumah autis sudah menempati sebuah rumah kontrakan sederhana yang disewa oleh European Union sebagai sumbangan kepada rumah autis selama 3 tahun.

Rumah Autis berbentuk rumah sederhana dengan 3 kamar, 1 dapur dan 1 kamar mandi. Ruang tamunya cukup luas dipenuhi dengan satu set permainan untuk merangsang kemampuan  Sensory Integracy (SI). Permainan SI ini merupakan sumbangan dari PT. LG pada ultahnya tahun lalu. Menurut Mbak Sari alat itu dipesan khusus langsung kepada pembuatnya Rp. 15 juta satu set. Sebelumnya LG menanyakan apa yang paling dibutuhkan anak2 di rumah autis, dan mereka meminta alat SI itu.  Permainan itu tdd puluhan matras, soft play perosotan, ayunan dan kolam bola, dan mini climbing wall. Semuanya diperlukan untuk terapi motorik dan konsentrasi anak2 special needs.

Visi dan Misi

Misi pendirian rumah autis adalah membantu anak2 autis dari kalangan tidak mampu untuk mendapat terapi yang murah, dan jika memungkinkan gratis samasekali.

Visinya adalah terapi yang diberikan akan membekali anak special needs supaya bisa mandiri dalam arti bisa mengurus diri sendiri, mengerti dan memahami konsep2 sederhana dalam hidup dan tidak selamanya bergantung kepada orang lain. Mereka tidak diarahkan untuk pintar secara akademis, karena bisa mandiri saja pun sudah merupakan tantangan dan perjuangan panjang.

Dalam jangka panjang, para aktivitis rumah autis memiliki cita2 mendirikan suatu center/pusat kegiatan bagi anak2 autis yang sudah beranjak dewasa. Dalam arti diciptakan suatu lingkungan yang akan menerima hasil karya dan memperkerjakan anak2 autis yang beranjak dewasa supaya mereka tidak terus menerus menjalani hidup tergantung kepada orang lain. Mereka bercita2 di center tersebut, akan ada kerajinan hasil karya anak autis yang dijual oleh anak2 itu sendiri dan uangnya untuk mereka sendiri juga. Intinya membuat mereka merasa berarti dan diakui karyanya dalam lingkungan yang menerima mereka apa adanya. Amin.., mudah2an cita2 mulia ini terwujud.

Ada 30 anak yang mengikuti terapi di rumah autis. 15 diantaranya tidak membayar semasekali karena memang tidak mampu. Dan 15 anak lagi membayar Rp. 40,000 per kunjungan. Rp. 40,000,- itu dipakai untuk: Rp. 10rb membayar terapis. Rp. 10rb membantu operasional. Rp. 10rb subsidi anak tidak mampu. Rp. 10rb untuk kegiatan2 bersama (biasanya tiap sabtu kegiatan sosialiasi bersama).  Bandingkan dengan terapi autis di luaran biasanya minimal ratusan ribu/visit.

Meskipun didirikan oleh seorang Ustad, Rumah Autis ini tidak hanya menampung anak2 beragama Muslim, tapi juga anak2 autis tidak mampu beragama non muslim.

Metode Terapi

Farel_light_autism_n_disleksia_1Setiap anak mendapat satu jam terapi dengan metode one by one dibimbing oleh satu terapis. Dalam satu jam itu, si terapis memperkenalkan berbagai konsep kepada anak dengan bantuan alat peraga, melalui permainan dan nyanyian maupun gerak. Dimulai dari konsep sangat sederhana seperti memperkenalkan anggota tubuh, fungsinya dll dll. Alat bantu yang dipakai antara lain flash cards (menggunakan metode glen doman).., aneka puzzle, boneka2, masak2an dll. Mirip seperti yang dilakukan seorang ibu kepada anak balitanya. Bedanya anak yang diterapi disana sudah berumur 3 – 12 tahun dan belum mengerti konsep.

Disamping itu, YCKK juga mempunyai sekolah full day untuk anak2 autis yang berlokasi tidak jauh dari rumah terapi ini. Sekolah itu dibuka hanya 3 kali seminggu karena keterbatasan biaya dan tenaga pengajar. Jam sekolahnya adalah full day alias jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Tenaga pengajar maupun terapis diperbolehkan mengajar di tempat lain 3 kali seminggu karena mereka dibayar sangat minim di rumah autis. Misalnya seorang bapak guru dari gunung putri, bogor digaji Rp. 200rb sebulan + Rp. 10,000 ongkos/datang + Rp. 5,000 uang makan/datang. Terapinya rata2 berlatar belakang pendidikan D3 dan mendapatkan on the job training untuk menangani anak autis.

Ada seorang dokter volunteer, namanya Dr Ira yang datang berkala (1 kali beberapa bulan) memeriksa kesehatan anak2 itu. Tapi mereka tidak diperiksa rutin dengan metode psikologi khusus anak autis karena ketiadaan biaya.

Selain itu YCKK juga baru sebulan ini membuka rumah autis untuk terapi anak2 autis tidak mampu di daerah Tangerang yang sama sekali belum mempunyai alat2 peraga dan permainan seperti yang sudah dimiliki sebagian di Pondok Gede.

Pendanaan

Anak2 autis disini datang dari kalangan menengah kebawah seperti anak dari orangtua yang berprofesi sebagai supir, tukang ojek dll. Kadang2 rumah autis bukan hanya membantu terapi anak2nya.., tapi juga uang kontrakan dan uang makan ikut dibantu, kalo anaknya sakit dibawa ke dokter, dll dll.

Yang menjadi masalah adalah pendanaan. Rumah autis ini belum mempunyai donatur tetap. Padahal biaya yang dibutuhkan operasional diantaranya membayar terapis, dll berkisar Rp. 6 juta sebulan.

5 dari anak autis itu merupakan anak asuh dari PT. DJARUM diberikan sumbangan tetap Rp. 100,000/anak/bulan untuk mendukung operasional rumah autis. Rumah Autis juga mendapat Rp. 300rb dari PT. Petro China tiap bulan. Meski demikian, tentu saja masih jauh dari kecukupan dananya.

Saat ini Pak Deka dkk juga sedang merintis system boarding / asrama bagi  anak2 autis di sekolah YCKK tersebut. Dengan boarding diharapkan anak2 itu bisa diterapi dengan lebih konsisten sepanjang hari untuk melatih mereka cepat mandiri dan mengejar ketinggalannya. Namun system asrama sangat mahal karena membutuhkan minimal Rp. 8 juta sebulan.

Membaca uraian-uraian dalam situs “RUMAH AUTISTIC”.. saya menyadari bahwa yang sudah dapat dilakukan sekarang masih berupa awal… jalanan masih teramat panjang… dan tentu saja biaya yang di butuhkan oleh anak-anak ini masih sangat banyak. Oleh karena itu.. dengan tulus saya sebagai salah seorang dari orang tua anak penyandang autistic.. yang sangat-sangat mengerti segala apa yang dihadapi oleh para dhuafa yang juga diberiNYA kesempatan untuk memiliki anak-anak special ini.. hanya menghimbau..Jika anda sahabat.., diberi Allah kelapangan rejeki dan kesempatan.. dan berkeinginan membagikan apa yang anda miliki anda dapat mentransfer dana anda ke nomor Rekening berikut ini:

1.    Bank Syariah Mandiri (BSM) Kalimalang No. 069.700.3809 a/n       Laeli QQ Yayasan Cahaya Keluarga K;

2.    Bank Muamalat No. 900 0193577 a/n Deka Kurniawan;

3.    Bank Central Asia (BCA) Mayor Oking No. 572 032 9516 a/n Deka Kurniawan.

Atau jika bantuan anda berupa benda-benda layak pakai yang dapat membantu kelancaran proses terapi silahkan anda datang atau hubungi alamat dibawah ini :

Bekasi (Rumah Autis Pusat)
Jl. AL-Husna No.39 A-B Jatikramat
(Jl. Ratna, belakang Swalayan KRUI/ATM BCA) Jati Asih, Bekasi 17421
Telp. 021-70982239 / 84995025
website: Rumah Autis Pusat

Email : rumahautis@yahoo.co.id


Tangerang
Perumahan Villa Tangerang Indah Jl Rinjani IV No. 20 Kelurahan Gembor Kec. Periuk Kota Tangerang
Telp. 021-98288763

Jakarta Utara
Kompleks PJKA RT 04 RW 011 No. 13 Bahari, Tanjung Priok,
Jakarta Utara 14310
Telp. 021-98079759

Bogor
Jl. Durian III Blok C No. 9 PERUM Gunung Putri Permai,
Bogor, 16961
Telp. 021-86860371

Depok
Panitia Pembentukan Rumah Autis YCKK Cabang Depok
Jl. KH Ahmad Dahlan VI No. 21-G Rt 006/Rw 05 Kukusan, Beji, Depok 16425 – Jawa Barat
Telp. 021-7888 9476 HP: 08128893153 (Banu)
Website: Rumah Autis Depok
E-mail
: rumahautisdepok@yahoo.com

Mari jadikan kepedulian terhadap sesama umat sebagai bagian dari hidup keseharian kita. Jazakumullahu khairan katsiran.

Komentar dimatikan

Kafir???

Menanggapi komentar dari seorang sahabat yang telah menuliskannya disini… yaitu apakah kata-kata kafir dapat diartikan melecehkan sebuah golongan. marilah kita simak dulu bacaan dibawah ini, yang telah saya
sunting dari : sebuah artikel yang ditulis oleg Dr Yusuf Qardhawi, yang pernah dimuat di sebuah media.isnet.org

Kafir, berasal dari kata dasar yang terdiri dari huruf kaf, fa’ dan ra’. Arti dasarnya adalah “tertutup” atau “terhalang”. Secara istilah, kafir berarti “terhalang dari petunjuk Allah”. Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti pentunjuk Allah SWT karena petunjuk tsb terhalang darinya. Kafir adalah lawan dari iman. Dalam Quran terutama surah an-Nuur, Allah SWT menganalogikan kekafiran dengan kegelapan, dan keimanan dengan terang benderang, serta petunjuk (huda) sebagai cahaya.

Kategorisasi manusia dalam hal mensikapi petunjuk dari Allah SWT memang hanya dua: Bertaqwa dan Kafir (lihat surah Al-Baqarah ayat 2 sd 6). Dan kelompok kafir sendiri ada beberapa macam lagi, misalnya menurut sikap terhadap kitab-kitab yang pernah diturunkan: ada “Ahli Kitab” dan ada “Musyrikin” (lihat surah Al-Bayyinah). Sementara dalam hal kesadaran mereka terhadap kebenaran adapula kategori “fasik”, yaitu mereka yang sudah faham mana yang benar dan mana yang salah tapi tetap saja melakukan kerusakan (Al-Baqarah ayat 26 dan 27).

Diantara orang yang mengaku beriman sendiripun ada orang-orang yang ingin menipu Allah dan ingin menipu orang-orang beriman lainnya, yaitu mereka pura-pura iman padahal mereka ingkar … mereka disebut kaum “munafik” (Al-Baqarah ayat 8 sd 20).

Bagaimana menyikapi orang-orang kafir tsb? Mari ikuti lagi tuntunan Quran:

1. Berusaha menghilangkan “penutup” yang menyebabkan mereka kafir, dengan cara mendakwahi mereka.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS.16:125)

“Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka…” (QS.42:15)

2. Tetap berbuat baik terhadap mereka, terutama yang memiliki hubungan kekerabatan.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, …” (QS.31:15)

keterangan: ayat ini berbicara tentang orangtua yang kafir, dan kita tetap diperintah untuk memperlakukan mereka dengan baik.

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS.76:8)

keterangan: adapun “orang yang ditawan” dalam ayat ini juga tiada lain adalah orang-orang kafir.

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS.60:8)

3. Tidak memaksa mereka untuk menjadi muslim.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat…” (QS.2:256)

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir…” (QS.18:29)

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS.2:272)

4. Berbuat adil dan tidak mendzalimi mereka, selama mereka tidak memerangi muslimin.

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS.60:8)

“…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” (QS.5:8)

“Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan).” (HR. Ahmad dalam “musnad”nya).

5. Memerangi mereka, tatkala mereka memerangi muslimin.

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (QS.2:190-193)

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah…” (QS.22:39-40)

6. Tidak menjadikan mereka sebagai kawan, pemimpin atau penolong, kalau mereka memerangi muslimin.

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS.60:9) “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…” (QS.3:28)

keterangan: “wali” bentuk jamaknya adalah “auliyaa” yang artinya teman yang akrab, pemimpin, penolong atau pelindung.

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,” (QS.4:89)

7. Menyambut tawaran damai dari mereka setelah terlibat peperangan.

“tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.” (QS.4:90)

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.8:61)

Mengenai hubungan dengan non-muslim, Quran telah secara jelas membedakannya, dan membagi kaum kafir itu menjadi dua golongan:

A. Golongan “Muharribin” (yang memerangi)

Yaitu kafirin yang memerangi umat Islam karena agama mereka, yang mengusir muslimin dari kampung-kampung halaman mereka, dan yang membantu pihak-pihak yang mengusir atau mendlzalimi ummat Islam. Termasuk disini juga mereka yang menghalangi muslimin dari melaksanakan kewajiban syari’at.

Terhadap golongan ini, ummat Islam wajib memberlakukan point no.5, 6 dan 7.

B. Golongan “Musalim” (yang berdamai) atau Golongan “Mu’ahidin” (yang membuat perjanjian).

Adalah kaum kafirin yang tidak terlbat pada setiap usaha yang ada di penjelasan point.B, dan sama sekali tidak turut andil dalam konspirasi apapun untuk memusuhi muslimin. (Lihat lagi Surah Al-Mumtanah ayat 8-9).

Terhadap golongan ini, ummat Islam harus melaksaknakan point.1 sd 4.

Golongan ini,juga dibagi dua klasifikasi lagi, yaitu:

1. Mereka yang mempunyai perjanjian damai sementara. maka terhadap mereka diwajibkan untuk menjaga perdamaian itu dan melindungi mereka sampai batas waktu perjanjiannya habis.
2. Mereka yang mempunyai perjanjian tetap selama-lamanya. Merekalah yang disebut sebagai “Ahlu Dzimmah”, yaitu orang-orang yang mendapat jaminan Allah SWT, jaminan Rasul SAW, dan jaminan dari komunitas muslimin.

Dalam level negara/pemerintahan, Ahlu Dzimmah memiliki hak sebagaimana hak kaum muslimin (termasuk politik), dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban muslimin (kecuali dalam hal yang menyangkut konsekuensi syari’at masing2). Ahlu Dzimmah wajib dibela dan dilindungi sebagaimana muslimin membela dan melindungi saudaranya sesama muslim.

Amirul Mukminin ‘Umar ibnul Khattab pernah menghapus istilah “Jizyah” bagi Ahlu Dzimmah dari nasrani arab Bani Taghlib, ketika mereka keberatan pungutannya disebut demikian. Dan pungutan tsb oleh ‘Umar disebut sebagai “zakat” sesuai permohonan mereka agar tidak dibedakan dari kaum muslimin. Khalifah ‘Umar menyetujui permohonan ini sambil mengatakan “Mereka itu orang yang dungu, mereka rela muatan artinya, dan menolak namanya.” (Fiqhuz Zakat II/708).

Imam Al-Auza’i mendukung dan bersama Ahlu Dzimmah di Libanon yang bersikap menentang seorang gubernur dari kerabat dinasti Abasiyah yang berlaku tidak adil.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah menghadap Kaisar Mongol Timur Leng dan meminta pembebasan tawanan. Ketika Timur Leng menawarkan hanya membebaskan tawanan yang muslim, Ibnu Taimiyah menolak hal itu, kecuali Timur Leng mau membebaskan juga Ahlu Dzimmah yang ditawan bersama kaum muslimin.

Dengan demikian menurut hemat saya… jika tercetus kata-kata “mengkafirkan seseorang”… mestinya kita harus arif untuk melihat apa yang ada dibalik situasi ini…
1. Apakah memang benar yang mengucapkan bertujuan melecehkan… yang bisa saja terjadi misalnya karena kemarahan yang luar biasa (seperti yang terjadi ketika komik bergambar nabi Muhammad saw… sebagai orang yang dicintai dan diagung-agungkan dalam agama Islam di lecehkan)??
2. Ataukah… ini hanya sebuah panggilan yang sebenarnya.. hanya menjelaskan apa yang benar dan nyata. Sama dengan kita memanggil teman yang (maaf) buta dengan kata-kata “hai… buta, apa kabarmu?” (tentunya beda artinya jika kita jelas-jelas memanggil teman kita yang mampu melihat dengan kata-kata “hai… buta.”.. ini pasti sudah terang pelecehan)

Memang ada sebuah aturan tak tertulis dalam dunia bermasyarakat.. untuk tidak memanggil seseorang dengan sebutan yang artinya adalah memperjelas “kekurangan” dari seseorang. Sebagai seseorang yang menjujung tinggi nilai budi luhur… serta tenggang rasa.. mestinya kita mematuhi itu.. Karena… disamping tidak semua orang dapat lega lila… punya kesadaran cukup tinggi jika kekurangannya di sampaikan secara terbuka dan dimuka umum… kitapun… (jujur) pasti tidak ingin hal yang sama terjadi pada diri ini bukan?

Jadi kembali lagi apakah ini… merupakan sebuah pelecehan dan dapat diajukan dalam pelanggaran serta dituntut secara hukum negara.. ??? memang semuanya tidaklah sesederhana itu… pasti akan ada proses panjang untuk mencari kebenaran dengan mendengarkan banyak pihak sebagai saksi maupun bukti-bukti nyata saat kejadian.

Perlu dijadikan perhatian bagi kita… sebagaimana yang tertera diatas.. untuk kaum kafir yang terlibat dalam urusan memerangi maupun yang tidak memerangi… ada sebuah landasan yang harus selalu dijadikan tolak ukur… bahwa kita tidak hidup dalam negara yang berlandaskan hukum-hukum Islam. Sehingga setiap kejadian yang berkaitan dengan perselisihan diantara golongan-golongan yang ada di Indonesia ini.. tetap harus dikembalikan penyelesaiannya pada negara sebagai pengayom. Negara sendiri harus berusaha menegakkan keadilan yang seadil-adilnya bagi seluruh warga negara… INI ADALAH SEBUAH ATURAN BAKU YANG HARUS DI PATUHI OLEH SETIAP KOMPONEN BANGSA. Jika ternyata ada satu golongan yang merasa tidak diperlakukan dengan adil ketika terjadi konflik… sekali lagi tetap ada jalur penyelsaian yang harus dilewati mulai dari banding atas keputusan hingga pengaduan kebadan-badan terkait.. misalnya MUI, Mahkamah Konstitusi dsb-dsbnya… Jangan jadikan tindakan main hakim sendiri sebagai sebuah penyelesaian masalah. Sungguh Islam itu selalu berusaha menjadi “YANG MENEPATI KOMITMEN”

Sekali lagi yang penting… kita harus berusaha menyikapi setiap kejadian, terutama yang bersinggungan dengan kepercayaan ataupun golongan lain, dengan selalu bertujuan meningkatkan akhlaqtul kharimah (hick hick hick saya tahu ini hal yang gak mudah… ) menjadi manusia yang mulia… sehingga kita dapat mempertanggung jawabkan… martabat kita dihadapanNYA kelak…

(SEE POSTINGAN BERIKUTNYA : “Siapa sih… kafir???”

Comments (21)

Older Posts »