Archive for Uncategorized

Maaini.wordpress.com Pindah Ke Cahayamuslimah.com/blog

Assalammualaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh
Alhamdulillah…
Rumah baruku… selesai renovasi….

Alhamdulillah… sekarang saya bisa “menetap” disana

Mudah-mudahan Allah meringankan langkahmu, sahabat untuk mampir ke

cahayamuslimah

“CAHAYA MUSLIMAH”

http://cahayamuslimah.com/blog/

Jazakumullahu khairan katsiran.. untuk kesediaannya…
Maaf jika ini jadi merepotkanmu… sahabat…

Kutunggu ya…..
Wa’alaikumsalam warrahmatullaahi wabarakaatuh



Komentar dimatikan

Keluarga Besar

Sebuah Hikmah… yang sangat saya syukuri… yang saya dapatkan… ketika pulang kampung kemarin… Ya.. Sebuah Hikmah dari Keluarga besar.

Maaf… jika selama ini saya sangat tidak sependapat dengan acara walimahan yang dilaksanakan dengan meriah. Untuk saya mwalimahan cukup  diselengarakan dengan cara sederhana…  Ya.. asalkan.. tujuannya untuk memperkenalkan dan mengumumkan adanya pasangan suami istri baru yang syah tercapai… sudah cukup. (he he.. ini juga yang bikin… ibuku… pernah marah, 17 tahun yang lalu.. ketika saya usulkan… acara pernikahanku… cukup dengan “selamatan” sederhana dirumah). Hal yang kini saya sadari adalah… ternyata dibalik kebahagiaan sepasang anak manusia yang telah mendapatkan Ridho untuk menikah… ada kebahagiaan dan barokah lain… bagi seluruh keluarga.

Kenapa???

Bisa dibayangkan… di zaman sekarang ini.. ketika era.. mordernisasi sudah sangat berkembang…  Anak manusia seringkali terlibat dalam urusan-urusannya sendiri yang seolah tidak ada habisnya. Ini sudah diangp lumrah… diadaptasi menjadi kebiasaan umum… dan sangat dimaklumi, jika seseorang beralasan sibuk sehingga tidak sempat bertsilahturahmi.  Ya… kita sudah hampir kehilangan waktu untuk bersilahturahmi… kepada para sesepuh.. kepada para tetangga, kepada keluarga dan sanak saudara.(bahkan tidak jarang terhadap keluarag sendiri pun ini terjadi… ayah dan ibu tidak lagi sempat bercengkrama dengan putra/inya…hal yang membuat  saya sangat miris.. mengingatnya) Dan ini saya rasakan benar..

Kesempatan langka… bertemu dalam semua saudara yang terikat dalam pertalian darah… dari pihak ibu dan ayah.. dari keluarga besan… dapat dijadikan sebuah.. barokah yang tak ternilai. Yah.. Alhamdulillah… jika kemarin-kemarin.. disaat saya mencoba menerangkan silsilah keluarga (walaupun sudah pake diagram) anak-anak.. pada geleng kepala dan wajah yang kebingungan… Buat mereka sangat asing ketika saya katakan bahwa eyang uti bersaudara sepupu dengan eyang A atau.. si B yang tinggal disana.. sebetulnya masih satu keluarga karena ia adalah sepupu ayahmu dari pihak ayahnya… (he he he… saya aja bingung… he he he)

Sekali lagi alhamdulillah… dengan bertemu langsung… berbicara dan ada kontak fisik.. anak-anak lebih nyambung… sekarang.

Jika ini dikembalikan pada “Islam…”, pada prinsipnya.. sangat penuh perhatian pada silahturahmi.. Ini dibuktikan dengan adanya hukum-hukum dalam Islam yang memasukkan unsur kekeluargaan. Sebut saja contohnya… Hukum Waris dan Hukum Pernikahan… Sangat jelas.. ditekankan pentingnya mengetahui susunan wali nikah bagi pengantin wanita dalam pertalian keluarga dari nasab ayah.  Sedang dalam Hukum Waris… bagaimana pembagian, yang menyangkut hak serta kewajiban para penerima waris.. sangat ditentukan oleh pertalian darah.

Mudah-mudahan ini dapat menjadi sebuah langkah awal.. dari anak-anakku sebagai generasi penerus… untuk tetap selalu menjaga silahturahmi, menghargai… para sesepuh… membuat ikatan tali yang kokoh diantara… keluarga besar… dan yang paling penting… dapat menjaga dan melaksanakan hukum-hukum Islam… Insya Allah

Komentar dimatikan

Absent… lagi..

Maaf… jika akhir-akhir ini… dan beberapa hari kedepan… saya suka absent… (he he he.. kayak murid sekolahan aja ya…) Yah… my family need me… 4 hari lagi… adik iparku yang cantik dan baik hati akan melangsungkan resepsi pernikahan.. (Akad nikah sudah dilangsungkan bulan kemarin). Yah… seperti biasa.. kalau mau melakukan perjalanan jauh (kita mau… ke Suarabaya lagi euy…..) adaaa aja yang mesti dipersiapkan… Apalagi… dalam rangka… hajatan keluarga besar…. (Duh… udah semangaaat… nih… anak-anak juga… sama!… hebooohh!!!)
Doa in ya… semua lancar…. Dan.. maafnya diterima kan??? Jazakumullah

Comments (2)

Sandiwara Langit…

Buku ini baguussss… Baguuussss…sandiwara-langit

Sesuai judulnya Sandiwara Langit… mengungkapkan.. cerita kehidupan (yang memang hanya merupakan sandiwara.. bagi setiap mukmin.. yang menyadari arti hidup didunia ini) dengan skenario sang pencipta yang ArshNYA (singasanaNYA) ada di ketinggian langit… entah.. di langit yang mana….

Dari sekian banyak buku yang sudah sempat saya baca.., yang merupakan novel Islam.. baru ini saya berani bilang ini adalah yang terbagus.. Dalam buku ini saya banyak lagi diingatkan tentang tujuan perkawinan, yang paling banyak diungkapkan disini adalah isi hati seorang laki-laki… (yang biasanya paliiinnng gak bisa ngungkapin ya…) hmmm saya jadi kebayang lagi… hari-hari diperkawinanku.. sejak awal sampai sekarang…

Sang Penulis.. dengan bersahaja meletakkan nilai-nilai Islam dengan referensinya.. berupa kutipan dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun.. Hadist Rasulullah… makin menjadikan buku ini sebagai buku yang sarat makna..

Untuk yang sudah mulai berfikiran menikah… sebaiknya membaca buku ini… Untuk yang sudah menikah.. buku ini sekali lagi mengingatkan kembali arti pernikahan….

Komentar dimatikan

Undang-Undang Pornografi Telah di-Sah-kan.

(see : postingan berkait KUHP Tentang Kesusilaan)

Alhamdulillah… Wa syukurillah… Ya Rabb.

Apakah ini berarti “Tugas” kita sudah selesai????

Hmm sepertinya belum…

Sama dengan ketika kita melihat hasil pengumuman penerimaan mahasiswa baru, sama dengan ketika kita diterima bekerja disebuah perusahaan, sama dengan ketika hari kita mengucapkan/ menerima akad nikah. Ini baru awal… Awal dari sebuah perjuangan yang penuh tantangan.

Para penentang Undang-undang ini sudah mengambil langkah-langkah.. untuk mengajukan gugatan. Sebut saja seorang sutradara wanita muda yang karyanya cukup dapat dibanggakan sudah mempersiapkan tindakan Judicial Riview ke Mahkamah Konstitusi, Propinsi Bali.. melalui KRB (komponen Rakyat Bali) pun berniat melakukan hal yang sama

Kalau boleh saya kutipkan : Judicial Riview ke Mahkamah Konstitusi adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh rakyat ketika rakyat merasakan ada sebuah undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat. Dengan melalui Mahkamah konstitusi ini rakyat akan meminta dilakukannya peninjauan kembali. Sehingga jika ternyata nanti Undang-undang ini dianggap bertentangan dengan UUD ’45, Undang-undang ini dapat dibatalkan. Atau jika ternyata tidak melanggar UUD’45, tetapi dianggap melanggar hak asasi manusia, maka undang-undang ini harus diperbarui, sedemikian hingga unsur ini dapat dihilangkan.

Hmmm bukan hal mudah bukan…

Ini penuh dengan tantangan…, kita harus dapat melakukan dengan tindakan nyata.. dengan ucapan kita, dengan contoh-contoh.. apa yang sebenarnya jadi tujuan kita di pengajuan pengesahan ini. Jangan akhirnya.. kita jadi arogan (seperti kata sahabat kita AJHI).. demikian cepat bertindak dan bicara, semua itu ada tahapannya.. pendekatan, penjelasan, pengertian, baru hukuman. Misalnya… ketika kita bertemu dengan seorang wanita yang memakai baju “terbuka”.. walah.. langsung main seret… bawa ke kantor polisi dan bilang.. “Pak Polisi… perumpuan ini telah melanggar Undang-undang… harus segera di hukum”… Heh?????

Ada kejadian yang cukup membekas dihati saya (Saya gak tahu… didaerah lain…) ditempat saya tinggal.. sekitar setahunan yang lalu… ada 2 orang polisi wanita, mengenakan seragam dinas,..yang dengan demikian.. ramahnya… berkeliling dari satu rumah ke rumah lain… memperkenalkan diri mereka.., sebagai abdi negara yang bekerja di lingkungan tersebut. Rasanya.. enak dan nyaman banget buat saya… saya tahu nama mereka.. dan kemana akan mencari mereka jika sewaktu-waktu saya menemui kesulitan.

Mungkin metode ini bisa dilaksanakan juga ya… untuk sosialisasi Undang-undang Pornografi… Jadi ibu-ibu polisi mengadakan perkenalan sambil bawa sosialisasi Undang-undang… gitu!! (untuk LSM-LSM yang kemarin begitu gigih berjuang… ini saatnya membuktikan… apa yang anda lakukan bukan perjuangan main-main… atau…sekedar berpanas dan jadi penggembira…tapi sebuah kerja nyata…) Jika setiap wilayah telah dapat melaksanakan dengan baik sosialisasi ini… insya Allah… kesepakatan akan lebih baik lagi. Dan sebaiknya lagi… ada kesamaan pemahaman bagi petugas sosialisasi ini… agar tidak ada kesalahan penafsiran. Hmmm bagaimana?

Intermezo:… Baru-baru ini saya melihat sebuah buku.. yang ditujukan untuk umat pemeluk Kristiani.. Subhanallah… ternyata sekarang merekapun… mulai mensosialisasikan.. menggunakan penutup kepala (kerudung).. kepada kaum mudanya seperti halnya biarawati-biarawati digereja. Ini juga tidak dapat mengesampingkan aspek sejarah… bahwa bangsa-bangsa yang maju peradabannya… biasanya justru sangat menjaga dan menutup aurat dijaman keemasannya, dibuktikan dengan adanya sejarah dalam bidang fashion…. Hmmm Saya makin yakin bahwa Islam Rahmatan Lilalamin…

Comments (1)

Buku cerita

Pernah baca buku cerita yang alurnya kita tentukan sendiri????

Tahun 70 an… buku cerita seperti ini booming.

Baca buku jadi mengasyikkan. Diakhir setiap halamanan, disudut kiri bawah… ada pilihan… 2 pilihan atas lanjutan jalan cerita halaman itu. Misalnya saja… akhir cerita halaman mengisahkan.. tokoh utama akan memilih bertemu A dan B. Nah… pilihan bertemu A ada dihalaman 21 sedang untuk kisah pertemuan tokoh utama dengan B ada dihalaman 10. Tinggal cari halaman yang bersangkutan dan… nikmati lagi kisah petualangan di buku.

Hmmm Asyiiik banget.

Berkali-kali baca buku yang sama juga gak… bosan… karena selalu ada alur baru yang bisa kita pilih.

Buku itu persis kehidupan ini sekarang… setiap kita akan melangkah, selalu ada pilihan-pilihan. Bagaimana kita memilih… tergantung pada alasan dan pertimbangan masing-masing. Akhir ceritapun bervariatif…. Tidak sama pada setiap orang meskipun jalan yang diambil kurang lebih sama.

Hanya saja… tidak seperti buku cerita itu.. kita tidak pernah bisa kembali ke halaman pertama untuk mencari “cerita baru” ataupun mengubah pilihan langkah hidup, yang ternyata setelah kita jalani “kok gak seru” yaaaaa. Terus dan terus… kita harus melangkah.

Dan langkah kita sebagai manusia… baik itu dari jawa, Sumatra, Kalimantan, Amerika, Australia dsb-dsb.. dan dari jaman prasejarah hingga millennium ini.. akan berakhir.. dalam jangka yang kita tidak pernah tahu.. berakhir pada… padang penghisaban.. padang dimana yang benar dan salah sudah tidak ada lagi tedeng aling-aling.

Dihari itu.. orang-orang yang paling menyesal adalah lelaki yang ada peluang menuntut ilmu di dunia tetapi ia tidak mengambil kesempatan menuntutnya, dan lelaki yang mengajar ilmu kepada orang lain; lalu yang beljar darinya mendapat faedah dari ilmu itu sedang ia sendiri tidak mendapat apa-apa..

“Sesungguhnya kami telah menunjukkan jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada yang kafir” (QS Az-Zariyat: 21)

“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang bertanggung jawab terhadap mereka (QS Al-Zumar : 41)

Komentar dimatikan

Nabi Muhammad sebagai pemimpin panutan

Nabi Muhammad  saw…  sungguh luar biasa… Salah satu bagian hidupnya yang membuatku kagum adalah saat-saat dimana beliau menjadi seorang pemimpin. Beliau pemimpin bagi Islam, sekaligus sebagai pemimpin negara, sekaligus pemimpin rumah tangga, sekaligus pemimpin bagi dirinya sendiri. Subahnallah…

Pemimpin bagi diri sendiri.

Dari apa yang saya baca… beliau dapat mencontoh dengan baik… Al-Qur’an bukan sekedar bacaan ataupun pajangan. Tidak kurang istri beliau yang terkasih  Sayyidatinaa Aisyah ra menyatakan bahwa  suaminya, Pemimpin Agung itu, Kaana khuluquhulqur’an, ‘Pekerti beliau adalah Alquran’. Subhanallah….. Beliau adalah penghapal, pembelajar, pentelaah dan pelaksana Al-Qur’an, dalam kehidupan sehari-hari, dalam setiap detik kehidupan kenabiannya. Setiap tahun, dibulan Ramadhan… tanpa ragu sedikitpun…beliau sungguh-sungguh menjalani “ujian”… dengan Malaikat jibril sebagai penguji tunggal… (yang gak bisa disogok…) Beliau lulus dengan nilainya sangat memuaskan.

Pemimpin bagi Islam…,

Sebagai seorang pemimpin Islam… Nabi Muhammad berhasil memimpin dan memberikan perubahan dengan melalui titik awal dan titik berat ajaran yang dikembangkan oleh beliau ialah menanamkan Tauhid. Subhanallah…. Adapun Tauhid yang ditanamkan beliau adalah 1. beriman kepada Allahsebagai Yang Maha Esa 2. beriman kepada Rasullah saw 3. Beriman kepada hari akhir Dalam Al-Quran, hal ini disebutkan dengan predikat “Syaratun-thaiyibah” ; yaitu pohon yang baik. Hmmm kenapa begitu… ?? Sebatang pohon dikatakan baik, tumbuh dengan sempurna jika telah memenuhi syarat-syarat untuk hidup dan berarti bagi kehudpan ini. Setiap bagiannya memberikan manfaat, dipandang ia pohon yang indah, daun-daunnya yang rindang dapat dijadikan tempat berteduh di panas yang terik, menghasilkan buah yang  bisa dinikmati kelezatannya,  dan yang terpenting, dalam kondisi apapun sang pohon ini mampu berdiri tegak dan mantap (istiqamah), tidak bergoncang ditiup angin taufan sekalipun, sebab akarnya yang  telah tertancap jauh ke dalam bumi (iman yang kuat dan kokoh), mampu terus mempertahankan… cengkramannya dibumi. Subhanallah…..disamping itu sang  akarpun masih juga  berguna dengan menahan resapan air bumi.  Subhanallah….. Hmmm tidak disangkal lagi… bahwa dalam “PARTAI ISLAM” zaman Nabi Muhammad..   setiap orang yang bergabung dalam Islam… (setelah keluar dari “Partai Jahiliyah” sebagai satu-satunya partai saat itu) punya.. kecintaan yang luar biasa terhadap Islam. Bersedia melakukan apapun demi Islam. Tanpa mengharapkan “uang sidang”, “uang pelicin”, “promosi sebagai caleg”.. Hmmm ikhlas.. iklhas… itu yang terpatri dalam benak mereka. (Ya Allah… ijinkan aku untuk terus menerus meniru langkah beliau… )

Sebagai pemimpin negara

Kalau mau jujur… sebetulnya hingga saat ini belum ada pemimpin negara yang mampu bersaing dengan Nabi Muhammad saw. Tanpa berniat mempromosikan diri sebagai “calon pemimpin”…dan hanya berniat untuk menjalankan Syiar Islam Nabi menjalankan “Kampanye”… Cara yang beliau kerjakan pun  benar-benar terstuktur… sahabat sahabat yang menjadi tulang punggung beliau dalam perjuangan ini… mempunyai kharisma yang cukup besar dalam golongannya masing-masing. Sebut saja Abu Bakar ra. yang mewakili kalangan tua dan tokoh masyarakat. Kemudian Ali bin Abi Thalib ra.  mewakili kalangan muda terpelajar. Khadijah ra. mewakili kalangan wanita pengusaha.  Zaid bin Haritsah ra.  mewakili kalangan tenaga kerja (khadam). Bilal bin Rabah ra. mewakili kalangan mantan budak. Ibnu Shihab Ar-Rumi mewakili belahan dunia barat (Romawi). Salman Al-Farisi mewakili belahan dunia Timur (Persia). Utsman bin Affan ra. mewakili kalangan saudagar. Asma binti Abu Bakar ra. mewakili kalangan aktivis perempuan. Aisyah binti Abu Bakar ra. mewakili kalangan wanita terpelajar. Umar bin Khattab ra. mewakili kalangan elit dan pejabat publik. Usamah bin zaid ra. mewakili anak-anak belasan tahun (remaja lingkungan). Abdullah bin Umar ra. mewakili kalangan remaja terpelajar. Hasan bin Tsabit ra. mewakili kalangan pujangga seniman dan penyair.  Zaid bin Tsabit  ra. mewakili kalangan muda ahli bahasa. Mus’ab bin Umair ra. mewakili kalangan elit muda perkotaan. Abdullah bin Ummi Maktum  ra. mewakili kalangan tunanetra. Rafi’ bin Khudaij  ra. mewakili olahragawan cabang memanah. Samrah bin Jundab mewakili olahragawan cabang gulat. Rufaidah ra. mewakili kalangan dokter dan perawat (tenaga medis). Al-Habbab ibnu Mundzir ra. mewakili kalangan militer dan ahli strategi perang. Nuaim bin Mas’ud ra. mewakili kalangan ahli rekayasa dan menejemen konflik. Ummu Aiman ra. mewakili wanita pekerja dan Ibu Rumah Tangga. Abdullah ibnu Mas’ud ra. mewakili kalangan Qurra’ (Qari Al-Qur’an) Dengan mendasarkan nama-nama diatas, cukuplah kiranya fakta bahwa nabi adalah pemimpin yang disegani, dicintai, dihargai, dipuja, oleh semua lapisan rakyatnya. Lalu beliau telah mampu merangkul begitu banyak golongan.. dan mereka medaulat Nabi sebagai pemimpin… sikapnya tidak berubah… beliau tetap saja sebagai pribadi yang sangat bersahaja dan patut ditiru simak kisah yang berkaitan dengan seorang penyapu masjid dibawah ini.. Kharqaa’, perempuan berkulit hitam itu entah dari mana asalnya. Orang hanya tahu bahwa ia seorang perempuan tua yang sehari-hari menyapu mesjid dan membuang sampah. Seperti galibnya tukang sapu, tak banyak orang yang memperhatikannya. Sampai suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW tiba-tiba bertanya kepada para sahabatnya, “Aku kok sudah lama tidak melihat Kharqaa’; kemana gerangan perempuan itu?” Seperti kaget beberapa sahabat menjawab: “Lho, Kharqaa’ sudah sebulan yang lalu meninggal, ya Rasulullah.” Boleh jadi para sahabat menganggap kematian Kharqaa’ tidak begitu penting hingga perlu memberitahukannya ’ kepada Rasulullah SAW. Tapi ternyata Rasulullah SAW dengan nada menyesali, bersabda: “Mengapa kalian tidak memberitahukannya kepadaku? Tunjukkan aku dimana dia dikuburkan?”. Orang-orang pun menunjukkan kuburnya dan sang pemimpin agung pun bersembahyang di atasnya, mendoakan perempuan tukang sapu itu. Simak juga kisahnya yang gagah berani saat memimpin… Perang..Uhud. Simak kemampuannya dalam mengadakan hubungan inetrnasional dengan berkirim surat yang bertujuan utnuk “memproklamirkan Islam” kepada para raja dan gubenur dari negara lain. Dalam hubungan dalam negeripun… Nabi dengan sangat piawai.. meletakkan kaum-kaum yang ada di mekah dalam posisi yang sama. untuk menghindari adanya paham minoritas ataupun mayoritas yang lebih utama. Dalam hari-hari kepemimpinannya beliau apa adanya…, dekat dengan siapa saja, rakyatnya, juga musuhnya.  Tidak ada batas pagar penghalang, pengawal yang berwajah kaku, pun aturan protokoler.

Saat itu berkembang ajaran Islam yang integral dan terpadu (syamil mutakamil). Tidak hanya dipahami dalam tataran normatif-konseptual, tetapi juga dipraktekkan pada tataran implementatif-operasional

Ketika kemudian praktek kenegaraan yang dijabarkan oleh nabi, yaitu “Membangun negara Madinah dan pemerintahannya” ditinggalkan Nabi, meninggal dunia,  Praktek ini tetap dilanjutkan oleh penerus beliau 4 (empat) khalifah yang terkenal (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) yang dikenal dengan panggilan Khulafaurrasyidin Ahmadiyyin (Pemimpin yang cerdas dan mendapat petunjuk).

Sebagai Pemimpin dalam Rumah Tangga

Sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangganya, Nabi yang memiliki 13 orang istri.. dan dikarunia 4 orang putri + 3 putra (yang kesemuanya meninggal usia belia, bahkan ada yang baru dilahirkan)  mampu bersikap sebagai seorang ayah dan suami yang baik. Jika kita menyimak kisah tentang kecemburuan Aisyah ra pada Siti Khadijah ra. yang jauh lebih tua dan telah meninggal. Kemudian ada pula cerita tentang Bagaimana cara Nabi Muhammad mendidik istri-istrinya… ketika ada perselisihan diantara mereka… Atau Bagaimana cara Rasulullah mendidik putrinya Fatimah… Kita pasti tahu… bahwa kehidupan berkeluarga Nabi Muhammad juga tidak mudah… Subhanallah… Nabi berhasil memcontohkan semua itu dengan baik. Keluarganya sakinah, mawadah dan warahmah. Demikianlah… ketika membaca atau mendengar tentang Nabi Muhammad saw.. kekaguman ini jadi tak terkira… (Nabi Muhammad ada di peringkat pertama dari 100 orang yang paling berpengaruh didunia). Subhnallah… Jika kita menyadari hal ini.., selayaknya.. kita memberlakukan beliau lebih dari idola-idola ataupun panutan yang pernah ada didunia ini… meniru…,semua apa yang beliau lakukan. Beliau adalah kiblat ilmu, kiblat fashion, kiblat cara pandang, kiblat lifestyle, kiblat apaaaaaa aja… Karena seperti halnya Nabi Muhammad saw, kita juga punya diri yang harus kita pimpin, kita juga punya keluarga yang harus kita pimpin, kita juga punya kelompok-kelopmpok kecil ataupun masyarakat yang menunggu kepemimpinan kita… lalu..

Pertanyaannya adalah :

MAUKAH KITA MEMIMPIN SEPERTI HAL NABI MUHAMMAD,  MULAI SAAT INI????

Auzdubillaahi minnasyaithoonirrajiim

Bismilllaahirrahmaanirrahiiim….

Laa haula wala quwata illa billah..

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.  Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”                                                                                       QS An kabut : 69

Comments (3)

Older Posts »