Bush Dilempar sepatu

He he he…
he he he…

Para mania game…. ada game seru… lempar sepatu ke Bapak Bush.. ha ha ha

Pagi-pagi kami sekeluarga udah ngakak…..

Ada-ada ajaaaaaa….

Salut juga untuk orang-orang yang sangat-sangat tanggap terhadap kejadian diseluruh dunia.

Baru berlalu dalam hitungan hari, ketika berita dan gambar video yang ditayangkan diberbagai media masa.. menyajikan… saat-saat sepasang sepatu bergantian melayang… ke arah Presiden Bush… ramai beredar… sebagaimana diberitakan dalam “KOMPAS” Hari ini… sebuah perusahaan game dari skotlandia.. melaunching.. gamenya. He he he…. benar-benar tanggap.

Yah.. dengan cepat pula game ini mendapat sambutan antusias dari banyak golongan… ingin ikut mencoba??? klik di sini ya… “Shock&awe”

Sebenarnya… jika kita mau jujur… ada banyak kebijaksanaan Presiden Bush yang cukup membuat orang merasa “kesal hingga keubun-ubun”. Baik dalam negeri Amerika sendiri hingga banyak negara lain, terutama negara-negara Islam. Sebabnya adalah… sebagaimana yang dapat anda baca dalam ulasan “HARUN YAHYA” dan “KOMPAS Jadi sebetulnya… walaupun ini bukan tindakan terpuji… cukuplah.. dapat menjadi pelepas rasa kesal.. pada sang presiden. Mudah-mudahan… ini juga akan menjadikan sang Presiden lebih mawas diri…

He he he… jadi sebelum… nantinya game ini menjadi beda (bisa jadi sudah tidak menggunakan layanan free lagi dan berharga cukup mahal… atau malah.. dilarang beredar karena dianggap mencemarkan nama baik) silahkan main sepuas-puasnya…. he he he  sesuai dengan apa yang jadi tujuan sang pembuat game… agar kita dapat merasakan “kesenangan” sebagaimana wartawan Irak yang telah melempar Presiden Bush dengan sepatu.

Berita terakhir… sepatu tersebut ditawar hingga 110 Milyard… Subhanallah…..

Komentar dimatikan

Keluarga Besar

Sebuah Hikmah… yang sangat saya syukuri… yang saya dapatkan… ketika pulang kampung kemarin… Ya.. Sebuah Hikmah dari Keluarga besar.

Maaf… jika selama ini saya sangat tidak sependapat dengan acara walimahan yang dilaksanakan dengan meriah. Untuk saya mwalimahan cukup  diselengarakan dengan cara sederhana…  Ya.. asalkan.. tujuannya untuk memperkenalkan dan mengumumkan adanya pasangan suami istri baru yang syah tercapai… sudah cukup. (he he.. ini juga yang bikin… ibuku… pernah marah, 17 tahun yang lalu.. ketika saya usulkan… acara pernikahanku… cukup dengan “selamatan” sederhana dirumah). Hal yang kini saya sadari adalah… ternyata dibalik kebahagiaan sepasang anak manusia yang telah mendapatkan Ridho untuk menikah… ada kebahagiaan dan barokah lain… bagi seluruh keluarga.

Kenapa???

Bisa dibayangkan… di zaman sekarang ini.. ketika era.. mordernisasi sudah sangat berkembang…  Anak manusia seringkali terlibat dalam urusan-urusannya sendiri yang seolah tidak ada habisnya. Ini sudah diangp lumrah… diadaptasi menjadi kebiasaan umum… dan sangat dimaklumi, jika seseorang beralasan sibuk sehingga tidak sempat bertsilahturahmi.  Ya… kita sudah hampir kehilangan waktu untuk bersilahturahmi… kepada para sesepuh.. kepada para tetangga, kepada keluarga dan sanak saudara.(bahkan tidak jarang terhadap keluarag sendiri pun ini terjadi… ayah dan ibu tidak lagi sempat bercengkrama dengan putra/inya…hal yang membuat  saya sangat miris.. mengingatnya) Dan ini saya rasakan benar..

Kesempatan langka… bertemu dalam semua saudara yang terikat dalam pertalian darah… dari pihak ibu dan ayah.. dari keluarga besan… dapat dijadikan sebuah.. barokah yang tak ternilai. Yah.. Alhamdulillah… jika kemarin-kemarin.. disaat saya mencoba menerangkan silsilah keluarga (walaupun sudah pake diagram) anak-anak.. pada geleng kepala dan wajah yang kebingungan… Buat mereka sangat asing ketika saya katakan bahwa eyang uti bersaudara sepupu dengan eyang A atau.. si B yang tinggal disana.. sebetulnya masih satu keluarga karena ia adalah sepupu ayahmu dari pihak ayahnya… (he he he… saya aja bingung… he he he)

Sekali lagi alhamdulillah… dengan bertemu langsung… berbicara dan ada kontak fisik.. anak-anak lebih nyambung… sekarang.

Jika ini dikembalikan pada “Islam…”, pada prinsipnya.. sangat penuh perhatian pada silahturahmi.. Ini dibuktikan dengan adanya hukum-hukum dalam Islam yang memasukkan unsur kekeluargaan. Sebut saja contohnya… Hukum Waris dan Hukum Pernikahan… Sangat jelas.. ditekankan pentingnya mengetahui susunan wali nikah bagi pengantin wanita dalam pertalian keluarga dari nasab ayah.  Sedang dalam Hukum Waris… bagaimana pembagian, yang menyangkut hak serta kewajiban para penerima waris.. sangat ditentukan oleh pertalian darah.

Mudah-mudahan ini dapat menjadi sebuah langkah awal.. dari anak-anakku sebagai generasi penerus… untuk tetap selalu menjaga silahturahmi, menghargai… para sesepuh… membuat ikatan tali yang kokoh diantara… keluarga besar… dan yang paling penting… dapat menjaga dan melaksanakan hukum-hukum Islam… Insya Allah

Komentar dimatikan

Siapa sih….Kafiirrr????

Dengan segala hormat… postingan ini hanya ditujuan kepada… para sesama muslim… jika anda yang non muslim bersedia membaca ini… mohon untuk tidak memasukkan komentar apapun…
Dari postingan ku sebelumnya… “KAFIIRR????” saya banyak menulis… (panjang lebaar kali yaaaaa) tentang definisi “kafir… ” bahkan dengan mencantumkan… banyak-banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang mendukung…
Yah… paling gak.. sedikit banyak aku juga mulai punya pendapat tentang kata ini dan siapa-siapa yang kira-kira termasuk dalam kelompok ini….

Bruak…..
Malam itu,… hampir saja saya terjatuh… ketika mendengar sebuah radio swasta yang sebagian besar program-programnya tentang dakwah Islam… Sang pendakwah… dengan lantang dan tanpa tedeng aling-aling… membicarakan seorang ustadz.. (yang alhamdulillah… cukup dikenal masyarakat saat ini) dengan “mengkafirkan” beliau…..

Walah… saya langsung diaamm… dan ngeloyor… cari sang Imam…. untuk berbicara panjang lebar dengan sang Imam… kesimpulannya…..

Ada rasa gak percaya antara ucapan sang pendakwah… dengan persepsi saya tentang sang ustadz.. kebetulan… juga, saya sudah “sempat bertemu” dengan sang ustadz… jauh-jauh… jauh… hari sebelum ia seterkenal sekarang… Saya kaji… dari dulu hingga sekarang sang ustadz tak ada perubahan berati… tetap… sabar… sopan… hati-hati… lemah lembut.. dan mengajarkan dengan sangat terbuka (yah… apalagi saya orangnya gemar bertanya… dengan pertanyaan yang aneh…)tidak ada rasa gusar ketika menghadapi orang-orang yang datang untuk belajar.

Memang… pemikirannya yang dituangkan buku-bukunya cukup kontroversi kalau menurut bahasa awam…. judulnya pun… hmmm adanya yang mengartikan… seolah-olah “manafikan Rasullullah saw”.

Tapi… jika kembali kepada kriteria kafir… setahu saya… sebanyak yang saya baca… sebanyak yang saya dengar… ia begitu berpegangan teguh pada Allah dan Rasulnya…

Hmmm… ada juga terfikir… memang seringkali.. dalam menyampaikan.. sebuah kebenaran… level pemahaman dari umat yang akan menerima harus sangat dipertimbangkan… karena jika terlalu berat.. dapat saja akan mengakibatkan adanya “penyelewengan” pemahaman… dan jika terlalu ringan.. dapat dianggap sesuatu yang tidak perlu diperhatikan… apalagi… mau diserap dan diadaptasi…
Yah… berdasarkan pemikiran inilah (mungkin)…. saya berusaha berbaik sangka… bahwa sang pendakwah.. menbentengi sebagian umat yang dianggapnya… tidak akan mampu menerima cara penyampaian sang ustadz… Ya.. dengan mengkatakan… sang ustadz telah kafir…

Ugh… tapi tetap saja… ada sebagian lagi dari diri ini yang gak bisa menerima… hujatan seperti itu.. bukan karena kasus ini menyangkut seorang ustadz yang kebetulan pernah saya kenal. Tetapi.. lebih pada bersifat umum… bahwa begitu mudah seseorang mengucapkan kata-kata yang jelas-jelas akan bikin gonjang-ganjing….

Mungkin lebih baik… dan sangat saya sarankan… dengan sagala hormat dan harapan untuk pihak-pihak yang berbeda pendapat… duduk bersama… bicara dari hati kehati… boleh dengan bahasa halus.. boleh dengan kata-kata tajam… boleh sebentar… boleh lama…. Asalkan… setelah duduk bersama ini mereka dapat mengambil sebuah kesepakatan dan pengertian.. tentang… apa yang disengketakan… sebelum.. ada statement-statement yang keluar didepan publik… dan bikin… masyarakat luas.. jadi terpecah belah…

Ya.. pak kyai … ya bu kyai… ya pak ustadz…ya bu ustadzah…. ya.. ya ya

Comments (8)

Absent… lagi..

Maaf… jika akhir-akhir ini… dan beberapa hari kedepan… saya suka absent… (he he he.. kayak murid sekolahan aja ya…) Yah… my family need me… 4 hari lagi… adik iparku yang cantik dan baik hati akan melangsungkan resepsi pernikahan.. (Akad nikah sudah dilangsungkan bulan kemarin). Yah… seperti biasa.. kalau mau melakukan perjalanan jauh (kita mau… ke Suarabaya lagi euy…..) adaaa aja yang mesti dipersiapkan… Apalagi… dalam rangka… hajatan keluarga besar…. (Duh… udah semangaaat… nih… anak-anak juga… sama!… hebooohh!!!)
Doa in ya… semua lancar…. Dan.. maafnya diterima kan??? Jazakumullah

Comments (2)

Supporting Group

Jika saya boleh jujur… untukku supporting group kucari…yaitu ketika

Ada masanya.. dimana.. segalanya… begitu runyam…

Aku.. buuutttuuuhhhh dibantu.. hingga kerunyaman berlalu

Ada masanya.., dimana dada ini … begitu sesak…

Aku ingin.. aku berharap…. ada yang mendengarkan..sampai.. aku menjadi lega

Ada masanya… aku ingin menata serpihan diri…

Aku ingin… aku berharap….ada seseorang yang mau “mengantikanku”.. menjaga anakku…hingga aku mejadi utuh lagi

Ada masanya… aku begitu tak berdaya..

Aku ingin.. aku berharap…ada yang mau memapahku.. hingga aku dapat tegak berdiri lagi diatas kedua kakiku..

Ada masanya… ketika masalah financial menjadi masalah besar

Aku ingin… aku berharap.. ada yang mau mengulurkan tangan.. membantuku keluar dari belenggu ini.

Kalimat-kalimat diatas ini pasti serriiinngg diucapkan (dalam hati) waktu… seseorang dalam situasi yang tak tertahankan.. dan… pertolongan seolah hanya sebuah fatamorgana di belahan dunia yang lain…

Yah…Jika… saya boleh bilang… jujur..

Di acara talk show.. kemarin.. ada sisi yang menggigit hatiku.

Yang pertama adalah…

Yah.. yang hadir disana.. pasti lah orang-orang yang punya kelebihan. Kelebihan kemauan sehingga dapat hadir.. Kelebihan percaya diri.. sehingga “berani” datang. Kelebihan semangat.. karena tahu.. ada yang bisa didapat dengan datang kesana.. Kelebihan dan kelebihan yang lain…

Saya diam… terdiam… membayangkan… ibu-ibu yang lain.. yang punya anak-anak berkebutuhan khusus juga… Mereka yang dari situasi yang lebih sulit.. misalnya.. anak-anak mereka.. masih.. sangat bergantung pada ibundanya… tantrum.. flapping… hiperaktif .. dsbnya… atau bahkan yang berekonomi lemah… Jika mereka mendengar dan sangat ingin hadir… apakah mereka punya waktu? Punya tenaga? Punya keberanian untuk melangkah hadir… kesana… sebuah hotel mewah dipusat kota Jakarta???

Nyuuut… dada ini jadi sakit.. dengan rasa itu…

Padahal.. mereka sungguh-sungguh ibu istimewa.. yang tidak hanya mengasuh anak berkebutuhan khusus.. tapi juga sekaligus sebagai.. pembantu rumah tangga, baby sister, terapis, sopir pribadi.., bahkan.. pencari dana untuk pengobatan.. sekaligus.. sebagai “penjembatan” hubungan antara seluruh anggota keluarga..

Saya akan bilang… “Merekalah… sesungguh-sungguhnya ibu-ibu yang Istimewa dan kuat”

Yang kedua… adalah

Budaya Indonesia sebetulnya… sangat mendorong manusia untuk bersikap berpura-pura (bu.. Ages saya nyontek ya… ucapan ibu)… Suka sekali menutupi apa-apa yang tidak baik.. hanya menyajikan yang baik-baik… bahkan kalau bisa memoles yang tidak baik menjadi baik.. HANYA AGAR.. TIDAK DINILAI MEMPUNYAI MARTABAT YANG RENDAH….

Padahal.. dibalik itu,.. sebuah bencana besar.. bisa terjadi..

Yah… sebuah masalah ketika diabaikan dapat menghilang.. jika masalah ini tidak berkaitan dengan hal-hal yang lain atau dengan pribadi yang lain.. Tetapi sebuah masalah yang diabaikan.. justru dapat menjadi sebuah awal dari bencana.. jika ternyata.. bersinggungan dengan masalah atau individu lain.

(Wah… apa an sihhh??? Kok mbulet???)

Contoh.. ketika hati seorang ibu.. yang “MENOLAK” kekurangan anaknya yang berkebutuhan khusus… diabaikan.. dengan cara.. melakukan banyak hal yang bertentangan.. misalnya dengan tidak mau “memunculkan” sang anak…. Apa yang terjadi… ini akan menjadi booommmm waktu… jika ternyata makin membuat anak makin terpuruk.. jika ternyata ini mengakibatkan.. hubungan antara anggota keluarga menjadi buruk..

Tetapi… jika penolakan ini hanya sebatas dihati… bisa jadi hilang… karena akhirnya tertutupi oleh kesibukannya mengobati sang anak… atau jika ini menimbulkan masalah besar paling-paling hanya akan mengakibatkan sang ibu sakiiitttt (nyontek lagi nih… ucapannya mas Reza Gunawan)

Dua sisi yang saya tuliskan diatas… sebetulnya dapat diminimalisasi… jika dan hanya jika… paragraph pertama.. dapat terpenuhi….

Walah… Saya menulis itu… buka untuk meminta-minta… Insya Allah bukan…(yuuup… ini yang saya rasakan ketika saya mengucapkan ini didepan beberapa orang… pandangan yang… “IIIHHHH ELO… get uup dongg… selesaikan jangan menyek-menyek gitu……) Jika ini saya ucapkan 5 tahunan yang lalu… jujur saya akan katakan memang itu yang saya minta… tapi sekarang… alhamdulillah… dengan makin pintar dan besarnya aini… dengan makin besar dan dewasanya anak-anakku yang lain… yang sudah dengan tulus ikhlas… banyak meringankan beban ibundanya… mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus diri sendiri.. dsbnya saya berani bilangg… Insya Allah saya sudah melewati membutuhkan pertolongan malah… saya justru ingin menjadi bagian dari yang memberikan saat ini. Saya hanya ingin mengetuk… hati ini… juga hati para sahabat… bahwa… begitu banyak kesempatan untuk beramal.. kepada keluarga-keluarga yang mempunyai anak-anak berkebutuhan khusus… juga kepada sahabat-sahabat kita yang membutuhkan… dengan demikian … kita tidak akan memperbesar budaya menutupi-nutupi… karena ini akan memancing masalah yang lain… Yah.. jika ada telah ada supporting group… pasti “TERIAKAN MINTA TOLONG” akan dengan mudah dikeluarkan… banyak masalah yang dapat teratasi segera… tanpa menunggu jeda… tanpa menunggu persoalan akan menjadi BOOM WAKTU… Insya Allah… Kita pun bisa sangat berarti bagi sesama,,

Bukankah.. dalam berbagi … dalam memberi… tidak ada batasan khusus tentang apa yang akan atau dapat kita berikan??… seulas senyum.. tulus… dapat meringankan.. hati yang bergemuruh… Elusan tangan lembut di punggung… dapat menembus hingga kedalam hati yang paaallliiinggg dalam… sebungkus.. nasi.. dengan lauk seadanya.. dapat menghilangkan rasa lapar… seteguk air.. dapat meredakan haus yang menyengat.. uluran tangan .. dengan membantu mengangkat jemuran tetangga… disaat hujan gerimis.. dapat mengurangi bebannya.. harus mencuci lagi… uang yang tak lebih dari 50.000 rupiah dapat memperpanjang kesempatan belajar seorang anak selama sebulan… dsb-dsbnya…

Karena itu… saya sangat berharap… segera akan ada gerakan nyata dari para insan-insan mulia. untuk membentuk supporting group… yang akan mendukung mereka-mereka yang membutuhkan… siapapun mereka… apakah.. dhuafa.., apakah anak berkebutuhan khusus,.. apakah korban kecelakan.. apakah.. penderita rawat inap… dalan setiap situasi..dengan ikhlas.. dengan tulus… dengan membawa Rahmat Allah… dengan cara-cara yang bisa kita lakukan… walaupun hanya hal yang sangat kecil dan remeh…

Sebaik-baiknya… manusia adalah yang berguna bagi manusia yang lain….

(Mas Farhan… saya berdoa… saya berharap… saya mendukung… agar supporting group ini.. akan segera terwujud… Amin Ya Rabbil Alamin)

Comments (4)

Oleh-Oleh dari Talk Show ‘Anak Istimewa berkat Ibunda yang Kuat dan Istimewa”

Oleh-oleh dari Talk Show.. “Anak Istimewa karena Ibunda yang Kuat dan Istimewa”

Crowne Hotel Plaza, 29 November 2008.

Subhanallah… Alhamdulillah… DIA telah ijinkan saya untuk hadir (beberapa kali saya sempat maju-mundur dengan kebisaan saya… karena ada beberapa agenda lain dihari yang sama) dalam talk show ini saya, yang didampingi oleh putraku sayang.. berkesempatan untuk bertemu dengan ibu-ibu dan bapak-bapak hebat :
1. Ibunda Osha
2. Ibunda Idham
3. Ibu Ages
4. Om Farhan
5. Reza Gunawan.

Yang saya dapatkan dari talk show ini adalah :

1. Mempunyai Anak berkebutuhan khusus bukanlah sebuah “Vonis”…

2. Anak-anak berkebutuhan khusus pada dasarnya sama dengan anak-anak yang lain punya kelebihan dan juga punya kekurangan.

3. Jika seorang anak diperlakukan karena kekurangannya… maka dia tidak akan mampu mengatasi masalahnya dengan lebih baik bahkan akan cenderung makin “mengkerdilkan” diri.. tapi jika anak tersebut diperlakukan karena kelebihannya… dia akan lebih mampu untuk mengharagai diri dan berkembang maksimal dengan kelebihannya itu

4. Tidak penting sebab atau asal muasal datangnya “kekurangan” pada anak berkebutuhan khusus… apakah dari keluarga sang ayah ataukah sang ibu… Karena jika ini dijadikan pijakan untuk berfikir… justru akan timbul konflik baru antara sang ayah dan sang ibu.

5. Penerimaan terhadap keadaan anak secara utuh oleh keluarga terutama kedua orang tua (bukannya penolakan) adalah sebuah langkah dasar dan utama untuk anak mengatasi kekurangannya.

6. Setiap anak mempunyai kelebihan yang dapat (dengan jeli) diangkat oleh orang tua menjadi sisi hidup yang akan menjadikannya mampu mandiri.

7. Seringkali “rasa sakit” karena “berbeda” tidak dimiliki oleh anak-anak berkebutuhan khusus.. tetapi ditanggung oleh anggota keluarga yang lain.. Demikian sehingga rasa sakit ini… menimbulkan dampak yang berat dalam suasaan kekeluargaan. Dan menyebabkan “penyakit” baru..

8. Dalam melihat masalah (untuk mengatasi rasa sakit itu) kita tidak boleh melihatnya dengan pandangan mikroskopis (terlalu dekat dan detil) tetapi harus dengan pandangan telekopis… (jauh dan menyeluruh) Dengan demikian persoalan karena memiliki anggota keluarga yang berkebutuhan khusus dapat menjadi lebih ringan…

9. Orang tua dari anak-anak yang berkebutuhan khusus… jika memerlukan… sebaiknya juga menjalani terapi… agar dapat lebih membantu kesembuhan anak.

10. Setiap orang dalam keluarga yang mempunyai anak berkebutuhan khusus.. tetap punya hak untuk mendapat dan diperlakukan secara layak… sebagaimana mestinya.. Sehingga semestinya… sesekali ada waktu luang untuk membangun hubungan baik… secara pribadi… antara kedua orang tua… ibu dengan sang kakak, ibu dengan sang adik.. ayah dengan sang kakak , ayah dengan sang adik ataupun diantara kakak dan adik sendiri. Jadi tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, penolong, pengasuh, pembimbing, dsb dari sang anak yang berkebutuhan khusus.

11. Hanya ibu-ibu yang berbahagia yang dapat menjadi fasilitator bagi anak-anak yang berbahagia.

12. Perlunya supporting group bagi keluarga-keluarga dengan anggota keluarga yang berkebutuhan khusus…

Cerita-cerita yang berkesan adalah… curahan hati dari :

1. Ibunda Osha… (Sekarang Osha sudah bersekolah di UGM jurusan Arkeologi)
Ibunda ini menceritakan bagaimana kondisi-kondisi tidak mudah yang dihadapi oleh putranya… dari bullying, meminta mukena karena.. terlalu dekat dengan anggota keluarga yang perempuan.. sehingga kehilangan figure laki-laki, sulitnya penerimaan keluarga hingga belum ada informasi yang memadai (waktu itu awal tahun 90-an) sehingga untuk mendeteksi keautisannya.., Osha baru mendapatkan kepastian disaat ia sudah berumur 8 tahun / kelas 2 SD. Satu hal yang sangat saya garis bawahi adalah… Ia mengajarkan untuk secara cermat mengamati minat dari anak-anak. Osha.. sejak umur 5 tahunan (menurut sang ibu) sangat gemar terhadap segala macam bentuk musik.. bahkan jingle iklan di TV.. dapat ia tirukan dengan tepat.. ucapan maupun nadanya.. (berkembang sesuai dengan perkembangan yang dicapainya) Berdasarkan pengamatan ini, akhirnya sang ibu mengenalkan alat musik pada putra tercinta.. Inipun tidak mudah… dengan ketekunan dan perjuangan… (sampai sang ibu juga ikutan les.. musik loo untuk bias membantu sang anak belajar dirumah) akhirnya… sekarang ini…sang anak yang pada awalnya… didiagnosa.. akan sulit berhasil dibidang akademis… ternyata.. dapat bersekolah di universitas negeri favorit… plus dapat bermain biola dengan sangat baik.

2. Ibunda Idham… Subhanallah… ibu yang satu ini (berkali-kali ia sebutkan) merasa mendapat karunia berlebih… karena sejak awal… ia telah dikelilingi oleh supporting group yang cukup kuat… ibunda… ibu mertua.., ipar-ipar juga suami dan teman-temannya… sangat banyak membantunya mengasuh Idham. Idham sekarang berusia 10 tahun… di diangnosa sebagai penyandang down syndrome. Sekali lagi.. alur kehidupan berbicara lain.. sang anak mempunyai bakat melukis… (sama seperti Oscar awalnya juga tidak mudah) Ketekunannya untuk mengerjakan lukisan hingga selesai.. tidak serta merta dapat dilakukannya .. ya ia memang perlu bimbingan dan kesabaran. Bahkan… satu hal lagi… (yang disampaikan dengan binar-binar mata bahagia sang bunda) Idham… piawai dalam berenang dengan berbagai macam gaya renang. Yang saya yakin tidak semua anak normal dapat melakukannya.

3. Ibu Lulu… Ibu yang masih kelihatan muda dan cantik ini… dikarunia Allah sepasang putra kembar Izzat dan Izzan… Saat itu ia memperkirakan putra-putranya berpredikat “GIFTED” Takdir Allah berbicara… ketika sang putra Izzan dioperasi… ternyata ada tindakan dalam ruang operasi… (yang menurut penjelasan sang ibu) mengakibatkan ananda Izzan menderita Cerebal palsy… diusia yang ke 22 bulan. Sedang putra yang seorang Izzat… subhanallah..bertahan dengan keadaan Gifted. Sejak itu.. disamping rajin mencari informasi yang diperkirakan akan membantu kesembuhan putranya… Si Ibu.. dengan rajin… bolak-balik dari kota tempat tinggalnya (Purwakarta) ke Bandung.. setiap hari… untuk terapi Izzan.. dalam rangka pengobatan CP dan terapi bagi Izzat untuk mengarahkan Giftednya. Subhanallah.. saya sangat terharu dengan perjuangan si Ibu.. Memang apa yang beliau lakukan.. masih.. perlu doa dan kekuatan yang sangat besar (Semoga Allah senantiasa selalu mendampingimu… membimbingmu… memberimu kekuatan super extra.. karena… saya percaya dibalik semua ini… Allah menginginkan Engkau menjadi wanita mulia yang akan menjadi penghuni SurgaNYA) Yang perlu saya garis bawahi dari Ibu Lulu ini adalah… para ahli.. yang saat itu ada diatas podium… melihat ada sebuah sisi dari sang ibu… yang (mudah-mudahan saya salah ya…) perlu diperhatikan.. yaitu.. melihat keadaan anak sebagai sebuah situasi yang terlalu dekat dan detail (dengan pandangan mikroskopis) sehingga cenderung mulai mengabaikan.. hak dan kewajibannya terhadap diri sendiri… Dengan saran sang pakar Reza Gunawan… sang Ibu.. diminta untuk undur beberapa langkah… dan melihat kondisi sang anak dengan pandangan teleskopis…dengan demikian akan lebih mudah dan lebih bermanfaat… pada kesembuhan sang anak.

4. Seorang wanita muda.. bernama Moora.. yang dengan tulus..menyampaikan.. kekhawatirannya… pada keponakan.. karena perhatian dari ayah dan ibu dianggapnya kurang maksimal.. dalam membantu kesembuhan sang anak… Hmm.. Memang agak sulit… karena.. kapasitasnya yang “hanya” sebagai adik… tetapi… dengan segala hormat.. apa yang disampaikan oleh sang tante ini… cukup membuka mata .. bahwa selain keluarga utama… orang-orang yang masih ada hubungan kekeluargaan atau bahkan hanya sebatas teman… banyak yang memiliki perhatian dan simpati cukup tinggi.. .

5. Seorang Terapis wicara… berbicara tentang.. ketidak nyamanannya karena banyak orang tua yang dapat membawa anaknya terapi… dengan sikap.. lebih tahu dan lebih pintar dari sang terapis… (ha ha ha… kayaknya aku juga nih…. Maaf ya… para terapis dan mantan terapis aini… ini penyakit menular yang dimiliki dan menyebar diantara para orang tua siiiihhhh…. Maaf… maaf) Mudah-mudahan… ini segera dapat dirubah ya… dan saran untuk para terapis.. dari bu Ages.. adalah jangan hiraukan.. pendapat orang tua.. selama apa yang kalian yakini benar adanya.. dan tunjukkan dengan hsil terapis… yang makin baik dan baik.. Oya… sebaiknya juga mengkomunikasikan masalah ini secara terbuka dengan para orang tua untuk menyelesaikan masalah.

6. Satu hal… yang sebenarnya… rada bikin saya geemees… ketika sekelebat.. saya mendengar… seorang ayah dari anak berkebutuhan khusus sedang diwawancarai oleh sebuah harian ternama.. Yah.. mudah-mudahan memang karena ketika tahuan si wartawan ya… abisan… dengan tenangnya… dia menanyakan.. kenapa sang anak kok tidak bersekolah… waktu dijelaskan oleh sang ayah.., bahwa sang anak hingga saat ini masih di special center.. untuk pengobatan dan persiapannya menuju kesekolah umum… Eh,… dianya nanya lagi… kelas berapa pak… kira-kira nanti kalau sekolah… HIIIIHHHH… Ini anak berkebutuhan khusus… bukan anak normal… jangan memojokkan orang tua dengan pembicaraan yang bikin orang tua akhirnya.. berada dalam situasi sulit untuk menjawa… apalagi untuk memutuskan masa depan anaknya…

Yeah.. kok jadinya saya sewot ya…. ???

Ok.. cerita yang terakhir ini saya angkat… hanya merupakan upaya saya.. untuk mengetuk hati para orang awam.. untuk lebih mengetahui dan melihat sisi anak-anak berkebutuhan khusus… agar mereka lebih punya empati dan tenggang rasa…

So… kalau boleh saya simpulkan (lagi ya… nambahin yang diatas) Bahwa memang betul… anak-anak yang Istimewa… bukanlah sebuah kutukan atau hukuman atas sebuah dosa turunan dari orang tua.. tetapi… justru.. untuk memunculkan “keistimewaan” dari masing-masing orang tua.. Oleh karena itu menjadi orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus haruslah… “KUAT”… Memang inipun bukanlah hal yang mudah.. karena dalam perjalanan hidup sebagai manusia biasa.. pasti kita akan mengalami keadaan yang lelah.., putus asa.., merasa salah langkah… ragu-ragu.. dsb-dsbnya… karena itulah… sebetulnya kami sangat membutuhkan “supporting club”… untuk menyokong… dengan dukungan yang nyata.. (Saya berdoa… semoga… supporting club ini akan segera terwujud.. sebagaimana yang sempat saya bicarakan dengan yang sangat baik hati… bapak dari seorang anak yang menyandang autistic pula… “OM FARHAN”… Dengan semangat.. beliau berkata… insya Allah… Insya Allah… sedang dirintis… baru saja tadi pagi saya bicarakan…. Dengan oarng-orang yang mau bergerak dalam komunitas itu… Ya Om Farhan… Alhamdulillah… Jazakallahu khairan katsiran)

BE PROUD BEING A SPECIAL MOM FROM A SPECIAL KID…

ALLAH BLESS YOU ALWAYS….

Comments (5)

Mumbai

Kaget..
Gak Percaya..

Berita Mumbai.. di Yahoo.. saat kubuka searchingku… Bikin aku terdiam…

Ada apa lagi ini???

Rabu Berdarah di Mumbai 80 orang tewas

mumbaiKota Mumbai, kota pusat bisnis dan wisata di India diguncang sejumlah aksi serangan yang menyebabkan 80 orang tewas dan 250 orang lainnya luka-luka.

Menteri Dalam Negeri, Shivraj Patil mengatakan, sekelompok orang bersenjata menyerang hotel, rumah sakit dan stasiun kereta api. Mereka meledakkan granat dan melepaskan tembakan membabi buta.

Hotel-hotel yang menjadi target serangan kelompok bersenjata itu antara lain hotel bintang lima Taj Mahal dan Hotel Oberon. Televisi setempat menayangkan situasi kacau di kedua hotel tersebut dan upaya evakuasi para tamu hotel. Cafe Leopold yang dikenal sebagai cafe tempat berkumpulnya para turis juga menjadi sasaran serangan.

Diantara korban tewas adalah 11 anggota polisi termasuk Kepala Polisi Anti-Teroris Mumbai, Hemant Karkare. Laporan-laporan media setempat menyebutkan serangan itu sepertinya serangan yang terkordinasi karena terjadi dalam waktu hampir bersamaan di berbagai tempat berbeda.

Sampai hari Kamis pagi, kelompok bersenjata itu masih menyandera beberapa orang dan terlibat baku tembak dengan aparat keamanan India di Hotel Taj Mahal dan Hotel Oberoi. Polisi India mengatakan, enam anggota kelompok penyerang itu tewas dan sembilan orang lainnya berhasil ditangkap setelah serangan terjadi pada Rabu malam.

Anees Ahmed, pejabat senior pemerintah India menyatakan, warga negara asing menjadi sasaran utama kelompok bersenjata di Hotel Taj Mahal dan Hotel Oberoi. Di Hotel Taj Mahal, ada 15 warga negara asing yang menjadi sandera. Sedangkan di Hotel Oberoi belum diketahui berapa warga negara asing yang menjadi sandera.

Sejumlah saksi mata di kedua hotel tersebut mengungkapkan, kelompol penyerang berteriak-teriak mencari warga negara Inggris dan Amerika.

“Mereka terus berteriak, ‘Siapa yang memiliki paspor Inggris atau AS?’,” kata Ashol Patel, seorang india berkewarganegaraan Inggris yang berhasil keluar dari Hotel Taj Mahal.

Pimpinan negara bagian Maharashtra tempat kota Mumbai berlokasi,Vilasrao Deshmukh menyatakan, situasi kota Mumbai belum sepenuhnya aman. Tentara India dikerahkan untuk membantu mengatasi situasi.

Belum diketahi motif serangan tersebut, namun sebuah kelompok yang menamakan dirinya Deccan Mujahideen lewat email yang disebarkan ke berbagai kantor media massa, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pakar terorisme India, Mahan Abidin mengatakan, nama kelompok itu tidak pernah terdengar di India. “Dalam situasi seperti ini, nama tidak terlalu penting. Kelihatannya ada upaya untuk menunjuk kelompok-kelompok Muslim militan. Melihat pola serangan, pelakunya bisa jadi kelompok Muslim miltan. Tapi setiap orang harus hati-hati sebelum menunjuk siapa pelakunya,” papar Abidin.

Ia menambahkan, dalam beberapa tahun belakangan ini, berbagai organisasi Muslim di India mulai melakukan perlawanan terhadap negara India dan kelompok masyarakat tertentu di India, terutama tempat-tempat elit seperti Mumbai. Perlawanan itu untuk menunjukkan adanya ketidakadilan dalam kehidupan sosial di India.

“Kalangan kelas menengah yang jumlahnya sekitar 100 juta, hidup dalam kondisi sosial yang cukup mewah. Tapi ada 800 juta lebih masyarakat India yang hidup dalam kemiskinan,” ujar Abidin. (ln/iol/aljz/aby)

Oh.. seandainya saja semua ini tidak perlu terjadi… (perasan campur aduk.. yang ada dalam sanubari ini.. bikin saya sulit untuk menulis…) Semoga saja yang menerima musibah ini.. dapat dikuatkanNYA.. , yang meninggal.. juga akan mendapat ketenangan di”alam sana”

Fuuuh….Jika kita melihat kebelakang…sebetulnya ini bukan kali pertama teroris menyerang kota mumbai.. 17 Oktober 2008.. serangan juga telah terjadi disana… (see in “Muslim Mumbai Donorkan darahnya untuk bantu korban ledakan”)

Buat saya.. semua ini perlu dijadikan.. “wacana serius”…
Berkali-kali… selalu muslim atau kelompok yang mengaku berlatar belakang “mujahied”.. dinyatakan sebagai yang bertanggungjawab… dalam “kekerasan” yang serupa, dibanyak belahan dunia. Padahal setahu saya, “Sesungguhnya Islam tidak mengenal adanya kekerasan… kecuali jika sudah dipaksakan dalam keadaan yang tidak mungkin melakukan apapun selain berbalik menyerang… Inipun dalam kategori untuk mempertahankan kehormatan.. atas agama.. dan mencari Ridho Allah bukan untuk balas dendam!” (simak penuturan seorang sahabat tentang definisi H Qhisah dan hal-hal yang berkaitan dengan “kekerasan” terhadap orang lain )

Hukum Qishash

5 Juni 2008 — tafany

By. Nur Dewi Ratih, Rahma Fitriana Sari, Faeruzy Arnandi, Viki Suryo Bawono, Ria Huriah

Pend.Teknik Sipil Reguler (S1) UNJ

A. PEMBUNUHAN

Macam-macam pembunuhan dan hukumnya :

Pembunuhan ada 3 macam (1) Pembunuhan yang disengaja (Qatlul ‘amad); (2) Pembunuhan yang tidak disengaja (Qatlul syibhul ‘amad); dan (3) Pembunuhan yang tidak ada unsur membunuh (Qatlul Khatha’)

1. Pembunuhan yang disengaja (Qatlul ‘Amad)

Ialah pembunuhan yang direncanakan, dengan cara dan alat yang bisa (biasa) mematikan. Seperti :

· Membunuh dengan ; menembak, melukai dengan alat yang tajam, memukul dengan alat-alat yang berat, dan alat-alat yang lain.

· Membunuh dengan ; memasukkan dalam sel yang tidak ada udaranya, disekap dalam es dll.

· Membunuh dengan ; diberi racun, diberi obat yang tidak sesuai, disuntik dengan obat yang bisa mematikan.

· Membunuh dengan ; dibiarkan tidak diberi makan, minum dll.

Pembunuhan yang disengaja tersebut wajib diqishash, sebagaimana firman Allah QS. An Nisaa: 93 dan dipertegas dengan hadits rasulullah, ‘’Tidak halal (haram) membunuh orang muslim, kecualiada (salah satu) 3 sebab : kafir sesudah iman, berzina sesudah kawin dan membunuh oran g tanpa hak, baik karena dhalim dan permusuhan. (HR. Tirmidzy dan Nasaâ’i)

Orang yangmembunuh tanpa ada hak, harus diqishash, harus dibunuh juga. Kalau ahli waris (yang terbunuh) memaafkan pembunuhan tersebut, pembunuhan tidak diqishash (dihukum bunuh) tetapi harus membayar diyah yang besar, yaitu harus membayar dengan seharga 100 ekor unta tunai, pada waktu itu juga. Hal ini selaras dengan hadits rasulullah, ‘Barang siapa yang membunuh dengan sengaja, maka ia diserahkan pada keluarga terbunuh. Apabila mereka mengkehendaki maka membunuhnya atau minta diyah dengan 30 ekor unta hiqqah, 30ekor unta jadzaâ’ah dan 40 ekor unta khalafah (jumlahnya 100 ekor unta). Hasil perdamaian itu untuk mereka (ahli waris si terbunuh). Demikian itu untuk memperkeras terhadap pembunuhan. (HR. Tirmidzi)

2. Pembunuhan tidak sengaja (Qatlul syibhul ’amad)

Pembunuhan tidak sengaja ialah perbuatan terhadap diri seseorang dengan alat atau sesuatu yang biasanya tidak mematikan. Tetapi seseorang itu mati karena perbuatan atau tindakannya. Contoh orang memukul oran g lain dengan sapu lidi kemudian yang dipukul mati.

Pembunuhan tidak sengaja tidak kena hukuman qishash tetapi pembunuhnya harus membayar diyat besar, sebagaimana diyat bagi pembunuh sengaja yang dimaafkan ahli waris terbunuh. Diyat itu boleh dibayar selama 3 tahun dengan angsuran setiap tahun 1/3-nya.

3. Pembunuhan tidak ada unsur membunuh (Qatlul Khathaâ’)

Pembunuhan yang tidak ada unsur membunuh ialah perbuatan yang tidak ditujukan kepada seseorang tetapi seseorang mati karena perbuatannya. Misalnya orang melempar batu ke hutan tiba-tiba oran g mati terkena batu tersebut.

Orang membunuh orang lain tidak sengaja wajib memerdekakan seorang budak mu’min adil

B. QISHASH

1. Pengertian Qishash

Menurut syaraâ’ qishash ialah pembalasan yang serupa dengan perbuatan pembunuhan melukai merusakkan anggota badan/menghilangkan manfaatnya, sesuai pelangarannya.

2. Qishash ada 2 macam :

a. Qishash jiwa, yaitu hukum bunuh bagi tindak pidana pembunuhan.

b. Qishash anggota badan, yakni hukum qishash atau tindak pidana melukai, merusakkan anggota badan, atau menghilangkan manfaat anggota badan.

3. Syarat-syarat Qishash

a. Pembunuh sudah baligh dan berakal (mukallaf). Tidak wajib qishash bagi anak kecil atau orang gila, sebab mereka belum dan tidak berdosa.

b. Pembunuh bukan bapak dari yang terbunuh. Tidak wajib qishash bapak yang membunuh anaknya. Tetapi wajib qishash bila anak membunuh bapaknya.

c. Oran g yang dibunuh sama derajatnya, Islam sama Islam, merdeka dengan merdeka, perempuan dengan perempuan, dan budak dengan budak.

d. Qishash dilakukan dalam hal yang sama, jiwa dengan jiwa, anggota dengan anggota, seperti mata dengan mata, telinga dengan telinga.

e. Qishash itu dilakukan dengn jenis barang yang telah digunakan oleh yang membunuh atau yang melukai itu.

f. Oran g yang terbunuh itu berhak dilindungi jiwanya, kecuali jiwa oran g kafir, pezina mukhshan, dan pembunuh tanpa hak. Hal ini selaras hadits rasulullah, ‘Tidakklah boleh membunuh seseorang kecuali karena salah satu dari tiga sebab: kafir setelah beriman, berzina dan membunuh tidak dijalan yang benar/aniaya’ (HR. Turmudzi dan Nasaâ’)

4. Pembunuhan olah massa / kelompok orang

Sekelompok oran g yang membunuh seorang harus diqishash, dibunuh semua..

5. Qishash anggota badan

Semua anggota tubuh ada qishashnya. Hal ini selaras dengan firman-Nya, ‘Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.’ (QS. Al-Maidah : 45)

C. HIKMAH QISHASH

Hikmah qishash ialah supaya terpelihara jiwa dari gangguan pembunuh. Apabila sesorang mengetahui bahwa dirinya akan dibunuh juga. Karena akibat perbuatan membunuh oran g, tentu ia takut membunuh oran g lain. Dengan demikian terpeliharalah jiwa dari terbunuh. Terpeliharalah manusia dari bunuh-membunuh.

Ringkasnya, menjatuhkan hukum yang sebanding dan setimpal itu, memeliharakan hidup masyarakat: dan Al-Quran tiada menamai hokum yang dijatuhkan atas pembunuh itu, dengan nama hukum mati atau hukum gantung, atau hukum bunuh, hanya menamai hukum setimpal dan sebanding dengan kesalahan. Operasi pemberantasan kejahatan yang dilakukan pemerintah menjadi bukti betapa tinggi dan benarnya ajaran islam terutama yang berkenaan hukum qishash atau hukum pidana Islam.

D. DIYAT

1. Pengertian Diat

Diyat ialah denda pengganti jiwa yang tidak berlaku atau tidak dilakukan padanya hukuman bunuh.

a. Bila wali atau ahli waris terbunuh memaafkan yang membunuh dari pembalasan jiwa.

b. Pembunuh yang tidak sengaja

c. Pembunuh yang tidak ada unsur membunuh.

2. Macam-macam diyat

Diyat ada dua macam :

a. Diyat Mughalazhah, yakni denda berat

Diyat Mughalazhah ialah denda yang diwajibkan atas pembunuhan sengaja jika ahli waris memaafkan dari pembalasan jiwa serta denda aas pembunuhan tidak sengaja dan denda atas pembunuhan yang tidak ada unsur-unsur membunuh yang dilakukan dibulan haram, ditempat haram serta pembunuhan atas diri seseorang yang masih ada hubungan kekeluargaan. Ada pun jumlah diat mughallazhah ialah : 100 ekor unta terdiri 30 ekor unta berumur 3 tahun, 30 ekor unta berumur 4 tahun serta 40 ekor unta berumur 5 tahun (yang sedang hamil).

Diat Mughallazah ialah :

· Pembunuhan sengaja yaitu ahli waris memaafkan dari pembalasan jiwa.

· Pembunuhan tidak sengaja / serupa

· Pembunuhan di bulan haram yaitu bulan Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.

· Pembunuhan di kota haram atau Mekkah.

· Pembunuhan orang yang masih mempunyai hubungan kekeluargaanseperti Muhrim, Radhâ’ah atau Mushaharah.

· Pembunuhan tersalahdengan tongkat, cambuk dsb.

· Pemotongan atau membuat cacat angota badan tertentu.

b. Diyat Mukhaffafah, yakni denda ringan.

Diyat Mukhoffafah diwajibkan atas pembunuhan tersalah. Jumlah dendanya 100 ekor unta terdiri dari 20 ekor unta beurumur 3 tahun, 20 ekor unta berumur 4 tahun, 20 ekor unta betina berumur 2 tahun, 20 ekor unta jantan berumur 2 tahun dan 20 ekor unta betina umur 1 tahun.

Diyat Mukhoffafah dapat pula diganti uang atau lainya seharga unta tersebut. Diat Mukhoffafah adalah sebagai berikut :

· Pembunuhan yang tersalah.

· Pembunuhan karena kesalahan obat bagi dokter.

· Pemotongan atau membuat cacat serta melukai anggota badan.

3. Ketentuan-ketentuan lain mengenai diat :

a. Masa pembayaran diyat, bagi pembunuhan sengaja dibayar tunai waktu itu juga. Sedangkan pembunuhan tidak sengaja atau karena tersalah dibayar selama 3 tahun dan tiap tahun sepertiga.

b. Diyat wanita separo laki-laki.

c. Diyat kafir dhimmi dan muâ’hid separo diat muslimin.

d. Diyat Yahudi dan Nasrani sepertiga diat oran g Islam.

e. Diyat hamba separo diat oran g merdeka.

f. Diyat janin, sepersepuluh diat ibunya, 5 ekor unta.

4. Diyat anggota badan :

Pemotongan, menghilangkan fungsi, membuat cacad atau melukai anggota badan dikenakan diyat berikut :

Pertama : Diyat 100 (seratus) ekor unta. Diat ini untuk anggota badan berikut :

a. Bagi anggota badan yang berpasangan (kiri dan kanan) jika keduan-duanya potong atau rusak, yaitu kedua mata, kedua telinga, kedua tangan, kedua kaki, kedua bibir (atas bawah) dan kedua belah buah zakar.

b. Bagi anggota badan yang tunggal, seperti : hidung, lidah, dll..

c. Bagi tulang sulbi ( tulang tempat keluar air mani laki-laki)

Kedua : Diyat 50 ekor unta. Diyat ini untuk anggota badan yang berpasangan, jika salah satu dari keduanya ( kanan dan kiri) terpotong.

Ketiga : Diat 33 ekor unta ( sepertiga dari diatyang sempurna). Diyat ini terhadap :

a. Luka kepala sampai otak

b. Luka badan sampai perut

c. Sebelah tangan yang sakit kusta

d. Gigi-gigi yang hitam

Gigi satu bernilai 5 ekor unta. Kalau seseorang meruntuhkan satu gigi orang lain harus membayar dengan 5 ekor unta. Kalau meruntuhkan 2, harus membayar 10 ekor. Bagaimana kalau seseorang meruntuhkan semua gigiorang lain, apakah harus membayar 5 ekor unta kali jumlah gigi tersebut ? Ulama berbeda pendapat. Sebagian berpendapat : cukup membayar diyat 60 ekor unta (dewasa). Ulama lain berpendapat harus membayar 5 ekor unta kali jumlah gigi.

Hal Sumpah

Orang yang menuduh membunuh harus mengemukakan bukti dan oran g yang menolak tuduhan harus bersumpah. Apabila ada pembunuhan yang tidak diketahui pembunuhnya, wali dari yang terbunuh bisa menuduh kepada sesorang atatu suatu kelompok yang mempunyai kaitan dengan pembunuhan, yaitu menyebutkan data-data.

Data-data yang dikemukakan seperti :

ü Orang yang dituduh pernah bertengkar pada hari-hari sebelumnya

ü Orang yang dituduh pernah disakitkan hatinya.

ü Adanya alat yang hanya dimiliki oleh tertuduh

ü Adanya berita dari seseorang tertuduh kalau tidak menerima tuduhan bisa membela diri dengan bersumpah, bahwa ia betul-betul tidak membunuh.

E. KIFARAT PEMBUNUHAN

Pembunuh disamping dia wajib menyerahkan diri unutk dibunuh atau diat (denda) maka ia diwajibkan juga membayar kifarat. Diyat adalah jenis denda sebagai tanda penyesalan atau belasungkawa kepada keluarga korban. Sedang kifarat adalah jenis denda sebagai tanda taubat kepada Allah SWT.

Ada pun kifarat akibat pembunuhan adalah memerdekakan hamba yang Islam atau dia wajib puasa dua bulan secara berturut-turut. Hal ini selaras dengan QS. An Nisaa: 92

Dan (semoga Allah selalu menunjukkan padaku apa yang salah kulakukan… dan kebenaran akan menjadi hal yang memang demikian adanya.. tanpa campur tanganku) berdasarkan ulasan tersebut, dapat diartikan bahwa bagi seseorang yang mengaku muslim… TINDAKAN KEKERASAN bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan, apalagi jika sampai menghilangkan nyawa seseorang… sangat berat hukumnya. Jadi untuk melakukan hal tersebut…(tindakan kekerasan di MUMBAI), jika memang benar pelakunya adalah Mujahied, pasti sudah harus melewati sebuah pertimbangan yang sangat dalam dan “bening”.

Karena itu..jujur….. untuk saya.., jika serangan-serangan dengan cara “kekerasan” ini merupakan sikap perlawanan karena adanya kondisi sosial yang tidak baik dalam negara… atau.. mungkin juga karena adanya bentuk perlawanan terhadap amerika dan Inggris.. sebagaimana disebutkan.. diucapkan berkali-kali oleh pelaku penyerangan, bukan tindakan dengan alasan yang dapat dibenarkan…

Ketimpangan sosial… selayaknya juga dipecahkan dengan penyelesaian secara sosial.. (biasanya dimulai dengan berusaha memenuhi kebutuhan pokok.. seperti sandang, pangan, papan.. pendidikan, kesehatan dsbnya) tidak bisa dengan melakukan serangan… apalagi menjadikan warga negara negara lain sebagai target serangan…  Akhirnya.. masalah tidak selesai… malah timbul masalah baru… paling tidak ada ketegangan antara negara-negara yang warganegaranya terlibat sebagai korban.

Sedang jika memang ini bermasalah dengan negara lain… tentunya hubungan antara dua negara harus diperbaiki… oleh… pemimpin negara tersebut.. (sekali lagi disinilah seorang pemimpin yang baik, bertanggungjawab terhadap apa yang dipimpinnya akan diuji).. kebijaksanaan dalam dan keluar dari negara harus ditinjau ulang… agar tidak berdampak negatif terhadap rakyat kecil. Pemimpin yang mau benar-benar berjuang bukan karena popularitas,.. gelimang kemewahan.., pangkat tinggi.. kemudahan-kemudahan duniawi dsbnya..

Satu hal lain… yang untuk saya…. sungguh-sungguh disayangkan…. kondisi akibat serangan-serangan seperti ini semakin memburuk karena… pemberitaan yang sangat tidak adil… Jika saja ini berkaitan dengan Islam.. (yang sering diartikan sebagai tindakan teroris).. berita yang beredar sangat cepat dan cenderung memojokkan. Tetapi jika berita ini tentang golongan yang lain… seolah-olah… hanya angin lalu… dan lenyap begitu saja… tanpa bekas… (bandingkan tanggapan masyarakat dunia dan cara pers mengangkat… kasus amrozi dan hal yang sama dengan kasus tertangkapnya warga negara australia yang membawa narkoba di Bali… terlepas.. apakah kedua kelompok tersebut (amrozi dan warganegara australia).. bersalah atau tidak ataukah seberapa besar dampak yang akan ditimbulkannya.)… Bahkan tidak jarang ini juga digunakan sebagai salah satu jalan untuk memojokkan Islam…

Yah.. sekali lagi… mumbai… bikin hati ini.. jadi resah…

Sayapun menyadari… keresahan dihati ini bukan milik saya sendiri… begitu banyak masyarakat muslim diseluruh dunia… juga melihat ini bukan sebagai tindakan terpuji… bahkan sesuatu tindakan yang patut dikutuk.. dan para pelakunya dijatuhi hukuman yang sesuai.

Sungguh Saya rindu akan kebesaran Islam… Saya rindu dengan Kedamaian yang tercantum dalam Islam… Islam yang sejati… Yang sesuai dengan tuntunanNYA.. Yang benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.. nilai-nilai keadilan… nilai-nilai kesucian…

NB… SEMOGA INI KALI TERAKHIR….TERJADI PENYERANGAN

Comments (6)

« Newer Posts · Older Posts »