Archive for Karya

Nikah Siri

Secara harfiah “sirri” itu artinya “rahasia”.  Jadi, nikah sirri adalah pernikahan yang dirahasiakandari pengetahuan orang banyak.

Sedang menikah sendiri arti dari segi bahasa adalah : Ikatan/ Simpul. Dari segi Syara’ nikah adalah : Suatu ikatan atau akad yang menghalalkan pergaulan dan pembatas hak dan kewajiban serta tolong-menolong diantara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang bukan mahram.

Dalam menikah ada rukun-rukun yang harus dilaksanakan agar pernikahan ini dapat dinyatakan syah. Rukunnya adalah sbb:

1. Adanya seorang laki-laki sebagai mempelai pria

2. Adanya seorang perempuan sebagai mempelai wanita

3. Wali yang Adil

4. Adanya Ijab Qabul.

Dalam masyarakat sekarang ini ada beberapa keadaan yang menjadikan sebuah pernikahan dikategorikan dalam nikah siri.

1. Menikah tanpa adanya seorang wali/ rukun diatas tidak lengkap.

2. Menikah dengan telah memenuhi semua rukun menikah diatas, tetapi tidak disyahkan secara hukum negara (tidak didaftarkan ke KUA setempat)

Untuk point 1. Pada umumnya para ulama tidak memperbolehkan bahkan ada yang dengan tegas mengatakan bahwa pernikahan itu batal adanya. Menganggap bahwa pernikahan dengan kondisi seperti diatas sama halnya dengan tindakan prostitusi. (Hukum Pernikahan harus di fasakh)

Pada point ke 2, secara hukum Islam.. pernikahan ini sudah menjadi syah adanya.Tidak ada satupun Ulama yang menyatakan perkawinan ini harus dibatalkan.

Hanya saja.. sebagai seorang muslimat yang hidup dibawah naungan Negara Republik Indonesia, kita adalah warga negara dari negara ini. Ada hukum-hukum yang harus kita tepati dan jalankan. Dan akan ada sangsi dari setiap tindakan kita yang melanggar ketentuan hukum tersebut diatas.  Dengan menikah secara siri, Hukum Negara tidak berpihak kepada pengantin Perempuan

Yah.. dijaman sekarang ini.. apapun bisa terjadi.., karena itu wajib kita berusaha lebih keras sebelum bertawaqal kepada Allah azza wa jalla.

Tidak sedikit cerita yang beredar.. bagaimana seorang wanita yang akhirnya menemui persoalan ketika perkawinannya sudah tidak semulus dulu.. dari yang

1.Tidak mendapat pengakuan sebagai seorang istri

2.Yang kehilangan haknya sebagai ahli waris

3.Anak-anak yang tidak mendapatkan pengakuan dari sang ayah sebagai anak kandung

4.Kesulitan mengurus surat-surat yang berhubungan dengan “status”nya misalnya KTP

dan lain sebagainya

Baiklah… kita memang mesti berbaik sangka pada setiap orang.., anggaplah.. bahwa penikahan ini dilaksanakan benar-benar karena niat tulus dari kedua orang mempelai yang ingin melaksanakan ketentuan tentang sebuah pernikahan seperti telah saya tuliskan diatas.. Tetapi.. siapa yang berani bermain-main dengan umur manusia? Ketika Nikah siri sudah dilaksanakan.. dan karena satu dan lain sebab, ternyata pengurusan surat ke KUA belum sempat dilaksanakan.. ajal sudah menjemput…

Status sang Istripun menjadi tak menentu… Janda bukan.. Gadispun bukan… Dan jika ternyata sang Istri telah mengandung.. tanpa surat nikah.., dengan suami yang sudah menjadi almarhum.. sang anak akan tercatat sebagai anak luar nikah.., hasil hubungan gelap.., tidak dapat mengurus akte kelahiran.. buntutnya akan terus berkepanjangan hingga segal hal yang berkaitan dengan status sang anak..  Apalagi jika pihak keluarga mempelai laki-laki tidak menyetujui… makin parahlah kondisi yang harus dihadapi. (Ya Allah berilah kemudahan bagi mereka-mereka yang mengalami kesulitan hidup seperti ini)

Tentunya.. dari pasangan yang memang bertujuan benar.. keadaan yang timbul karena sebab-sebab tidak memiliki status hukum secara benar (tidak punya surat nikah yang dikeluarkan KUA) bukanlah hal yang diharapkan. Mereka ingin pernikahan ini akan berlangsung selamanya.. (hingga ajal memisahkan) dalam keadaan yang penuh bahagia, saling mengasihi, saling menjaga, saling menghormati bersama-sama mengayuh bahtera rumah tangga. Baik ini yang melibatkan hanya kedua mempelai atau seluruh keluarga besar kedua mempelai.

Maaf mungkin saya kelihatan begitu “paranoid” dalam menyampaikan. Hal ini saya ungkapkan berangkat dari banyak kisah dari para perempuan yang mengalami kondisi sangat tidak menyenangkan dari sebuah pernikahan siri. Sebut saja.. seorang selebriti yang dikabarkan pernah menikah siri dengan seorang pejabat tinggi dari zaman Orde Baru.., Atau. orang-orang yang memilih menikah siri karena perbedaan status kewarganegaraan.. , Ataukah karena usia yang terlalu belia sehingga tidak cukup syarat diakuinya.. pernikahan ini oleh negara. dsb-dsbnya.

Jadi menurut saya.. selain menikah secara Hukum Agama, seorang perempuan sangat membutuhkan adanya pernikahan yang diakui keberadaannya oleh Negara melalui adanya bukti-bukti otentik dan tertulis.

Bagaimanapun juga, kita (para wanita) mempunyai kewajiban untuk menjaga harkat dan martabat kita sebagai seorang muslimah.. yang dewasa dan bertanggungjawab. Disisi lain, sang suamipun punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi istri dan anak-anaknya dari segala hal yang dapat menjatuhkan harkat dan martabat mereka. Ini adalah salah satu hal yang menyebabkan perkawinan akan sakinah, mawadah warahmah… Insya Allah

Seandainya.. setiap orang memahami akan hal ini… Subhanallah… Tidak akan ada lagi pernah adaanak-anak yang terlantar… istri-istri yang terdzolimi… dsbnya (Ya Allah hindarkan kami semua dari cobaan yang semacam ini… )


Kebenaran hanya datang dari Allah…

Iklan

Comments (8)

Sayur Lodeh…

Hidup ini penuh… “passion” ya…. Subhanallah Allah yang Maha Besar.

Salah satunya… alhamdulillah “sayur lodeh”… (walah.. kayaknya… apa gitu ya… ) Kenapa???? Dijaman seperti sekarang ini… ketika semuanya mengejar yang serba instan,.. buatku dan beberapa orang terdekatku… makan sayur lodeh bikinan sendiri (yang cukup semrawut masaknya)… wow… nikmat…. Apalagi untuk menu sahur… bisa bikin semangat dan “melek mata”… ini yang bikin tetangga-tetanggaku… suka “kangen” dan mensyukuri aku jadi tetangga mereka (weleh… weleh… ini karena dikirimin sayur lodeh… ha ha ha ) Sekaligus jadi ‘kenikmatan” tersendiri buatku.. yang alhamdulillah… sangat bersyukur karena ngerasa bisa nyenengin banyak orang…

Kalau mau coba ini resepnya….

Sayur Lodeh

Bahan-bahan

(dipotong sesuai selera masing-masing)

1 potong Tempe

10 potong kecil Tahu putih digoreng

15 buah cabe hijau besar

1 ikat kacang panjang

1 genggam daun belinjo muda

300 ml santan kental (bisa diganti dengan santan instan

secukupnya minyak goreng untuk menumis

1 papan petai (jika suka…)

Bumbu (dihaluskan)

3 sdm rebon (udang kering yang kecil-kecil)

15 buah cabe merah keriting

1 potong tempe yang sudah layu (+/- 100 gram)

1 ruas jari jahe

1 ruas jari temu kunir

1 ruas jari temu kencur

2 sendok makan bawang merah goreng

5 siung bawang putih

5 butir kemiri

1 sendok makan ketumbar (sangrai dulu baru kemudian dihaluskan)

1 sendok teh merica bubuk

1/2 sendok teh terasi

Bumbu yang tidak dihaluskan

1 ruas jari lengkuas

3 lembar daun salam

secukupnya garam

1 sdm gula merah

Cara memasak :

1. rebus air +/- 1500 ml

2. setelah mendidik, masukkan berturut-turut :

a. Bumbu-bumbu dihaluskan.. yang tumis dengan minyak goreng secukupnya + daun salam +laos

b. Tempe + tahu

c. Cabe hijau

d. daun melinjo

e. kacang panjang.

f. santan kental

g. garam + gula

3. Kecilkan api… tunggu hingga sayur menjadi layu…

4. Siap disantap dengan nasi putih, ikan asin goreng dan kerupuk putih.

Selamat mencoba ya…….

PS… Jangan kaget kalo.. setelah jadi “pengguna” terus “ketagihan..” (sayur lodeh maksudnya… he he he)

Comments (1)

“GO Green”

Apa sih???
Go Green = Pergi Hijau… (??????)

Ya… maklum namanya juga ibu-ibu rumahan.. saya kan cuma “ngelutek” dirumah…gitu deh…Kadang kurang gaul dan kurang baca… bisa jadi “masalah” (ok… searching dulu….)

Hmmm berkaitan dengan hal itu, (lumayan… habis search… uda rada nyambung) di salah satu saluran TV.. sering di tayangkan.. antara dua acara utama “save the world…” “Go green…” Hmmm bagus juga ya ide-idenya…sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan zamannya saya kuliah dulu… (he he he… saya ini cita-citanya jadi “tukang sampah profesional”… tapi gak “klakon”…(author: terlaksana) saya…daripada kerja kantoran … lebih milih… “klutekan” dirumah….)

Ini ya…salah satunya yang saya ambil dari sampah
Baca ya… siapa tahu bisa jadi pintu rezeki juga…
Hai… Bapak-bapak Ibu-ibu RT, RW coba yuk…. siapa tahu bisa nambah kas dan membantu meringankan bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu dengan melibatkan mereka pada pengolahan sampah ini…

“Dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kami ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar bagimu”
QS An Nisa (4) : 113

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidakdisangka-sangka”
QS Ath-Thalaq (65) : 3

Keranjang Ajaib Takakura

Dewasa ini pengelolaan sampah mandiri di Surabaya banyak menggunakan keranjang “sakti” Takakura. Keranjang sakti Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga. Yang menarik dari keranjang Takakura adalah bentuknya yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang ini disebut masyarakat sebagai keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat baik.

Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah organik di rumah tangga. Sampah organik setelah dipisahkan dari sampah lainnya, diolah dengan memasukkan sampah organik tersebut ke dalam keranjang sakti Takakura. Bakteri yang terdapat dalam starter kit pada keranjang Takakura akan menguraikan sampah menjadi kompos, tanpa menimbulkan bau dan tidak mengeluarkan cairan. Inilah keunggulan pengomposan dengan keranjang Takakura. Karena itulah keranjang Takakura disukai oleh ibu-ibu rumah tangga.

Keranjang kompos Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistim pengolahan sampah organik. Selama kurang lebih setahun Mr. Takakura bekererja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang “memakan” sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering. Jenis bakteri yang deikembang biakkan oleh Takakura inilah yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut “Takakura Home Method” yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama keranjang sakti Takakura.

Selain Sistim Takakura Home Method, Mr. Takakura juga menemukan bentuk-bentuk lain ada yang berbentuk “Takakura Susun Method”, atau modifikasi yang berbentuk tas atau kontainer. Penelitian lain yang dilakukan Takakura adalah pengolahan sampah pasar menjadi kompos. Akan tetapi Takakura Home Method adalah sistim pengomposan yang paling dikenal dan disukai masyarakat karena kepraktisannya.

Mr. Takakura, melakukan penelitian di Surabaya sebagai bagian dari kerjasama antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu di Jepang. Kerjasama antar kedua kota difokuskan pada pengelolaan lingkungan hidup. Kota Kitakyushu terkenal sebagai kota yang sangat berhasil dalam pengelolaan lingkungan hidup. Keberhasilan kota Kitakyushu sudah diakui secara internasional. Karena keberhasilan kota Kitakyushu itulah kota Surabaya melakukan kerjasama pengelolaan lingkungan hidup. Bentuk kerjasama berupa pemberian bantuan teknis kepada kota Surabaya.

Bantuan teknis yang diberikan Pemerintah Jepang adalah dengan menugaskan sejumlah tenaga ahli untuk melakukan penelitian tentang pengolahan sampah yang paling sesuai dengan kondisi Surabaya. Mr. Takakura adalah salah satu ahli yang ditugaskan itu. Sehari-harinya Mr. Takakura bekerja di perusahaan JPec, anak perusahaan dari J-Power Group. Suatu perusahaan yang sesungguhnya bergerak di bidang pengelolaan energi. Mr. Takakura adalah expert yang mengkhususkan diri dalam riset mencari energi alternatif.

Kerjasama Kitakyushu-Surabaya untuk mengelola sampah dimulai dari tahun 2001 sampai 2006. Takakura menjadi peneliti kompos selama kerjasama tersebut sekaligus sebagai ahli pemberdayaan masyarakat. Selama itu Takakura dan timnya secara berkala datang ke Surabaya untuk melakukan penelitian dan melaksanakan hasil penelitian itu. Kadang-kadang Takakura datang ke Surabaya sampai enam kali dalam setahun. Selama penelitian kompos biasanya bisa mencapai 3 minggu ia harus mengamati perkembangan bakteri kompos. Yang unik dari Mr. Takakura adalah bahwa selama ia berada di Surabaya ia senantiasa memakai baju batik. Padahal dalam keadaan sehari-harinya di Jepang, biasanya Mr. Takakura memakai setelan jas lengkap ke kantor sebagaimana orang Jepang lainnya.

Sumbangsih Mr. Takakura terhadap upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Surabaya sangatlah besar. Keberhasilan itu malah diapresiasi oleh lembaga internasional IGES (Institut for Global Environment and Strategy). Pada bulan Februari 2007, IGES mensponsori studi banding 10 kota dari 10 negara untuk melihat pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Surabaya. Kota-kota itu ingin mencontoh sistem pengomposan yang dikembangkan oleh Surabaya dengan bantuan Takakura Composting System.

Keberhasilan Mr. Takakura menemukan sistim kompos yang praktis tidak saja memberikan sumbangsih bagi teknologi penguraian sampah organik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Mr. Takakura jauh-jauh datang dari Jepang meneliti dan melakukan pengomposan di Surabaya. Kalau seseorang yang datang dari jauh, yang tadinya “saudara bukan, teman juga tidak” begitu peduli mengurangi sampah Surabaya. Apakah warga Surabaya sendiri tidak lebih peduli dengan sampahnya. Prinsip inilah yang terus dikembangkan di Surabaya. Dengan didukung oleh sejumlah tenaga sukarela (volunteer) termasuk MTV Surabaya, maka pengurangan sampah organik di sumbernya, kini sangat membanggakan Surabaya. http://www.togarsilaban.com/2007/05/09/takakura/

Untuk info dan bantuan lebih lanjut bisa kontak di alamat berikut ini:

1. Pusdakota Ubaya, Jl Rungkut Lor III/87 Surabaya.
Telp: 031 8474325 atau email: office@pusdakota. org.
Alpha Savitri – Public Affairs

2. Bapak dan Ibu Djamaludin, Mantan Mentri Kehutanan
Taman Karinda, Bandung, Jl. Alfa 92 Cigadung,
Kebun Karinda, Bumi Karang Indah Blok C2 No. 28, Lebak Bulus, Jakarta
Pelatihan daur ulang 2 x seminggu Selasa pk. 9.00-11.00 dan Sabtu pk. 08.100. Kelas terbuka, muat untuk 40 orang. Peserta harus daftar dulu, perorangan atau kelompok. Melalui telp. 021-75909167.
Dapat diperoleh Keranjang Takakura dan VCD Cara Pengolahan Sampah Organik.

3. Yayasan BINTARI di (024) 70 777 220 – Semarang

Comments (1)

“Maafkan saya…. bila Durhaka”

Waktu ku kecil…..

Maafkan saya ibu… jika saya terlahir sebagai perempuan.. padahal yang engkau dan bapak inginkan adalah seorang anak- laki-laki.

Maafkan saya ibu.., jika saya menyesalimu… karena tidak ada air susumu untukku karena kau ingin selalu sexy

Maafkan saya ibu… jika saya tidak bisa diam… dan selalu ingin tahu sehingga membuatmu kewalahan

Maafkan saya ibu… jika saya lebih suka membaca dirumah bila kau ajak untuk belanja.

Maafkan saya ibu… jika saya lebih suka “bergaul” dengan anak tukang ketika kau suruh aku untuk berteman dengan tetangga sebelah.

Maafkan saya ibu… jika saya merasa tertekan… karena engkau malu “membawaku” dengan kulitku yang legam, tersengat matahari

Maafkan saya ibu.. jika badanku penuh dengan goresan dan berbau anyir.. bukannya putri cantik seperti harapanmu.

Maafkan saya ibu… jika saya selalu minta kau belikan buku,… karena rumah kita jadi penuh buku… dan ini menyesakkan mu… membuatmu marah dan tidak ada lagi buku baru untukku.

Maafkan saya ibu… ketika saya kehilangan dan kesepian disaat engkau sibuk ke salon, shopping, dan bergaul dengan orang-orang penting

Sekarang

Maafkan saya ibu… jika saya merasa kau beda-bedakan… karena kau lebih suka berlama-lama dirumah saudaraku dan “berjalan-jalan”.. ketimbang menenggokku yang hanya bisa mengajakmu nonton tv dirumah

Maafkan saya ibu… jika saya merasa sedih ketika… engkau lebih mendahulukan saudara -saudaraku… sedangkan saya lebih membutuhkan uluran tangan

Maafkan saya ibu… jika saya merasa marah… ketika kau ingin saya mengalah untuk saudaraku yang salah dalam tuntunan Islam

Maafkan saya ibu… jika saya hingga sekarang tidak dapat kau banggakan.. dengan kondisiku yang pas-pasan… beda dengan saudaraku yang bisa “menikmati dunia”

Maafkan saya ibu… karena sulit rasanya untukku… merasakan hubungan yang tulus denganmu dari dalam batinku

Maafkan saya ibu… saya tidak ingin jadi anak durhaka

Maafkan saya ibu .. saya sungguh ingin berbakti dan membahagiakanmu dihari tua dan Sungguh saya takut akan “teguran” Allah bila saya tidak mentaati perintahNYa… Tapi… tetap saja… maafkan saya ibu….

PS :… Dalam buku “Agar Anak Tidak Durhaka”… memberi kita wawasan… mendidik anak adalah hal yang utama… jangan harap anak-anak akan berbakti tulus… pada kita… bila kita tidak membuat “jembatan” dengan mereka sejak awal mereka ada dalam kandungan.

Semoga kita dianugrahi… kehidupan keluarga yang sakinah mawadah warahman dan saling tolong menolong menuju rido Allah.

“Akan tiba masanya… dimana setiap manusia akan menjadi demikian egoisnya… saling tuduh dan menyalahkan…(ayah dengan anak, ibu dengan anak, anak dengan anak, suami dengan istrinya… dsbnya) ketika diminta pertanggungan jawab di hari akhir…

Tulisan terkait :

http://www.dakwatuna.com/2008/empat-kejahatan-orang-tua-terhadap-anak/

Comments (11)

“Seandainya aku laki-laki”

perempuan1.jpg Seandainya aku laki-laki…..

Aku akan bebas melangkah tanpa ada yang berani bilang aku “pecicilan” . Orang bilang aku cekatan

perempuan1.jpg Seandainya aku laki-laki…..

Gak ada yang bilang aku sok tahu waktu aku ngomong… “Smart” adalah predikatku…

perempuan1.jpg Seandainya aku laki-laki….

Ah…tapi aku tetap mensyukuri kodratku, karena aku tahu…..Allah memberiku yang terbaik.

perempuan2.jpgSeandainya aku laki-laki….

Aku harus banting tulang menafkahi anak istriku

perempuan2.jpgSeandainya aku laki-laki…..

Aku harus bisa berkelahi untuk “menjaga keluargaku”

perempuan2.jpgSeandainya aku laki-laki…..

Ah… syukurlah aku bukan laki-laki… karena….

aku gak sanggup jadi laki-laki.

(Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. An-Nisa :32)

PS :Jazakillah for Nina, temanku yang selalu tahu “how to laugh”

Komentar dimatikan

Aku muslimah

tengah-ia-copy.jpg

Comments (6)